TECNO & Angélica Dass Luncurkan Proyek AI untuk Representasi Manusia yang Autentik
- Tecno
Berbeda dengan potret komersial yang sering menggunakan filter, pencahayaan buatan, atau pose terstruktur, semua foto dalam proyek ini diambil dalam kondisi alami:
- Tanpa filter
- Tanpa makeup profesional
- Dalam cahaya alami
- Mengenakan pakaian pilihan sendiri
Setiap subjek juga merekam narasi pribadi tentang siapa mereka, dari mana mereka berasal, dan bagaimana mereka “menjadi diri sendiri”. Narasi ini akan disandingkan dengan potret mereka dalam Living Archive digital arsip online permanen yang dirancang untuk memicu dialog global tentang identitas, martabat, dan keberagaman manusia.
Kenya: Pintu Gerbang “Silicon Savannah” untuk Proyek Global
Nairobi dipilih sebagai titik awal bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal sebagai “Silicon Savannah” pusat inovasi teknologi terbesar di Afrika, dengan ekosistem startup yang berkembang pesat dan populasi muda yang kreatif.
Namun, citra Kenya di media global sering kali terbatas pada narasi kemiskinan atau satwa liar. Padahal, kota ini penuh dengan wirausahawan, seniman tari, petani urban, desainer mode, dan aktivis sosial yang membentuk wajah baru Afrika modern.
Peserta pertama dari Kenya mencerminkan keragaman itu: dari penari tradisional Maasai hingga developer perempuan yang membangun aplikasi edukasi untuk desa terpencil. Mereka adalah bukti bahwa Afrika dan dunia tidak bisa dikotak-kotakkan dalam stereotip visual.
Peran TECNO CAMON 50 Ultra dan Teknologi Universal Tone
Semua potret dalam proyek ini diambil menggunakan TECNO CAMON 50 Ultra, smartphone flagship yang menjadi ujung tombak teknologi pencitraan TECNO. Inti dari keunggulannya terletak pada Universal Tone, sistem AI yang dirancang khusus untuk mereproduksi 372 nuansa warna kulit manusia secara akurat.
Bagaimana Universal Tone Bekerja?
- Dilatih pada database kulit terluas di industri
- Menggunakan analisis kontekstual per frame, bukan pendekatan satu ukuran untuk semua
- Menyesuaikan eksposur, white balance, dan saturasi secara individual berdasarkan warna kulit dan pencahayaan lingkungan
- Memastikan detail seperti pori, tekstur, dan bayangan tetap alami tanpa “menghaluskan” identitas
Hasilnya? Foto yang tidak hanya teknis sempurna, tapi juga emosional dan autentik.
Angélica Dass: Seniman yang Mengubah Cara Dunia Melihat Ras
Kemitraan dengan Angélica Dass bukan kebetulan. Sejak 2012, ia menjalankan proyek Humanæ, yang memetakan warna kulit manusia menggunakan palet warna Pantone. Hasilnya: ribuan potret wajah yang menunjukkan bahwa “ras” bukan kategori tetap, melainkan spektrum kontinu.