Sony Xperia 10 VIII Andalkan Layar OLED Lebih Terang dan Jack Audio 3,5 mm
- Dok. Sony
GadgetVIVA - Sony resmi memperbarui lini smartphone mid-range mereka lewat Xperia 10 VIII. Ponsel ini mempertahankan identitas kompak dengan bobot hanya 168 gram, menjadikannya salah satu perangkat paling ringan di kelasnya. Peningkatan paling terasa ada di sektor layar: panel OLED 6,1 inci kini sekitar 50 persen lebih terang dibanding Xperia 10 VII, sehingga keterbacaan di bawah sinar matahari langsung jauh lebih baik.
Namun, ada catatan penting. Sony masih mengandalkan chipset Snapdragon 6 Gen 3 yang sama seperti generasi sebelumnya, ditambah kapasitas penyimpanan internal 128 GB dan port USB 2.0. Kombinasi ini terasa kurang ambisius mengingat harga jual yang naik cukup signifikan. Pertanyaannya, apakah peningkatan layar saja cukup untuk membenarkan harga barunya?
Layar OLED Lebih Terang, Tapi HDR Absen
Peningkatan kecerahan 50 persen pada panel OLED 6,1 inci menjadi daya tarik utama Xperia 10 VIII. Di luar ruangan, perbedaan ini langsung terasa. Teks dan ikon tetap terbaca jelas meski layar terkena pantulan cahaya matahari. Reproduksi warna juga akurat, cocok untuk konsumsi konten sehari-hari.
Sayangnya, Sony belum menambahkan dukungan HDR pada panel ini. Untuk ponsel di harga yang terus merangkak naik, absennya HDR terasa janggal, terutama saat menonton film atau serial dari layanan streaming. Frekuensi PWM 480 Hz juga perlu dicatat bagi pengguna yang sensitif terhadap kedipan layar, karena bisa memicu ketidaknyamanan pada sesi pemakaian panjang.
Desain bezel lebar di atas dan bawah layar memang terlihat ketinggalan zaman. Tapi ada sisi positifnya: layar bebas dari notch dan punch-hole. Hasilnya, area tampilan tetap utuh tanpa gangguan visual.
Performa Stagnan dan Panas Saat Beban Berat
Dapur pacu Xperia 10 VIII tidak berubah dari generasi sebelumnya. Snapdragon 6 Gen 3 masih cukup untuk tugas harian seperti menjelajah browser, membalas pesan, dan membuka aplikasi produktivitas. Namun, pengguna akan merasakan stutter sesekali saat multitasking berat.
Untuk gaming, Adreno 710 cepat mencapai batasnya. Game dengan grafis menengah ke atas akan langsung mendorong chipset ini ke suhu tinggi. Throttling termal pun terjadi, membuat frame rate tidak stabil dalam sesi bermain yang panjang. Ini catatan penting bagi pengguna yang menginginkan ponsel mid-range untuk gaming kasual sekalipun.