Garmin Venu X1 Dapatkan Update Beta 19.15, Ini Peningkatan Fiturnya
- Dok. Garmin
GadgetVIVA - Garmin resmi merilis pembaruan perangkat lunak beta versi 19.15 untuk smartwatch Garmin Venu X1. Pembaruan uji coba ini menandai dimulainya siklus pengujian versi 19.xx, melanjutkan versi stabil 18.32 yang meluncur sebelumnya. Garmin menghadirkan deretan penyempurnaan fitur navigasi, optimasi sensor pemantau kesehatan, hingga perbaikan berbagai masalah teknis pada jam tangan berlayar persegi ini.
Pembaruan ini berfokus pada peningkatan kenyamanan navigasi lapangan dan responsivitas jam saat berolahraga. Bagi pengguna jam tangan pintar yang aktif beraktivitas di luar ruangan, efisiensi antarmuka saat bernavigasi menjadi hal krusial. Perbaikan yang dibawa Garmin dalam versi beta ini tidak hanya berfokus pada penambahan fitur baru, tetapi juga membenahi gangguan konektivitas dan sistem sensor.
Peningkatan Fitur Navigasi dan Akses Point of Interest
Fitur navigasi menjadi salah satu fokus utama dalam pembaruan beta versi 19.15 ini. Garmin mempercepat proses pencarian Point of Interest (POI) pada peta digital. Pengguna yang sedang melakukan eksplorasi jalur dapat menemukan lokasi penting seperti tempat peristirahatan, sumber air, atau pos darurat secara instan. Navigasi menjadi jauh lebih cepat. Kecepatan pencarian pada jam tangan pintar sangat penting agar pengguna tidak perlu berhenti terlalu lama saat berolahraga.
Selain itu, Garmin mengubah perilaku tampilan petunjuk arah belokan (full page course turn guidance). Pada versi sebelumnya, petunjuk belokan sering kali menutupi seluruh halaman peta saat pengguna sedang mengamati jalur secara langsung. Lewat pembaruan ini, petunjuk arah penuh tidak lagi muncul menutupi layar peta utama. Layar peta kini lebih bersih. Pengguna dapat terus memantau posisi dan rute perjalanan tanpa gangguan penutup layar otomatis.
Optimasi Sensor Pulse Ox dan Pengaturan Aktivitas Olahraga
Di sektor pemantauan kesehatan dan olahraga, pembaruan ini membawa penyesuaian pada aplikasi Pulse Ox. Garmin memblokir fungsi getaran (vibration) saat jam sedang mengambil pemindaian kadar oksigen dalam darah (SpO2). Getaran fisik saat pengukuran berlangsung dapat memicu guncangan kecil yang memengaruhi keakuratan sensor optik. Sensor bekerja lebih akurat. Pengukuran menjadi lebih stabil tanpa gangguan getaran sistem.