Fakta di Balik Perpisahan Huawei dan Honor yang Jarang Diketahui

Huawei dan Honor
Sumber :
  • ilustrasi

Pada awal kemunculannya, gadget.viva.co.id/tag/huawei">Huawei dan Honor sebenarnya berada dalam satu payung yang sama. Honor diperkenalkan oleh Huawei pada tahun 2013 sebagai sub-brand yang menyasar segmen anak muda. Saat itu, strategi yang diusung cukup jelas, yakni menghadirkan smartphone dengan harga lebih ramah di kantong tanpa mengorbankan kualitas, terutama melalui jalur penjualan online yang sedang berkembang pesat.

img_title Huawei Qingyun M273U Rilis: Monitor 4K 320Hz dengan USB-C 100W

Seiring waktu, Honor berkembang menjadi salah satu lini produk yang cukup sukses. Bahkan, brand ini mampu menarik perhatian pasar global berkat kombinasi harga kompetitif dan spesifikasi yang menarik. Namun demikian, perjalanan mulus tersebut mulai menghadapi tantangan besar ketika situasi geopolitik ikut memengaruhi industri teknologi global.

Memasuki akhir dekade 2010-an, hubungan antara Huawei dan pasar internasional mulai mengalami tekanan. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam perdagangan atau Entity List pada tahun 2019. Kebijakan tersebut pada dasarnya membatasi perusahaan-perusahaan asal AS untuk menjalin kerja sama dengan Huawei.

img_title Huawei Rilis Monitor 4K 27 Inci dengan Mode Ganda 320Hz dan USB-C 100W, Cocok untuk Kerja Sekaligus Gaming

Dampaknya pun terasa signifikan. Salah satu pukulan terbesar datang dari terhentinya akses Huawei ke layanan milik Google, khususnya Google Mobile Services atau GMS. Padahal, layanan ini menjadi bagian penting dalam ekosistem Android yang digunakan secara luas di pasar global. Tanpa GMS, perangkat Huawei mengalami kendala dalam bersaing, terutama di luar Tiongkok.

Di sisi lain, karena Honor masih berada di bawah naungan Huawei pada saat itu, brand ini juga ikut terdampak. Padahal, Honor memiliki potensi besar untuk terus berkembang di pasar internasional. Situasi ini kemudian mendorong Huawei untuk mencari solusi agar bisnis Honor tetap bisa bertahan.

img_title Jamo Tantang Sonos Move 2 Lewat Speaker Bluetooth HYG Flow

Sebagai langkah strategis, Huawei akhirnya mengambil keputusan besar pada November 2020. Perusahaan tersebut resmi menjual Honor kepada konsorsium perusahaan asal Tiongkok bernama Shenzhen Zhixin New Information Technology Co., Ltd.. Keputusan ini menjadi titik balik penting dalam sejarah kedua brand tersebut.

Langkah tersebut bukan semata-mata transaksi bisnis biasa. Sebaliknya, ini merupakan upaya penyelamatan agar Honor bisa terbebas dari dampak sanksi yang dijatuhkan kepada Huawei. Dengan status baru sebagai entitas independen, Honor tidak lagi terikat langsung dengan pembatasan dari pemerintah AS.

Halaman Selanjutnya
img_title