TECNO & Angélica Dass Luncurkan Proyek AI untuk Representasi Manusia yang Autentik

TECNO & Angélica Dass Luncurkan Proyek AI untuk Representasi Manusia yang Autentik
Sumber :
  • Tecno

Gadget – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia fotografi digital, muncul satu pertanyaan krusial: Apakah AI benar-benar melihat semua manusia secara adil?

img_title Tecno Camon 50 Slim Resmi Meluncur dengan Layar 144Hz, Bodi 6,39mm dan Kamera Sony 50MP

Jawaban singkatnya: belum.

Selama bertahun-tahun, sistem kamera terutama pada smartphone kerap gagal mereproduksi warna kulit gelap secara akurat. Hasilnya? Foto yang terlalu gelap, terlalu terang, atau kehilangan detail alami. Lebih dari sekadar masalah teknis, ini adalah masalah representasi, martabat, dan keadilan visual.

img_title Bahaya Bias Agama pada AI: Model Populer Terbukti Memihak

Menjawab tantangan ini, TECNO, produsen smartphone asal Tiongkok, menggandeng Angélica Dass, seniman visual Brasil-Spanyol yang terkenal lewat proyek Humanæ, untuk meluncurkan inisiatif global bernama “100 Portraits of Becoming”. Proyek dua tahun ini bukan sekadar pameran foto melainkan gerakan budaya yang menggabungkan teknologi, seni, dan hak asasi manusia dalam era AI.

Artikel ini mengupas tuntas visi, teknologi, lokasi, dan dampak sosial dari proyek ambisius yang dimulai di Nairobi, Kenya, dan akan menyebar ke Filipina, Arab Saudi, Turki, hingga Brasil.

img_title Ensiklik Paus Leo XIV tentang AI Soroti Etika Digital

Mengapa Representasi Manusia dalam AI Masih Bermasalah?

Sejak awal era fotografi digital, standar pencahayaan dan warna didasarkan pada kulit berwarna terang. Akibatnya, kulit berpigmen lebih gelap sering kali tidak tertangkap dengan akurat. Masalah ini berlanjut ke era AI, di mana model pembelajaran mesin dilatih pada dataset yang tidak seimbang sehingga sistem pengenalan wajah, filter kecantikan, bahkan kamera smartphone cenderung mengabaikan keragaman warna kulit manusia.

Studi dari MIT dan Stanford menunjukkan bahwa beberapa algoritma pengenalan wajah memiliki tingkat kesalahan hingga 34% lebih tinggi pada perempuan kulit gelap dibanding laki-laki kulit terang. Ini bukan hanya soal estetika tapi bias struktural yang bisa berdampak pada akses layanan, keamanan, hingga identitas digital.

TECNO menyadari tanggung jawabnya sebagai pemain teknologi global. “Teknologi harus merepresentasikan orang sebagaimana adanya,” tegas perusahaan dalam siaran persnya.

“100 Portraits of Becoming”: Bukan Sekadar Potret, Tapi Narasi Hidup

Proyek ini akan mengabadikan 100 individu dari lima negara: Kenya, Filipina, Arab Saudi, Turki, dan Brasil. Setiap peserta dipilih bukan karena penampilannya, tapi karena kisah hidup, perjuangan, dan identitas uniknya.

Halaman Selanjutnya
img_title