Xiaomi Door dan Window Sensor 3, Baterai Tahan 3 Tahun

Xiaomi Door dan Window Sensor 3
Sumber :
  • xiaomi

GadgetVIVA - Xiaomi kembali memperluas jajaran perangkat rumah pintar dengan meluncurkan Xiaomi Door and Window Sensor 3 di China. Sensor pintu dan jendela generasi terbaru ini hadir melalui kampanye crowdfunding di platform Xiaomi Youpin. Menariknya, perangkat tersebut menawarkan peningkatan daya tahan baterai hingga tiga tahun, desain ringkas, serta dukungan otomatisasi rumah pintar.

img_title Poco X8 Gebrak Segmen Mid-Range, Bawa Baterai 30 Jam dan Ketahanan IP69K

Melalui produk terbarunya ini, Xiaomi ingin memberikan solusi praktis bagi pengguna yang ingin memantau kondisi pintu, jendela, laci, hingga lemari secara lebih mudah. Selain itu, sensor ini dapat dihubungkan dengan berbagai perangkat pintar lain untuk menciptakan sistem rumah yang lebih terintegrasi.

Kampanye crowdfunding Xiaomi Door and Window Sensor 3 dimulai pada 12 Oktober 2026 dan berlangsung hingga 19 Oktober 2026. Selama periode tersebut, konsumen di China dapat memperoleh perangkat ini dengan harga 44 yuan atau sekitar US$6.

img_title Poco X8 Tawarkan Baterai Tahan 30 Jam dan Layar Terang, Siap Jadi Andalan Harian?

Harga tersebut membuat sensor ini berpotensi menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin membangun ekosistem rumah pintar dengan biaya terjangkau. Namun, ketersediaan di pasar global, termasuk Indonesia, belum diumumkan.

1. Baterai CR2032 Diklaim Tahan Hingga Tiga Tahun

img_title Redmi K100 Resmi Ungkap Layar 165Hz dan Kecerahan 3.500 Nits, Siap Jadi HP Gaming Andalan!

Salah satu keunggulan utama Xiaomi Door and Window Sensor 3 terletak pada daya tahan baterainya. Xiaomi menggunakan baterai kancing CR2032 yang diklaim mampu bertahan hingga tiga tahun dalam kondisi penggunaan tertentu.

Sebagai perbandingan, generasi sebelumnya, Xiaomi Door and Window Sensor 2 yang diperkenalkan pada 2020, memiliki perkiraan daya tahan baterai sekitar satu tahun. Dengan demikian, model terbaru ini menawarkan masa pakai baterai yang lebih panjang sehingga pengguna tidak perlu terlalu sering melakukan penggantian.

Selain itu, aplikasi Xiaomi Home dapat mengirimkan pemberitahuan ketika daya baterai mulai menipis. Fitur tersebut membantu pengguna mengganti baterai sebelum sensor berhenti berfungsi.

Meski begitu, daya tahan sebenarnya dapat berbeda bergantung pada frekuensi penggunaan, kondisi pemasangan, dan lingkungan tempat sensor digunakan.

2. Menggunakan Teknologi Sensor Magnetoresistif Terowongan

Xiaomi juga membawa perubahan pada teknologi pendeteksian di perangkat barunya. Jika generasi sebelumnya menggunakan sensor Hall, Xiaomi Door and Window Sensor 3 beralih ke teknologi tunnel magnetoresistance atau TMR.

Teknologi ini memanfaatkan perubahan hambatan listrik akibat medan magnet untuk mendeteksi posisi magnet yang terpasang pada pintu atau jendela. Dengan pendekatan tersebut, Xiaomi mengklaim sensor terbaru mampu merespons perubahan dengan lebih cepat sekaligus mengonsumsi daya lebih rendah dibandingkan sensor Hall tradisional.

Peningkatan ini penting karena sensor harus dapat mengenali perubahan posisi pintu dan jendela secara konsisten. Ketika pintu dibuka atau ditutup, perangkat akan mendeteksi perubahan tersebut dan meneruskan informasi ke sistem rumah pintar yang terhubung.

Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Xiaomi tidak menyebutkan keberadaan sensor cahaya seperti yang tersedia pada Door and Window Sensor 2. Artinya, pengguna yang sebelumnya memanfaatkan pembacaan cahaya untuk menjalankan otomatisasi mungkin memerlukan perangkat tambahan, seperti sensor cahaya Mijia.

