Bukan Cuma HP! Vivo Siapkan Kacamata Pintar dengan Fitur Terjemahan & Navigasi Real-Time
- Vivo
GadgetVIVA - Vendor smartphone asal Tiongkok, Vivo, secara resmi memulai pengembangan kacamata berbasis kecerdasan buatan (AI). Langkah ini menandai perluasan strategis perusahaan dari bisnis inti ponsel pintar menuju ekosistem perangkat wearable cerdas yang semakin diminati global.
Meski belum mengungkap desain, spesifikasi, atau jadwal peluncuran, konfirmasi bahwa riset telah dimulai menunjukkan komitmen serius Vivo untuk bersaing di pasar AI glasses segmen yang kini menjadi medan pertarungan baru antara raksasa teknologi seperti Apple, Meta, dan Xiaomi.
Vivo Masuk Arena Kacamata AI: Strategi Ekosistem Jangka Panjang
Dijuluki “Blue Factory” oleh media lokal, Vivo kini bergabung dalam daftar panjang merek yang berinvestasi di smart glasses berbasis AI. Ini bukan sekadar tren, melainkan respons terhadap pergeseran perilaku konsumen yang menginginkan teknologi tak terlihat namun selalu siap membantu.
Dengan fondasi kuat di bidang imaging dan antarmuka pengguna lewat OriginOS, Vivo memiliki modal penting untuk menciptakan pengalaman wearable yang intuitif dan berguna sehari-hari.
Fitur Potensial Kacamata AI Vivo
Meski detail teknis masih dirahasiakan, laporan industri menyebut beberapa kemungkinan fitur utama:
- Asisten suara berbasis AI (mirip Siri atau Google Assistant)
- Terjemahan real-time saat berbicara dengan orang asing
- Navigasi AR langsung di lensa atau display mini
- Tampilan informasi kontekstual (cuaca, notifikasi, jadwal)
- Pengenalan objek dan adegan untuk akses cepat ke data relevan
Vivo sebelumnya telah mengeksplorasi realitas campuran lewat Vivo Vision Discovery Edition, sehingga kemungkinan besar kacamata AI-nya akan menggabungkan AR ringan dengan AI contextual awareness tanpa harus meniru headset berat seperti Apple Vision Pro.
Harga Jadi Tantangan Utama
Salah satu hambatan terbesar di pasar kacamata pintar adalah harga premium. Banyak perangkat AR/VR saat ini dibanderol di atas Rp15 juta, menjadikannya barang mewah untuk kalangan terbatas.
Vivo dikenal mahir menawarkan teknologi canggih dengan harga kompetitif. Jika strategi ini diterapkan pada kacamata AI-nya, perusahaan bisa menjadi pemain disruptif yang membuat wearable pintar lebih terjangkau bagi konsumen global termasuk di Indonesia.