Timex Marlin Chatham Automatic: Jam Tangan Mungil yang Terasa Lebih 'Benar' di Zaman Serba Besar
- Dok. Timex
GadgetVIVA - Ada satu ironi yang kerap saya rasakan saat melihat tren jam tangan masa kini. Di satu sisi, banyak dari kita mendambakan kenyamanan dan keanggunan klasik yang dulu melekat pada jam berukuran 34mm hingga 38mm. Namun di sisi lain, kita terus disuguhi jam tangan berdiameter 42mm, 44mm, bahkan 46mm yang membuat pergelangan tangan serasa dipajang. Rasanya seperti berperang antara nostalgia dan kebutuhan akan 'presensi' di pergelangan. Di tengah kebingungan ini, Timex seolah memberikan jawaban paling membumi lewat rilisan terbaru lini Marlin-nya: Chatham Automatic.
Bodi 36mm: Bukan Kecil, Tapi Pas
Timex baru saja memperkenalkan dua varian baru Marlin Chatham Automatic. Yang menarik, model ini justru mengusung diameter case 36mm, sebuah ukuran yang kini bisa dibilang langka di kelas jam mekanis entry-level. Namun jangan salah sangka. Ukuran ini bukan berarti 'kecil' dalam artian sempit. Dengan desain cushion case yang khas - bentuk persegi dengan sudut membulat - jam ini memiliki kehadiran visual yang solid di pergelangan.
Bodi 36mm Timex Marlin Chatham dengan desain cushion case klasik.
- Dok. Timex
Angka 36mm juga menjadi pilihan yang cerdas. Ia berada di zona nyaman antara jam vintage murni dan jam modern yang cenderung besar. Bagi pergelangan tangan Asia pada umumnya, ukuran ini adalah definisi 'pas': tidak terlalu kecil untuk dianggap feminin, tidak pula terlalu besar hingga menyembunyikan strap. Dengan ketebalan 12mm dan jarak lug-to-lug 44,5mm, jam ini dipastikan nyaman dipakai sehari-hari, bahkan untuk mereka yang belum terbiasa dengan jam mekanis.
Dua Wajah yang Sama-Sama Memikat
Rilisan ini hadir dalam dua pilihan warna yang kontras. Pertama, varian silver-tone (TW2Y84300) dengan dial putih bersih dan strap kulit hitam, yang memancarkan kesan formal dan klasik. Kedua, varian gold-tone (TW2Y84500) dengan dial hitam dan strap kulit cokelat, yang lebih hangat dan berkarakter vintage - cocok untuk mereka yang ingin tampil sedikit lebih berani tanpa berlebihan.
Mesin automatic Miyota 8215 terlihat melalui exhibition caseback.
- Dok. Timex
Kedua varian ini sama-sama menggunakan casing stainless steel yang dipoles. Namun, kejutan sebenarnya ada di dial. Timex memilih untuk menggunakan angka Breguet terapan yang terbuat dari logam. Ini bukan sekadar angka cetak biasa. Sentuhan applied Breguet numerals memberi dimensi ekstra pada dial, membuatnya terasa lebih mahal dari banderolnya. Ini adalah pilihan desain yang jarang kita temui di jam tangan seharga Rp5 jutaan.