3 Cara Mengetahui Baterai Smartwatch Mulai Rusak dan Cara Mengatasinya Sebelum Terlambat
- Xiaomi
GadgetVIVA - Smartwatch telah menjadi salah satu perangkat yang banyak digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Selain menampilkan notifikasi dari ponsel, jam pintar juga mampu memantau detak jantung, kualitas tidur, kadar oksigen dalam darah, hingga aktivitas olahraga. Berkat berbagai fitur tersebut, smartwatch kini menjadi perangkat andalan bagi banyak pengguna.
Meski begitu, sama seperti smartphone dan perangkat elektronik lainnya, smartwatch juga memiliki komponen yang akan mengalami penurunan performa seiring waktu. Salah satu bagian yang paling rentan mengalami keausan adalah baterai. Setelah digunakan dalam jangka waktu tertentu, kapasitas baterai akan berkurang sehingga daya tahannya tidak lagi sebaik saat pertama kali dibeli.
Sayangnya, tidak sedikit pengguna yang baru menyadari adanya kerusakan ketika smartwatch sudah sering mati sendiri atau harus diisi daya beberapa kali dalam sehari. Padahal, ada sejumlah tanda yang sebenarnya bisa dikenali lebih awal. Dengan mengetahui gejalanya sejak dini, pengguna dapat segera melakukan penanganan sehingga kerusakan tidak semakin parah.
Berikut tiga tanda baterai smartwatch mulai rusak beserta cara mengatasinya.
1. Baterai Cepat Habis Padahal Penggunaan Tetap Sama
Salah satu ciri paling mudah dikenali adalah daya baterai yang terkuras jauh lebih cepat dibandingkan biasanya. Misalnya, smartwatch yang sebelumnya mampu bertahan selama lima hingga tujuh hari kini hanya sanggup digunakan selama beberapa jam, meskipun pola pemakaian tidak berubah.
Penurunan kapasitas seperti ini umumnya terjadi karena usia baterai sudah mendekati batas pemakaian. Baterai lithium yang digunakan pada sebagian besar smartwatch memang memiliki siklus pengisian tertentu. Setelah melewati ratusan kali pengisian ulang, kemampuan baterai untuk menyimpan daya akan terus menurun.
Namun demikian, jangan langsung menyimpulkan bahwa baterai mengalami kerusakan. Ada beberapa fitur yang juga dapat menyebabkan konsumsi daya meningkat secara drastis. Misalnya, fitur Always-On Display yang selalu menampilkan jam di layar, GPS yang aktif terus-menerus, Bluetooth, Wi-Fi, hingga pemantauan detak jantung secara real-time.
Karena itu, cobalah memeriksa terlebih dahulu pengaturan smartwatch sebelum memutuskan mengganti baterai.
Untuk mengatasi masalah ini, pengguna dapat melakukan restart perangkat agar sistem kembali segar. Selain itu, pastikan smartwatch telah menggunakan versi sistem operasi terbaru karena pembaruan perangkat lunak biasanya membawa peningkatan efisiensi daya.