OPPO Watch S2 Punya Mode Pembakar Lemak dan Baterai Tahan 10 Hari
- Dok. OPPO via Notebookcheck
GadgetVIVA - OPPO Watch S2 resmi diperkenalkan di China dengan harga mulai Rp4,2 jutaan (¥1.599). Smartwatch ini membawa layar AMOLED sangat terang, sensor kesehatan lebih lengkap, mode olahraga FatMax, serta baterai hingga 10 hari. Namun, belum ada jadwal rilis resmi di Tanah Air maupun pasar global lainnya.
Penjualan di China dibuka pada 24 September. OPPO memperkenalkan Watch S2 bersamaan dengan peluncuran seri smartphone Find X10, sehingga perangkat ini diposisikan sebagai pendamping baru untuk pengguna yang ingin memantau olahraga, kesehatan, dan notifikasi harian dari pergelangan tangan.
Layar Terang untuk Lari Siang Bolong
OPPO Watch S2 memakai layar AMOLED berukuran 1,46 inci. Dalam pemakaian sehari-hari, tingkat kecerahannya berada di angka 600 nits, cukup untuk membaca notifikasi, melihat data latihan, atau mengecek waktu tanpa harus terus mencari tempat teduh.
Saat digunakan untuk olahraga luar ruangan tertentu, kecerahan layar dapat meningkat hingga 3.000 nits. Angka ini memang tidak selalu aktif sepanjang waktu, tetapi berguna ketika pengguna sedang berlari, bersepeda, atau berjalan di bawah sinar matahari langsung. Data detak jantung dan durasi latihan pun tetap lebih mudah dilihat sekilas.
Bodi jam memiliki ketebalan 8,9 mm, belum termasuk tonjolan sensor di bagian bawah, dengan bobot 34,5 gram. Ukurannya masih dekat dengan OPPO Watch S generasi pertama, tetapi OPPO menyertakan tali berbahan fluoroelastomer bersegmen yang diklaim lebih tipis dan lebih mudah mengalirkan udara.
Pilihan warnanya terdiri dari Dynamic Orange, Mist Pink, dan Mountain Shadow Gray. Pilihan tersebut membuat Watch S2 tidak terasa seperti perangkat olahraga yang hanya cocok dipakai saat latihan, karena masih cukup mudah dipadukan dengan pakaian harian.
FatMax Mengubah Cara Jam Menghitung Latihan
Fitur paling menarik pada Watch S2 adalah FatMax. Alih-alih hanya memberi zona detak jantung umum, mode ini menghitung target detak jantung pribadi berdasarkan tinggi badan, berat badan, detak jantung saat istirahat, serta VO2 max pengguna.
OPPO Watch S2 tersedia dalam tiga pilihan warna dengan tali fluoroelastomer bersegmen.
- Dok. OPPO via Notebookcheck
Saat latihan berlangsung, jam memberikan arahan secara real-time agar pengguna tetap berada di rentang detak jantung tersebut. Watch S2 juga memperkirakan jumlah gram lemak dan karbohidrat yang terbakar selama sesi olahraga, sehingga pengguna tidak hanya melihat berapa lama sudah berlari, tetapi juga mendapat gambaran tentang jenis energi yang digunakan tubuh.
Fitur ini bukan berarti jam dapat menggantikan pemeriksaan medis atau pengukuran laboratorium. Namun, bagi pengguna yang sedang mengatur intensitas lari, bersepeda, atau latihan kardio, target yang lebih personal bisa terasa lebih berguna dibanding angka zona detak jantung standar.
OPPO menyediakan lebih dari 100 mode olahraga. Untuk aktivitas luar ruangan, dukungan GPS dual-frequency membantu pencatatan rute menjadi lebih stabil, terutama ketika digunakan di area dengan banyak gedung atau jalur yang berliku. Pengguna tetap perlu menguji akurasinya dalam pemakaian nyata, sebab hasil GPS dapat berubah tergantung lingkungan dan kondisi langit.
Sensor Kesehatannya Makin Serius
Bagian belakang Watch S2 membawa susunan sensor baru. Perangkat ini menggabungkan sensor detak jantung optik delapan kanal, sensor oksigen darah 16 kanal, elektroda ECG, dan sensor suhu.
Menurut OPPO, sensor optiknya mampu menangani gangguan 75 persen lebih baik dibanding generasi sebelumnya dan mencapai akurasi detak jantung 98,8 persen saat berolahraga. Klaim tersebut berasal dari OPPO, sehingga belum bisa dianggap sebagai hasil pengujian independen, tetapi setidaknya menunjukkan fokus utama Watch S2 pada pemantauan kesehatan dan kebugaran.
