Divisi Data Center Intel Kena PHK-Padahal Baru Cetak Pertumbuhan 22%!
- Intel
GadgetVIVA - Intel kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawannya kali ini menyasar Data Center Group (DCG), divisi yang justru sedang mencatatkan pertumbuhan pendapatan 22% pada kuartal I-2026. Langkah ini dikonfirmasi langsung oleh juru bicara Intel kepada CRN, dan menjadi bagian dari strategi restrukturisasi berkelanjutan di bawah kepemimpinan CEO baru, Lip-Bu Tan.
Meski tidak merinci jumlah karyawan atau lokasi yang terdampak, Intel menegaskan bahwa PHK ini bertujuan untuk “menyelaraskan organisasi agar memiliki peran dan keahlian yang tepat” demi memastikan kesehatan bisnis jangka panjang. Perusahaan juga berjanji memberikan dukungan penuh selama masa transisi, termasuk sesuai ketentuan hukum setempat.
PHK di Tengah Pertumbuhan: Paradoks yang Terencana
Fakta menariknya, PHK ini terjadi tepat saat divisi data center sedang naik daun. Pada Q1 2026, pendapatan Intel secara keseluruhan mencapai 13,6 miliar dolar AS, naik 7% year-over-year dan 22% di antaranya berasal dari DCG, yang didorong oleh lonjakan permintaan infrastruktur AI global.
Namun, alih-alih memperluas tim, Intel justru merampingkan struktur. Ini menunjukkan bahwa fokus perusahaan bukan pada ekspansi, tapi pada efisiensi operasional dan profitabilitas terutama menjelang pengumuman laporan keuangan kuartal II-2026 pada 23 Juli 2026.
Bagian dari Strategi Lebih Besar di Bawah Lip-Bu Tan
Sejak menggantikan Pat Gelsinger pada Maret 2025, Lip-Bu Tan telah menjadikan efisiensi biaya sebagai prioritas utama. Ia sempat mengumumkan rencana memangkas 15% tenaga kerja, dengan target akhir 2025 tersisa 75.000 karyawan.
Realitanya:
- Desember 2024: 108.900 karyawan
- Desember 2025: 85.100 karyawan
Artinya, Intel telah memangkas sekitar 23.800 posisi dalam setahun tapi belum mencapai target 75.000. PHK terbaru di DCG kemungkinan adalah upaya lanjutan untuk mendekati target tersebut sebelum akhir 2026.
Sebelumnya, divisi otomotif Intel juga sudah ditutup pada pertengahan 2025, dengan PHK massal sebagai konsekuensinya.
Intel Pastikan Roadmap Produk Tak Terganggu
Meski melakukan PHK, Intel tegas menyatakan bahwa komitmen terhadap roadmap produk tetap utuh. Pengembangan chip data center generasi berikutnya termasuk yang dioptimalkan untuk AI tidak akan terhambat.
Ini penting, mengingat persaingan di pasar data center semakin ketat melawan AMD, NVIDIA, dan bahkan produsen China seperti CXMT. Intel harus tetap inovatif, tapi kini dengan tim yang lebih ramping dan fokus.