MediaTek Dimensity 9600 Pro Resmi: Chip 2nm dengan ARM C2 dan AI Canggih
- mediatek
Selain itu, chipset ini dibekali cache L3 sebesar 16MB. Jika seluruh cache yang tersedia digabungkan, total kapasitas cache mencapai 34,5MB.
MediaTek menyebut jumlah cache L2 pada Dimensity 9600 Pro meningkat 21 persen dibandingkan Dimensity 9500. Kapasitas cache yang lebih besar dapat membantu prosesor mengakses data yang sering digunakan dengan lebih cepat. Hasilnya, kinerja aplikasi, multitasking, dan pemrosesan berat berpotensi menjadi lebih lancar.
Dari sisi performa, MediaTek mengklaim peningkatan CPU single-core sebesar 17 persen dan multi-core sebesar 15 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Selain lebih cepat, inti superbesar C2-Ultra disebut mampu mengurangi konsumsi daya hingga 37 persen. Sementara itu, konsumsi daya multi-core dapat turun hingga 61 persen pada tingkat performa puncak yang sama.
Skor Geekbench 6.4 Tembus 12.650 Poin
Klaim peningkatan performa tersebut juga disertai angka pengujian benchmark. Dalam Geekbench 6.4, Dimensity 9600 Pro disebut mampu meraih 4.276 poin untuk pengujian single-core dan 12.650 poin pada pengujian multi-core.
Sebagai perbandingan, Dimensity 9500 mencatat 3.666 poin single-core dan 11.014 poin multi-core dalam pengujian yang sama. Berdasarkan angka tersebut, Dimensity 9600 Pro memang menunjukkan peningkatan sekitar 17 persen pada single-core dan 15 persen pada multi-core.
Namun, perlu diingat bahwa skor benchmark bukan satu-satunya penentu pengalaman penggunaan ponsel. Performa nyata juga dipengaruhi oleh sistem pendingin, optimasi perangkat lunak, kapasitas RAM, serta pengaturan daya dari masing-masing produsen smartphone.
Chipset Pertama dengan LPDDR6 dan UFS 5.0
Selain CPU, MediaTek juga memperbarui sistem memori dan penyimpanan pada Dimensity 9600 Pro. Chipset ini diklaim sebagai prosesor mobile pertama yang mendukung memori LPDDR6 dan penyimpanan UFS 5.0.
Teknologi LPDDR6 disebut menawarkan kinerja hingga 33 persen lebih tinggi dibandingkan LPDDR5X. Peningkatan ini dapat membantu ponsel menangani aplikasi berat, pemrosesan AI, serta multitasking dengan lebih baik.
Sementara itu, UFS 5.0 diklaim mampu menggandakan kecepatan baca dan tulis berurutan dibandingkan UFS 4.0 dual-channel. Artinya, proses membuka aplikasi, memindahkan file besar, memasang gim, dan mengakses data berukuran besar berpotensi berlangsung lebih cepat.
Meskipun demikian, kecepatan akhir tetap bergantung pada jenis penyimpanan yang digunakan, kapasitasnya, dan optimasi perangkat.