Banana Pi BPI-CM7 Tawarkan Format Compute Module Ringkas Berotak Allwinner H618

Banana Pi BPI-CM7 mengusung format compute module 55 x 40 mm yang ditenagai SoC Allwinner H618
Sumber :
  • Dok. Banana Pi

GadgetVIVA - Banana Pi resmi memperkenalkan BPI-CM7, sebuah papan komputasi ringkas berbentuk compute module yang dirancang khusus untuk pengembangan perangkat kustom seperti konsol handheld retro hingga sistem embedded IoT. Berbeda dari papan single-board computer (SBC) konvensional yang langsung menyediakan port I/O penuh di bodinya, BPI-CM7 dirancang tanpa konektor fisik standar. Pengguna memerlukan papan penopang atau carrier board untuk mengoperasikan unit ini secara utuh.

Pendekatan desain berbasis modul komputasi ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengembang hardware. Dengan menanggalkan port fisik berukuran besar seperti Ethernet RJ45 atau HDMI ukuran penuh, perancang perangkat dapat menciptakan sasis atau papan induk kustom yang sangat hemat ruang. BPI-CM7 menyasar segmen rekayasa sistem terintegrasi yang mengutamakan profil bodi tipis dan efisiensi konsumsi daya.

Fleksibilitas Format Compute Module untuk Perangkat Kustom

Secara fisik, Banana Pi BPI-CM7 mengusung dimensi yang sangat ringkas, yakni 55 x 40 mm. Ukuran mungil ini memungkinkan modul dipasang pada berbagai jenis perangkat kustom yang memiliki keterbatasan ruang. Seluruh jalur sinyal dan antarmuka I/O disalurkan melalui dua konektor berkerapatan tinggi (high-density connector) 100-pin yang terletak di bagian bawah modul.

Melalui antarmuka konektor ini, perancang perangkat dapat memilih sinyal mana yang ingin dihubungkan ke luar. Sebagai contoh, saat merancang konsol handheld portabel, pengembang cukup mengarahkan jalur sinyal ke port USB Type-C dan antarmuka layar DSI. Port berukuran besar yang tidak diperlukan, seperti Ethernet atau HDMI standar, dapat ditiadakan sehingga menghemat luas area papan sirkuit secara signifikan.

Kinerja Dapur Pacu Allwinner H618 dan Konfigurasi Memori

Sektor pemrosesan Banana Pi BPI-CM7 ditenagai oleh system-on-chip (SoC) Allwinner H618. Chipset ini mengusung prosesor empat inti (quad-core) ARM Cortex-A53 yang disandingkan dengan unit pengolahan grafis (GPU) ARM Mali-G31. Kombinasi perangkat keras ini memberikan performa yang cukup memadai untuk menjalankan sistem operasi Linux ringan, pemutar media streaming, hingga aplikasi pemrosesan data IoT.

Untuk mendukung kelancaran pemrosesan data, modul ini mengandalkan memori terintegrasi LPDDR4. Varian awal yang telah dikonfirmasi oleh produsen membawa kapasitas RAM sebesar 2 GB serta media penyimpanan internal eMMC flash berkapasitas 32 GB. Konfigurasi ini terbilang mencukupi untuk kebutuhan komputasi tingkat menengah tanpa membebankan suhu operasional perangkat.