Amazfit Helio Strap Pro: Gelang Pintar Tanpa Layar Khusus Atlet Hyrox!
- Amazfit
Gadget – Amazfit sekali lagi membuktikan komitmennya dalam inovasi teknologi kebugaran dengan meluncurkan Helio Strap Pro, sebuah wearable unik yang tidak memiliki layar sama sekali, namun menawarkan pemantauan performa latihan paling akurat untuk atlet kompetitif khususnya mereka yang mengikuti Hyrox, olahraga hybrid berbasis delapan stasiun fisik yang sedang naik daun di seluruh dunia.
Berbeda dari jam tangan pintar konvensional, Helio Strap Pro hadir sebagai sistem sensor ganda yang dikenakan di dua titik strategis tubuh: lengan atas dan pinggang. Dengan pendekatan ini, Amazfit menjawab kelemahan utama perangkat kebugaran tradisional ketidakakuratan pengukuran saat melakukan gerakan intens atau menggenggam alat berat.
Dibanderol USD 199,99 (sekitar Rp3,6 juta), Helio Strap Pro bukan hanya main-main. Ia adalah alat profesional yang dirancang untuk atlet serius, pelatih, dan penggemar kebugaran tingkat lanjut yang ingin memahami setiap aspek performa tubuh mereka dari detak jantung hingga stabilitas inti (core stability).
Artikel ini mengupas tuntas desain revolusioner, teknologi sensor ganda, integrasi dengan ekosistem Amazfit, serta manfaat nyata bagi pelatihan Hyrox dan olahraga hybrid lainnya.
Desain Unik: Bukan Jam Tangan, Tapi Sistem Sensor Modular
Sekilas, Helio Strap Pro memang mirip jam tangan karena memiliki bodi kotak dan tali panjang. Namun, bodi tersebut bukan layar melainkan modul sensor biometrik yang bisa dilepas dan dipasang di lokasi berbeda.
Amazfit menyediakan dua modul utama dalam satu paket:
- Helio Core Motion HR: dikenakan di lengan atas
- Helio Core Motion Waist: diklip di pinggang
Keduanya bekerja secara sinkron untuk memberikan gambaran holistik tentang kondisi fisik pengguna selama latihan intensif.
Sensor Lengan Atas: Akurasi Detak Jantung Tanpa Gangguan
Salah satu terobosan utama Helio Strap Pro adalah penempatan sensor detak jantung di lengan atas, bukan di pergelangan tangan seperti kebanyakan smartwatch.
Mengapa ini penting?
Saat atlet melakukan gerakan seperti Sled Push, Farmer’s Carry, atau Wall Balls, tangan mereka sering menggenggam erat atau menahan beban berat. Hal ini menyebabkan aliran darah di pergelangan tangan terganggu, sehingga sensor PPG (Photoplethysmography) memberikan data tidak akurat.