Baterai iPhone Gampang Drop? HP Motorola dan Samsung Ternyata Punya Battery Health Lebih Awet
- Istimewa
GadgetVIVA - Kapasitas baterai memang sering menjadi pertimbangan utama saat membeli smartphone. Namun, di balik angka mAh yang besar, ada satu faktor lain yang tak kalah penting, yakni ketahanan baterai dalam jangka panjang atau battery health. Inilah aspek yang mulai menjadi perhatian banyak produsen ponsel pada 2026.
Belakangan, Motorola memperkenalkan teknologi baterai silikon karbon (silicon-carbon battery) pada sejumlah smartphone terbarunya. Teknologi ini diklaim mampu mempertahankan kesehatan baterai lebih lama dibandingkan baterai lithium-ion yang hingga kini masih digunakan pada beberapa ponsel premium, termasuk iPhone dan Google Pixel.
Perkembangan tersebut memunculkan perbandingan menarik. Selama ini banyak pengguna iPhone mengeluhkan penurunan battery health yang terasa cukup cepat setelah satu hingga dua tahun penggunaan. Di sisi lain, produsen Android mulai berlomba menghadirkan baterai yang tidak hanya berkapasitas besar, tetapi juga lebih tahan terhadap proses degradasi.
Apa Itu Charging Cycle dan Mengapa Penting?
Saat membahas daya tahan baterai, kapasitas bukanlah satu-satunya ukuran. Yang jauh lebih menentukan adalah charging cycle, yaitu jumlah siklus pengisian daya yang dapat dilalui baterai sebelum kapasitas maksimalnya turun hingga sekitar 80 persen.
Satu charging cycle tidak selalu berarti satu kali mengisi daya dari 0 hingga 100 persen.
Sebagai contoh, jika pada hari pertama baterai digunakan sebesar 60 persen lalu diisi kembali, kemudian keesokan harinya digunakan lagi sebesar 40 persen, maka total penggunaan tersebut baru dihitung sebagai satu siklus pengisian.
Semakin tinggi angka charging cycle, semakin lama pula baterai mampu mempertahankan performanya meski digunakan setiap hari.
Inilah alasan mengapa battery health menjadi indikator penting bagi pengguna yang ingin memakai smartphone dalam jangka waktu panjang.
Motorola Gunakan Baterai Silikon Karbon
Motorola menjadi salah satu produsen yang mulai mengadopsi baterai silikon karbon pada lini smartphone premium keluaran 2026.
Teknologi tersebut hadir pada beberapa perangkat seperti Motorola Edge 70 dan keluarga Razr terbaru.
Menurut Motorola, penggunaan material silikon karbon mampu meningkatkan kepadatan energi sekaligus memperlambat proses penurunan kapasitas baterai dibandingkan teknologi lithium-ion konvensional.