Apple iPhone 18 Pro Bawa Bukaan Aperture Variabel, Benarkah Lebih Unggul dari Android?
- Dok. Apple
GadgetVIVA - Apple baru saja memperkenalkan iPhone 18 Pro dengan fitur kamera yang cukup unik, yaitu variable aperture atau bukaan aperture variabel. Pada dasarnya, kamera iPhone 18 Pro bisa mengatur bukaan lensa secara mekanis dari f/1,48 hingga f/4. Tujuannya jelas: memberikan kontrol lebih pada depth of field dan ketajaman gambar. Apple ingin menyaingi ponsel Android flagship yang sudah lebih dulu unggul di sektor fotografi.
Namun, jika Anda mengikuti perkembangan industri smartphone beberapa tahun terakhir, fitur ini bukanlah hal baru. Bahkan, bisa dibilang ini adalah teknologi yang sempat populer di kubu Android, lalu perlahan mulai ditinggalkan. Xiaomi, Samsung, dan Sony pernah mencoba pendekatan serupa, dan kini mereka justru kembali ke aperture tetap. Lantas, apa bedanya dengan implementasi Apple? Apakah iPhone 18 Pro benar-benar menawarkan sesuatu yang lebih baik?
Sejarah Panjang Aperture Variabel di Ponsel Android
Apple mungkin baru mengenalkan aperture variabel di iPhone 18 Pro, tapi sebenarnya fitur ini sudah menjadi langganan di ponsel Android kelas atas sejak beberapa generasi lalu. Xiaomi adalah salah satu yang paling getol mengusungnya. Seri Xiaomi 13 Ultra dan 14 Ultra misalnya, dibekali aperture variabel di kamera utama. Namun, menariknya, pada Xiaomi 15 Ultra dan penerusnya, fitur ini dihilangkan sama sekali.
Samsung juga punya pengalaman serupa. Raksasa Korea itu memperkenalkan dynamic aperture pada seri Galaxy S9 dan S10, di mana kamera bisa beralih antara dua bukaan (f/1.5 dan f/2.4). Tapi setelah Galaxy S20 series pada 2020, fitur ini tidak pernah muncul lagi. Sony, melalui Xperia Pro-i, juga sempat menerapkan aperture variabel, namun kini kembali ke desain aperture tetap di lini Xperia terbaru.
Fakta bahwa hampir semua vendor Android kelas atas meninggalkan aperture variabel bukan tanpa alasan. Kompleksitas mekanis yang tinggi di dalam bodi ponsel yang sangat tipis seringkali membutuhkan kompromi. Rongga untuk bilah aperture mengambil ruang yang berharga dan menambah bobot perangkat. Lebih dari itu, komponen mekanis seperti ini rentan aus dan lebih mudah rusak saat terjatuh.