Dimensity 9600 vs Dimensity 9500, Ini Bocoran Peningkatan Besarnya

Dimensity 9600 vs Dimensity 9500
Sumber :
  • lustrasi

GadgetVIVA - MediaTek tampaknya sedang menyiapkan gebrakan baru di pasar chipset flagship. Perusahaan asal Taiwan tersebut diperkirakan akan memperkenalkan Dimensity 9600 pada September 2026 sebagai penerus Dimensity 9500. Jika berbagai bocoran yang beredar benar, chipset baru ini akan membawa perubahan cukup besar, terutama dari sisi proses fabrikasi, arsitektur CPU, grafis, dan kemampuan kecerdasan buatan atau AI.

img_title 5 HP Kamera Terbaik dengan Chipset Bertenaga pada September 2026, Fitur Canggih Jadi Andalan

Dimensity 9500 sendiri sudah menjadi salah satu chipset kelas atas yang menawarkan performa tinggi. Namun, MediaTek disebut tidak sekadar meningkatkan kecepatan pada generasi berikutnya. Sebaliknya, Dimensity 9600 diperkirakan membawa perubahan pada fondasi desain chip sehingga peningkatannya bisa terasa lebih signifikan dalam penggunaan sehari-hari.

Salah satu perubahan yang paling menarik adalah penggunaan proses fabrikasi 2nm dari TSMC. Selain itu, MediaTek kabarnya menyiapkan konfigurasi CPU baru dengan dua inti performa tertinggi. Kombinasi tersebut berpotensi membuat Dimensity 9600 semakin kompetitif melawan chipset flagship dari Qualcomm maupun Apple.

img_title MediaTek Dimensity 9600 Pro Resmi: Chip 2nm dengan ARM C2 dan AI Canggih

Beralih ke Proses Fabrikasi 2nm

Perubahan terbesar pada Dimensity 9600 diperkirakan datang dari teknologi fabrikasinya. Jika Dimensity 9500 menggunakan proses 3nm, generasi berikutnya disebut akan menggunakan teknologi 2nm TSMC.

img_title Xring O3 vs Dimensity 9500: Chipset Xiaomi Ungguli MediaTek di Benchmark, Performa Gaming Makin Gahar

Peralihan ini bukan sekadar mengecilkan ukuran transistor. Teknologi 2nm TSMC menggunakan struktur transistor Gate-All-Around atau GAA yang dirancang untuk memberikan kontrol lebih baik terhadap aliran listrik.

Dengan desain tersebut, konsumsi daya dapat ditekan sekaligus mempertahankan atau meningkatkan performa. Berdasarkan sejumlah bocoran, efisiensi energi Dimensity 9600 berpotensi meningkat sekitar 25 hingga 30 persen dibandingkan generasi sebelumnya.

Artinya, pada tingkat performa yang sama, chipset baru ini bisa bekerja dengan konsumsi daya lebih rendah. Sebaliknya, ketika digunakan pada beban berat, Dimensity 9600 dapat memanfaatkan efisiensi tersebut untuk menghasilkan performa yang lebih tinggi.

Karena itu, chipset ini dikabarkan mampu mencapai kecepatan CPU hingga sekitar 5,0 GHz pada varian tertentu.

Konfigurasi CPU Mengalami Perubahan Besar

Selain proses fabrikasi, struktur CPU juga menjadi perhatian utama. Dimensity 9500 menggunakan konfigurasi dengan satu inti performa tertinggi, tiga inti performa, dan empat inti efisiensi.

Sementara itu, Dimensity 9600 disebut akan menggunakan desain 2 3 3. Konfigurasi tersebut terdiri dari dua super core, tiga core performa, dan tiga core efisiensi.

Jika bocoran ini benar, perubahan tersebut cukup menarik. Dua inti berperforma sangat tinggi dapat memberikan kemampuan lebih besar ketika smartphone menjalankan tugas berat secara bersamaan.

Misalnya, ketika pengguna membuka aplikasi berukuran besar, melakukan pengeditan foto atau video, hingga menjalankan game dengan grafis tinggi, dua super core tersebut dapat membantu menangani beban kerja secara lebih cepat.

Konfigurasi yang dikabarkan akan digunakan adalah sebagai berikut:

  • Dua super core Cortex-X dengan nama kode "Canyon".
  • Tiga core performa Cortex-A dengan nama kode "Gelas-B".
  • Tiga core efisiensi Cortex-A dengan nama kode "Gelas".

Varian Dimensity 9600 Pro bahkan disebut dapat mencapai clock speed hingga 5,0 GHz. Sementara itu, versi lainnya kemungkinan menggunakan kecepatan yang sedikit lebih rendah, tetapi tetap mempertahankan susunan CPU yang sama.

Namun, perlu diingat bahwa seluruh informasi mengenai konfigurasi tersebut masih berasal dari bocoran. MediaTek belum memberikan konfirmasi resmi mengenai spesifikasi finalnya.

