Whisk, AI Terbaru Google yang Sulap Gambar jadi Lebih Kreatif dan Unik
- Whisk AI
Dengan fitur ini, pengguna dapat menciptakan gambar baru yang kaya detail hanya dalam beberapa langkah mudah. Jika hasil awal belum sesuai harapan, pengguna bisa menyunting perintahnya hingga mendapatkan gambar yang diinginkan.
Teknologi di Balik Whisk
Meski terlihat sederhana, teknologi di balik Whisk sebenarnya cukup kompleks. Whisk bekerja dengan bantuan AI Gemini dari Google untuk menganalisis gambar yang diunggah pengguna. Gambar tersebut akan diterjemahkan menjadi perintah teks rinci yang menjelaskan karakteristik visual utamanya.
Selanjutnya, model AI Imagen 3 mengambil perintah teks tersebut dan mengubahnya menjadi gambar baru yang sesuai dengan input pengguna. Namun, Google menegaskan bahwa Whisk hanya mengekstrak karakteristik utama dari gambar referensi, bukan mereplikasinya secara persis.
“Misalnya, subyek yang dihasilkan mungkin memiliki tinggi, bobot, gaya rambut, atau warna kulit yang berbeda dari gambar asli,” tambah Iljic. Dengan begitu, Whisk memberikan ruang kreatif yang lebih luas bagi pengguna untuk bereksplorasi.
Fleksibilitas dan Keterbatasan Whisk
Seperti teknologi AI pada umumnya, Whisk juga memiliki keterbatasan. Meskipun hasil gambar mendekati referensi, ada kemungkinan perbedaan tertentu yang muncul dalam gambar akhir.