MediaTek Dimensity 9600 Pro Resmi: Chip 2nm dengan ARM C2 dan AI Canggih

MediaTek Dimensity 9600 Pro
Sumber :
  • mediatek

GadgetVIVA - MediaTek kembali membuat gebrakan di industri chipset ponsel pintar dengan memperkenalkan Dimensity 9600 Pro. Chipset terbaru ini menjadi langkah penting bagi perusahaan karena dibangun menggunakan proses fabrikasi 2nm dari TSMC. Selain menawarkan peningkatan efisiensi daya, Dimensity 9600 Pro juga membawa arsitektur CPU baru berbasis inti ARM C2, dukungan memori LPDDR6, penyimpanan UFS 5.0, serta kemampuan kecerdasan buatan (AI) yang lebih kuat.

img_title Exynos 2700 Diklaim 20% Lebih Kencang dari Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, Galaxy S27 Makin Menarik

Dengan kombinasi tersebut, MediaTek menargetkan Dimensity 9600 Pro sebagai salah satu prosesor kelas flagship yang mampu memberikan performa tinggi tanpa mengorbankan efisiensi energi. Bahkan, perusahaan mengklaim bahwa chipset ini membawa peningkatan besar dibandingkan generasi sebelumnya, Dimensity 9500.

Dibangun dengan Teknologi 2nm TSMC

img_title Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 vs Dimensity 9600 Pro: Adu Kencang Chipset 2nm Terbaru

Salah satu daya tarik utama Dimensity 9600 Pro adalah penggunaan proses fabrikasi 2nm dari TSMC. Teknologi ini menjadi tonggak baru bagi MediaTek dalam pengembangan chipset mobile karena menawarkan kepadatan transistor dan efisiensi yang lebih baik dibandingkan proses 3nm.

Menurut klaim MediaTek, perpindahan dari teknologi 3nm ke 2nm mampu meningkatkan performa chip hingga 14 persen. Pada saat yang sama, konsumsi daya dapat ditekan sebesar 23 persen pada tingkat chip secara keseluruhan.

img_title Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 Tembus 5 GHz, tetapi Skor GPU Belum Selalu Unggul

Dimensity 9600 Pro juga memiliki lebih dari 33 miliar transistor. Jumlah tersebut menunjukkan kompleksitas rancangan chipset yang semakin tinggi, terutama karena MediaTek tidak hanya meningkatkan teknologi fabrikasi, tetapi juga memperbarui arsitektur CPU, GPU, sistem memori, dan kemampuan AI.

Dengan demikian, peningkatan yang ditawarkan tidak sekadar berasal dari ukuran transistor yang lebih kecil. Perubahan pada setiap bagian chip turut berperan dalam menghasilkan kinerja yang lebih cepat dan hemat daya.

Membawa Arsitektur CPU ARM C2 Generasi Baru

Untuk sektor pemrosesan, Dimensity 9600 Pro menggunakan konfigurasi CPU 2 3 3. Susunan ini terdiri dari dua inti superbesar C2-Ultra, tiga inti besar C2 Pro berkecepatan tinggi, dan tiga inti C2 Pro dengan frekuensi lebih rendah.

Berikut rincian konfigurasi CPU yang diperkenalkan MediaTek:

  • 2 inti C2-Ultra: Kecepatan hingga 4,55GHz dengan cache L2 sebesar 2MB per inti.
  • 3 inti C2 Pro: Kecepatan hingga 4,35GHz dengan cache L2 sebesar 1MB per inti.
  • 3 inti C2 Pro: Kecepatan hingga 3,10GHz dengan cache L2 sebesar 512KB per inti.

Selain itu, chipset ini dibekali cache L3 sebesar 16MB. Jika seluruh cache yang tersedia digabungkan, total kapasitas cache mencapai 34,5MB.

MediaTek menyebut jumlah cache L2 pada Dimensity 9600 Pro meningkat 21 persen dibandingkan Dimensity 9500. Kapasitas cache yang lebih besar dapat membantu prosesor mengakses data yang sering digunakan dengan lebih cepat. Hasilnya, kinerja aplikasi, multitasking, dan pemrosesan berat berpotensi menjadi lebih lancar.

Dari sisi performa, MediaTek mengklaim peningkatan CPU single-core sebesar 17 persen dan multi-core sebesar 15 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Selain lebih cepat, inti superbesar C2-Ultra disebut mampu mengurangi konsumsi daya hingga 37 persen. Sementara itu, konsumsi daya multi-core dapat turun hingga 61 persen pada tingkat performa puncak yang sama.

Skor Geekbench 6.4 Tembus 12.650 Poin

Klaim peningkatan performa tersebut juga disertai angka pengujian benchmark. Dalam Geekbench 6.4, Dimensity 9600 Pro disebut mampu meraih 4.276 poin untuk pengujian single-core dan 12.650 poin pada pengujian multi-core.

Sebagai perbandingan, Dimensity 9500 mencatat 3.666 poin single-core dan 11.014 poin multi-core dalam pengujian yang sama. Berdasarkan angka tersebut, Dimensity 9600 Pro memang menunjukkan peningkatan sekitar 17 persen pada single-core dan 15 persen pada multi-core.

Namun, perlu diingat bahwa skor benchmark bukan satu-satunya penentu pengalaman penggunaan ponsel. Performa nyata juga dipengaruhi oleh sistem pendingin, optimasi perangkat lunak, kapasitas RAM, serta pengaturan daya dari masing-masing produsen smartphone.

