Sindikat Online Scams Asia Tenggara Dibongkar, Jutaan Akun dan Aset Disita

Industri Teknologi Bersama Penegak Hukum Bongkar Sindikat Online Scams di Asia Tenggara
Sumber :
  • Istimewa

Gadget – Gelombang perang terhadap kejahatan digital memasuki babak baru. Sejumlah perusahaan teknologi global bersama aparat penegak hukum internasional berhasil membongkar jaringan online scams Asia Tenggara yang selama bertahun-tahun diduga menipu jutaan korban di berbagai negara.

img_title POCO Pad C1 Usung Layar 2K 120Hz dan Baterai 7.600 mAh, Harga Mulai Rp2,2 Juta

Operasi gabungan yang melibatkan perusahaan teknologi besar seperti Meta, Microsoft, Coinbase, dan Starlink ini menjadi salah satu langkah terbesar yang pernah dilakukan dalam upaya memerangi penipuan online lintas negara.

Tak hanya menghentikan aktivitas digital para pelaku, operasi tersebut juga berujung pada penyitaan jutaan aset online, pembekuan aset kripto bernilai jutaan dolar, hingga penangkapan puluhan tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan kejahatan tersebut.

img_title Redmi Note 17 Muncul di Geekbench dengan Snapdragon 6s Gen 4

Operasi Besar Sindikat Online Scams Libatkan Perusahaan Teknologi dan Penegak Hukum

Operasi ini dipimpin oleh divisi Scam Center Strike Force dari United States Department of Justice bersama aparat dari berbagai negara.

img_title Sons of Valhalla Diskon 75 Persen di Steam, Saatnya Bangun Pasukan Viking

Sejak pertengahan Mei, perwakilan perusahaan teknologi dan aparat penegak hukum berkumpul di Washington DC dan Bangkok untuk berbagi data intelijen, menghubungkan berbagai informasi yang tersebar di banyak platform, serta mengidentifikasi pola operasi para pelaku.

Selain melibatkan aparat Amerika Serikat, operasi tersebut juga mendapat dukungan dari Federal Bureau of Investigation, Royal Thai Police, serta lembaga penegak hukum dari Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

Kolaborasi lintas sektor ini memungkinkan berbagai informasi yang sebelumnya terpisah dapat disatukan menjadi gambaran utuh mengenai jaringan penipuan yang beroperasi di Asia Tenggara.

Meta dan Microsoft Menutup Lebih dari 1,4 Juta Akun Terkait Penipuan

Salah satu hasil terbesar dari operasi tersebut adalah penonaktifan massal akun digital yang digunakan untuk menjalankan aksi penipuan.

Meta mengungkapkan telah menghapus lebih dari 1,4 juta akun, halaman, dan grup yang beroperasi di platform Facebook dan Instagram. Akun-akun tersebut diduga menjadi bagian dari jaringan penipuan yang menargetkan pengguna internet di berbagai negara.

Sementara itu, Microsoft turut mengambil langkah serupa dengan menangguhkan sekitar 20.000 akun yang terhubung dengan aktivitas scammer internasional.

Langkah ini dinilai penting karena para pelaku umumnya memanfaatkan media sosial dan layanan digital untuk menjangkau korban secara cepat dalam jumlah besar.

Halaman Selanjutnya
img_title