GPU Generasi Baru Siap Tingkatkan Gaming

Tidak hanya CPU, bagian grafis juga diperkirakan mendapatkan peningkatan besar. Dimensity 9600 kabarnya akan menggunakan GPU Immortalis generasi berikutnya dari ARM dengan nama kode "Magni".

Salah satu kemampuan yang menjadi sorotan adalah teknologi interpolasi frame berbasis perangkat keras. Berbeda dari pendekatan yang sepenuhnya mengandalkan software, teknologi ini memungkinkan proses pembuatan frame tambahan dilakukan langsung pada tingkat hardware.

Secara teori, teknologi tersebut dapat membantu game dengan frame rate 60 fps menghasilkan tampilan yang terasa lebih mendekati 120 fps. Selain meningkatkan kelancaran visual, pemrosesan melalui hardware juga berpotensi menekan latensi dibandingkan metode berbasis software.

Selain itu, kemampuan ray tracing juga disebut mengalami peningkatan. Teknologi ini memungkinkan game menghasilkan pencahayaan, pantulan, dan bayangan yang lebih realistis.

Dengan demikian, pengalaman bermain game di smartphone flagship yang menggunakan Dimensity 9600 berpotensi semakin mendekati kualitas visual perangkat PC dan konsol.

Kemampuan AI Semakin Serius

Tren AI juga menjadi bagian penting dalam pengembangan Dimensity 9600. MediaTek dikabarkan memberikan peningkatan besar pada Neural Processing Unit atau NPU yang menangani berbagai pekerjaan berbasis kecerdasan buatan.

Salah satu bocoran menyebut chipset ini akan menggunakan sistem Dual-NPU. Konsep tersebut membagi pekerjaan AI berdasarkan tingkat kebutuhan daya.

NPU berperforma tinggi dapat digunakan untuk tugas AI yang membutuhkan pemrosesan besar. Sementara itu, NPU berdaya rendah dapat menangani pekerjaan yang berjalan terus-menerus, seperti memahami konteks pengguna dan memantau aktivitas tertentu.

Selanjutnya, Dimensity 9600 juga disebut memiliki Neural Shader Scheduler. Teknologi ini diperkirakan mampu menentukan apakah sebuah tugas lebih tepat diproses menggunakan NPU atau GPU. Dengan begitu, penggunaan sumber daya dapat dibuat lebih efisien.

Dukungan terhadap Scalable Matrix Extension 2 atau SME2 juga dikabarkan hadir. Fitur tersebut dapat membantu mempercepat perhitungan matriks yang banyak digunakan dalam pemrosesan model AI dan large language model atau LLM.

Jika diterapkan dengan baik, kemampuan tersebut dapat membuat smartphone berbasis Dimensity 9600 lebih siap menghadapi berbagai fitur AI generatif yang semakin banyak digunakan.

Perbandingan Dimensity 9600 dan Dimensity 9500

Berdasarkan informasi yang beredar, berikut gambaran perbedaan kedua chipset tersebut:

SpesifikasiDimensity 9600 (Rumor)Dimensity 9500
Perkiraan peluncuranSeptember 2026September 2025
Proses fabrikasi2nm TSMC3nm TSMC
CPU2 super core 3 performa 3 efisiensi1 core 4,21 GHz 3 core 3,5 GHz 4 core 2,7 GHz
GPUImmortalis generasi baru "Magni"Mali-G1 Ultra MP12
Ray tracingPeningkatan hardwareDidukung
Interpolasi frameHardwareBerbasis software
RAMLPDDR5XLPDDR5X
PenyimpananUFS 4.0UFS 4.0

Perlu dicatat, spesifikasi Dimensity 9600 di atas masih berdasarkan rumor dan bocoran. Karena itu, konfigurasi final bisa saja berubah ketika MediaTek memperkenalkannya secara resmi.

Siap Menjadi Salah Satu Upgrade Terbesar?

Jika seluruh bocoran tersebut terbukti, Dimensity 9600 berpotensi menjadi peningkatan besar dibandingkan Dimensity 9500. Penggunaan fabrikasi 2nm, konfigurasi CPU baru, GPU generasi berikutnya, serta kemampuan AI yang lebih kuat membuat chipset ini memiliki sejumlah keunggulan menarik.

Selain itu, efisiensi yang lebih baik dapat membantu produsen smartphone menawarkan performa tinggi tanpa harus mengorbankan daya tahan baterai secara berlebihan.

Meski demikian, pengguna tetap perlu menunggu pengumuman resmi MediaTek. Pasalnya, nama produk, konfigurasi CPU, kecepatan clock, kemampuan GPU, hingga fitur AI yang sebenarnya bisa berbeda dari bocoran yang beredar.

Jika dilihat dari arah pengembangannya, Dimensity 9600 tampaknya tidak hanya ditujukan untuk membuat smartphone lebih cepat. Lebih dari itu, MediaTek ingin menjadikan chipset generasi baru ini sebagai pusat performa, gaming, dan pemrosesan AI pada ponsel flagship generasi berikutnya.