Ada pula fitur pemeriksaan kesehatan selama 60 detik. Dalam satu kali pembacaan, jam dapat mencatat 13 metrik. Watch S2 juga memantau tidur, melakukan penyaringan terhadap kemungkinan gangguan sleep apnea, serta memeriksa kadar oksigen darah sepanjang hari.
Informasi seperti ini paling berguna sebagai catatan kebiasaan. Jika jam menemukan pola tidur buruk atau hasil pengukuran terasa tidak wajar berulang kali, pengguna sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis, bukan mengambil keputusan kesehatan hanya berdasarkan data dari smartwatch.
Baterai Bisa 10 Hari, Tapi Ada Syaratnya
Watch S2 memiliki sensor ECG, suhu, detak jantung optik delapan kanal, dan oksigen darah 16 kanal.
- Dok. OPPO via Notebookcheck
OPPO mengklaim Watch S2 mampu bertahan hingga tujuh hari dalam pemakaian umum. Dengan mode penghemat baterai aktif, daya tahan dapat mencapai 10 hari. Sementara itu, penggunaan layar selalu aktif atau always-on display memangkas daya tahan menjadi sekitar empat hari.
Artinya, pengguna yang ingin tampilannya selalu menyala perlu lebih sering mengisi daya. Sebaliknya, pengguna yang cukup menyalakan layar saat mengangkat pergelangan tangan bisa mendapatkan masa pakai lebih panjang dan tidak terlalu sering mencari charger.
Watch S2 juga memiliki ketahanan air 5ATM serta sertifikasi IP69 dan IP69K untuk perlindungan terhadap debu dan air. Sertifikasi ini membuatnya lebih siap menemani aktivitas harian, termasuk terkena keringat atau cipratan air, tetapi tetap bukan alasan untuk mengabaikan panduan penggunaan saat berenang atau melakukan olahraga air.
Dari sisi perangkat lunak, jam menjalankan ColorOS Watch 17 dengan fitur Fluid Cloud. Fitur ini menampilkan pembaruan langsung dari layanan seperti transportasi dan pengantaran makanan. Watch S2 juga dapat terhubung ke dua smartphone sekaligus dan meneruskan notifikasi dari keduanya.
Dukungan NFC untuk kartu transportasi dan kontrol berbasis gestur melengkapi pengalaman penggunaan. Namun, fungsi NFC dan layanan tertentu tetap dapat bergantung pada wilayah, dukungan aplikasi, serta ekosistem OPPO di negara tempat perangkat digunakan.
Sebelum Ikut Antre, Perhatikan Hal Ini
Harga OPPO Watch S2 di China dimulai dari Rp4,2 jutaan (¥1.599), dengan penjualan perdana pada 24 September. Sampai sekarang, OPPO belum mengumumkan harga atau tanggal rilis untuk luar China. OPPO Watch S generasi sebelumnya baru tersedia di pasar global beberapa bulan setelah peluncuran di China, dengan harga sekitar Rp5,3 jutaan (€259).
OPPO juga menambahkan opsi warna Titanium Moon untuk Watch X3, smartwatch flagship yang diperkenalkan pada Maret. Varian tersebut dibanderol sekitar Rp7,4 jutaan (¥2.799) dan mulai dijual pada tanggal yang sama dengan Watch S2.
Dengan layar 3.000 nits, FatMax, sensor kesehatan lengkap, dan baterai hingga 10 hari, Watch S2 terlihat menarik untuk pengguna yang rutin berolahraga dan ingin memantau kebiasaan tubuh dari hari ke hari. Nilai jualnya bukan sekadar desain tipis, melainkan kombinasi data latihan personal dan daya tahan yang cukup panjang.
Tetap ada beberapa hal yang perlu ditunggu, terutama kepastian dukungan layanan, fitur NFC, harga resmi, serta kehadirannya di Tanah Air. Tanpa informasi tersebut, perbandingan dengan smartwatch lain belum bisa dilakukan secara adil.
- Pertimbangkan OPPO Watch S2 jika Anda membutuhkan smartwatch olahraga dengan target detak jantung personal, GPS dual-frequency, dan baterai panjang.
- Pilih perangkat ini jika layar terang untuk aktivitas luar ruangan menjadi kebutuhan penting.
- Tahan dulu jika Anda membutuhkan smartwatch yang bisa langsung dibeli dan dipakai resmi di Indonesia.
- Jangan menjadikan fitur kesehatan sebagai pengganti pemeriksaan dokter, terutama untuk ECG, sleep apnea, dan hasil oksigen darah yang terus menunjukkan kejanggalan.