3. Memantau Pintu, Jendela, Laci, dan Lemari

Sesuai namanya, Xiaomi Door and Window Sensor 3 dirancang untuk memantau kondisi pintu dan jendela. Akan tetapi, penggunaannya tidak terbatas pada dua jenis bukaan tersebut.

Berkat bentuknya yang kecil, perangkat ini juga dapat dipasang pada laci, pintu lemari, hingga kotak penyimpanan. Dengan begitu, pengguna dapat mengetahui apakah suatu tempat penyimpanan sedang terbuka atau tertutup.

Untuk menggunakannya, sensor perlu dipasangkan dengan gateway Bluetooth Mesh yang kompatibel. Setelah proses pemasangan selesai, pengguna dapat memantau status perangkat melalui aplikasi Xiaomi Home.

Aplikasi tersebut tidak hanya menampilkan kondisi terkini, tetapi juga mencatat riwayat pendeteksian. Pengguna dapat melihat jumlah aktivitas membuka dan menutup dalam sehari, serta memantau berapa lama pintu atau jendela berada dalam kondisi terbuka maupun tertutup.

Selain itu, notifikasi dapat dikirimkan ke ponsel ketika sensor mendeteksi perubahan. Fitur ini berguna bagi pengguna yang ingin memantau kondisi rumah saat sedang bekerja atau bepergian.

4. Mendukung Otomatisasi Rumah Pintar

Keunggulan lainnya adalah dukungan terhadap fitur Smart Connect dalam ekosistem Xiaomi. Melalui aplikasi Xiaomi Home, sensor dapat dihubungkan dengan perangkat rumah pintar lain yang kompatibel untuk menjalankan berbagai otomatisasi.

Sebagai contoh, pengguna dapat mengatur agar lampu pintar menyala secara otomatis ketika pintu dibuka. Sebaliknya, saat jendela terbuka, sistem dapat memberikan perintah untuk mematikan AC agar penggunaan energi lebih efisien.

Pengguna juga bisa menghubungkan sensor dengan perangkat pendamping AC, sakelar pintar, detektor kebocoran air, serta perangkat pemantau suhu dan kelembapan yang kompatibel.

Bahkan, sensor dapat dimanfaatkan untuk membuat pengingat tertentu. Misalnya, sistem memberikan pemberitahuan ketika jendela masih terbuka saat kelembapan meningkat atau ketika pengguna perlu memeriksa kondisi jendela saat hujan.

Meski demikian, seluruh skenario tersebut harus diatur terlebih dahulu melalui aplikasi Xiaomi Home. Pengguna juga perlu memiliki perangkat pendukung yang sesuai karena sensor ini tidak dapat menjalankan semua otomatisasi secara mandiri.

5. Desain Ringkas dengan Panduan Pemasangan

Dari sisi desain, Xiaomi Door and Window Sensor 3 mengusung bodi kecil dan ringan agar mudah dipasang pada berbagai permukaan. Ukurannya memungkinkan perangkat ditempatkan pada area yang relatif sempit tanpa mengganggu penggunaan pintu, laci, atau lemari.

Xiaomi turut menyertakan panduan pemasangan pada bodi sensor untuk membantu pengguna menyelaraskan posisinya dengan magnet. Penempatan yang tepat sangat penting karena sensor mengandalkan perubahan jarak antara kedua komponen untuk mengenali aktivitas membuka dan menutup.

Jika pemasangan tidak sesuai, perangkat berisiko gagal mendeteksi perubahan posisi secara akurat. Oleh sebab itu, petunjuk tersebut dapat membantu mengurangi kesalahan saat instalasi.

Xiaomi Door and Window Sensor 3 menawarkan sejumlah peningkatan yang menarik, mulai dari baterai CR2032 dengan daya tahan hingga tiga tahun, teknologi sensor TMR, pencatatan aktivitas, sampai dukungan otomatisasi rumah pintar.

Dengan harga crowdfunding 44 yuan, perangkat ini menjadi pilihan menarik bagi pengguna di China yang ingin meningkatkan keamanan dan kenyamanan rumah tanpa mengeluarkan biaya besar.

Namun, absennya informasi mengenai sensor cahaya menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi pengguna generasi sebelumnya yang mengandalkan fitur tersebut. Selain itu, kebutuhan gateway Bluetooth Mesh dan perangkat tambahan perlu diperhitungkan sebelum membangun sistem otomatisasi.

Jika nantinya tersedia secara luas, Xiaomi Door and Window Sensor 3 berpotensi menjadi salah satu aksesori praktis untuk melengkapi ekosistem rumah pintar Xiaomi.