Hisense A10 Resmi Meluncur, Bawa Layar E-Ink dan Layar Warna Magnetik yang Bisa Dilepas
- Hisense
Selain itu, Hisense menyebut panel A10 tidak menggunakan kedipan layar dan tidak memancarkan cahaya biru seperti layar smartphone konvensional. Alhasil, perangkat ini lebih diarahkan untuk aktivitas seperti membaca buku digital, mempelajari dokumen, hingga memberikan anotasi pada file PDF.
Untuk meningkatkan respons layar, Hisense juga menggunakan chip E Ink T2000 TCON. Chip tersebut bertugas mengelola proses penyegaran layar secara mandiri. Dengan begitu, beban prosesor utama dapat dikurangi sekaligus membantu menekan efek ghosting yang sering menjadi salah satu kelemahan layar e-ink.
Punya Layar Warna yang Bisa Dilepas
Namun, fitur yang paling menarik dari Hisense A10 justru bukan hanya layar e-ink utamanya. Hisense menyediakan layar warna magnetik tambahan yang dapat dipasang di bagian belakang perangkat.
Panel LCD tambahan ini berukuran 4,96 inci dan menggunakan sistem cincin magnetik serta kontak logam untuk terhubung dengan bodi ponsel. Karena menggunakan mekanisme tersebut, pengguna dapat memasang atau melepas layar warna kapan saja sesuai kebutuhan.
Saat layar tambahan terpasang, pengalaman menggunakan A10 menjadi lebih mirip smartphone Android biasa. Pengguna misalnya dapat membuka media sosial, melihat gambar berwarna, membaca komik, menampilkan grafik, hingga menikmati video pendek.
Dengan demikian, pengguna tidak harus terus menggunakan layar warna. Ketika ingin fokus membaca atau menghemat daya, panel tersebut bisa dilepas dan A10 kembali mengandalkan layar e-ink.
Untuk A10 Ultra, layar warna magnetik sudah disertakan langsung dalam paket penjualan. Sementara itu, A10 Pro hanya mempunyai konektor magnetik yang sudah tersedia pada bodinya. Layar warna tambahannya harus dibeli secara terpisah.
Ditopang Snapdragon dan Sudah Mendukung 5G
Dari sisi performa, Hisense A10 menggunakan prosesor octa-core Qualcomm QCM6690 yang dibuat dengan proses fabrikasi 4nm. Chip tersebut mendukung jaringan 5G dan telah disesuaikan untuk perangkat dengan layar e-ink.
Menariknya, sistem pada ponsel ini dapat menyesuaikan penggunaan daya berdasarkan aktivitas. Ketika digunakan untuk membaca atau menjalankan tugas ringan, frekuensi prosesor dan konsumsi daya dapat diturunkan secara otomatis.
Sebaliknya, ketika pengguna menjalankan aplikasi yang membutuhkan performa lebih tinggi, sistem dapat meningkatkan kinerja prosesor agar antarmuka tetap terasa responsif.