TECNO & Angélica Dass Luncurkan Proyek AI untuk Representasi Manusia yang Autentik
- Tecno
Dalam Humanæ, seorang nenek dari Jepang bisa memiliki warna kulit yang mirip dengan remaja dari Nigeria. Ini membongkar mitos bahwa warna kulit = ras = identitas tetap.
“Kita semua adalah warna daging,” kata Dass dalam TED Talk-nya yang viral. “Tapi ‘daging’ itu punya ratusan corak.”
Visi inilah yang menyatu sempurna dengan misi TECNO: menggunakan AI bukan untuk mengkategorikan, tapi untuk merayakan keunikan.
Kapan Arsip Digital Akan Diluncurkan?
Portret dan cerita pertama dari Kenya akan dirilis secara online pada awal Agustus 2026 melalui situs resmi proyek. Setiap negara berikutnya akan menambahkan 20 potret baru seiring perjalanan proyek selama dua tahun ke depan.
Arsip ini akan gratis dan terbuka untuk umum, dirancang sebagai sumber edukasi bagi sekolah, seniman, peneliti, dan pembuat kebijakan.
Kesimpulan: Ketika Teknologi Bertemu Kemanusiaan
Di tengah kekhawatiran global tentang AI yang semakin tidak terkendali, “100 Portraits of Becoming” hadir sebagai pengingat penting: teknologi seharusnya memperluas empati, bukan mempersempit persepsi.
Dengan menggabungkan kekuatan AI, seni visual, dan kisah nyata, TECNO dan Angélica Dass tidak hanya membuat foto yang indah mereka membangun jembatan antar manusia di era digital yang sering kali terasa terpecah.
Dan mungkin, dari 100 potret ini, kita semua bisa belajar satu hal:
Bahwa setiap wajah adalah kisah. Dan setiap kisah layak dilihat seperti adanya.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |