5 HP yang Sebaiknya Tidak Dibeli di Pertengahan Tahun Ini

5 HP yang Sebaiknya Tidak Dibeli di Pertengahan Tahun Ini
Sumber :
  • Pinterest

Pasar gadget.viva.co.id/tag/smartphone">smartphone di pertengahan tahun 2026 bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi. Hampir setiap bulan, produsen merilis model baru dengan klaim spesifikasi yang lebih gahar dan fitur yang lebih canggih. Bagi konsumen, fenomena ini sering kali membuat bingung. Banyak orang terjebak membeli perangkat hanya karena pengaruh iklan atau tren sesaat, padahal di baliknya terdapat aspek durabilitas atau nilai jual yang kurang menguntungkan untuk jangka panjang.

img_title 10 Cara Mengatasi HP Sering Hang Saat Digunakan, Ampuh dan Mudah Dicoba

Jika Anda berencana menyisihkan anggaran untuk gadget baru, ada baiknya bersikap skeptis terhadap beberapa kategori perangkat. Berikut adalah lima tipe atau model smartphone yang menurut pengamatan pasar saat ini, sebaiknya tidak menjadi prioritas belanja Anda.

1. Ponsel Entry-Level dengan Penyimpanan EMMC

img_title Kimi K3 Resmi Meluncur, Moonshot AI Hadirkan Model AI Open-Weight Raksasa dengan 2,8 Triliun Parameter

Banyak produsen masih merilis ponsel kelas bawah atau entry-level yang mengandalkan memori internal berteknologi eMMC. Di tahun 2026, standar kecepatan baca dan tulis data sudah seharusnya beralih ke UFS 2.2 atau lebih tinggi. Menggunakan ponsel dengan eMMC akan membuat pengalaman penggunaan sehari-hari, seperti membuka aplikasi berat atau melakukan multitasking, terasa sangat lambat. Jangan tergiur harga murah, karena performa yang "nyendat" di awal akan membuat Anda ingin mengganti ponsel lebih cepat dari jadwal.

2. Smartphone dengan Dukungan Pembaruan OS Singkat

img_title Spesifikasi Nokia 300 4G Power Bank Terungkap, Baterai 3.700mAh dan Siaga 45 Hari

Salah satu kesalahan terbesar pembeli adalah mengabaikan kebijakan pembaruan perangkat lunak. Ada beberapa model ponsel yang saat ini sudah ketinggalan zaman dari sisi dukungan sistem operasi. Jika sebuah ponsel hanya menjanjikan pembaruan keamanan selama satu atau dua tahun, sebaiknya Anda lewatkan. Di era keamanan siber yang makin menantang, perangkat yang tidak mendapatkan patch keamanan rutin adalah celah besar bagi privasi data Anda.

3. Model "Rebrand" dengan Harga Melambung

Fenomena rebranding—di mana sebuah ponsel hanya diganti namanya atau sedikit desain bodinya namun spesifikasinya sama dengan seri tahun lalu—masih sering ditemukan. Banyak merek melakukan ini untuk menjaga perputaran produk. Sebagai pembeli yang cerdas, periksalah spesifikasi teknisnya secara mendalam. Jika Anda menemukan ponsel baru yang spesifikasinya identik dengan seri pendahulunya yang dijual jauh lebih murah, maka membeli model baru tersebut adalah langkah yang tidak efisien.

Halaman Selanjutnya
img_title