Chipset Pertama dengan LPDDR6 dan UFS 5.0

Selain CPU, MediaTek juga memperbarui sistem memori dan penyimpanan pada Dimensity 9600 Pro. Chipset ini diklaim sebagai prosesor mobile pertama yang mendukung memori LPDDR6 dan penyimpanan UFS 5.0.

Teknologi LPDDR6 disebut menawarkan kinerja hingga 33 persen lebih tinggi dibandingkan LPDDR5X. Peningkatan ini dapat membantu ponsel menangani aplikasi berat, pemrosesan AI, serta multitasking dengan lebih baik.

Sementara itu, UFS 5.0 diklaim mampu menggandakan kecepatan baca dan tulis berurutan dibandingkan UFS 4.0 dual-channel. Artinya, proses membuka aplikasi, memindahkan file besar, memasang gim, dan mengakses data berukuran besar berpotensi berlangsung lebih cepat.

Meskipun demikian, kecepatan akhir tetap bergantung pada jenis penyimpanan yang digunakan, kapasitasnya, dan optimasi perangkat.

GPU G2-Ultra NX dan Kemampuan Gaming

Untuk mendukung kebutuhan grafis, MediaTek menyematkan GPU baru bernama G2-Ultra NX. Perusahaan mengklaim GPU ini memberikan peningkatan performa puncak hingga 27 persen dibandingkan generasi sebelumnya.

Di sisi efisiensi, konsumsi daya disebut berkurang 24 persen pada tingkat keluaran grafis yang sama. Selain itu, kemampuan ray tracing meningkat sebesar 18 persen. Teknologi ray tracing memungkinkan pencahayaan, pantulan, dan bayangan dalam gim terlihat lebih realistis.

MediaTek juga menyebut Dimensity 9600 Pro mampu mendorong frame rate gim hingga 185fps. Akan tetapi, pencapaian tersebut tetap bergantung pada dukungan layar, pengaturan grafis, serta kemampuan gim yang dimainkan.

Dengan GPU baru ini, Dimensity 9600 Pro berpotensi menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan gaming mobile dan visual berkualitas tinggi.

Peningkatan Kamera dan Efisiensi Dekode Video

Pada sektor fotografi dan videografi, chipset ini mengandalkan ISP Imagiq 1290. Prosesor gambar tersebut mendukung perekaman video 4K hingga 240fps, yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan video gerak lambat dengan detail lebih tinggi.

Selain itu, MediaTek membekali Dimensity 9600 Pro dengan dukungan dekode perangkat keras H.266. Teknologi ini memungkinkan proses pemutaran video ditangani secara lebih efisien oleh perangkat keras khusus.

Perusahaan mengklaim penggunaan dekode H.266 dapat mengurangi konsumsi daya hingga 23 persen dibandingkan metode dekode berbasis perangkat lunak. Dengan begitu, aktivitas menonton video beresolusi tinggi diharapkan tidak terlalu membebani baterai.

AI Menjadi Fokus Utama Dimensity 9600 Pro

Selain performa CPU dan GPU, kemampuan AI menjadi salah satu bagian terpenting dalam Dimensity 9600 Pro. MediaTek menggunakan sistem NPU ganda yang terdiri dari NPU 1090 berkinerja tinggi generasi ke-10 dan NPU hemat daya generasi kedua.

NPU berkinerja tinggi diklaim mengalami peningkatan kemampuan pengisian awal hingga 51 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Sementara itu, NPU hemat daya dapat mengurangi konsumsi energi hingga 40 persen untuk tugas-tugas penginderaan yang berjalan terus-menerus.

MediaTek juga memperkenalkan Generative AI Engine 3.0. Mesin AI ini menawarkan peningkatan dua kali lipat pada kemampuan komputasi INT4 dibandingkan pendahulunya. Berkat peningkatan tersebut, Dimensity 9600 Pro disebut mampu menjalankan model AI campuran dengan hingga 30 miliar parameter langsung di perangkat.

Kemampuan ini membuka peluang bagi fitur AI yang dapat bekerja tanpa koneksi internet atau ketergantungan penuh pada layanan cloud. Contohnya meliputi pemrosesan teks, pembuatan konten, penerjemahan, dan berbagai fitur pintar lainnya.

Arsitektur Tianji untuk Mengatur Beban Kerja

Untuk mengoptimalkan seluruh kemampuan tersebut, MediaTek mengembangkan Arsitektur Fusi Komputasi Cerdas Tianji. Sistem ini dirancang untuk mengatur penggunaan CPU, NPU, dan memori sebagai satu kesatuan.

Dengan pendekatan tersebut, tugas AI berukuran besar dapat berjalan bersamaan dengan aplikasi biasa. MediaTek mengklaim sistem ini membantu menjaga penggunaan sumber daya tetap seimbang, sehingga performa dapat dipertahankan tanpa meningkatkan konsumsi daya secara berlebihan.

Secara keseluruhan, Dimensity 9600 Pro membawa sejumlah peningkatan besar, mulai dari proses fabrikasi 2nm, CPU ARM C2, GPU baru, dukungan LPDDR6 dan UFS 5.0, hingga pemrosesan AI di perangkat. Jika klaim MediaTek dapat diwujudkan dalam produk komersial, chipset ini berpotensi memperketat persaingan di pasar ponsel flagship dan menjadi salah satu platform mobile yang menarik untuk dinantikan.