Xiaomi Pad 9 Pro Max Rajai Tablet Terkencang AnTuTu, Mana Pilihan Anda?

Xiaomi Pad 9 Pro Max memuncaki daftar tablet Android terkencang versi AnTuTu
Sumber :
  • Dok. Xiaomi

GadgetVIVA - Persaingan performa tablet Android mencapai standar baru pada pengujian AnTuTu V12 periode Oktober 2026. Xiaomi Pad 9 Pro Max berhasil merebut posisi puncak sebagai tablet Android paling bertenaga, menumbangkan jajaran kompetitor berat yang mengandalkan chipset flagship generasi terbaru.

img_title Alldocube iPlay 80 Mini Bawa Layar 8.7 Inci dan 4G LTE, Pas untuk Komik

Hasil pengujian rata-rata ini memperlihatkan dominasi arsitektur pemrosesan baru serta sistem pendinginan internal yang makin agresif. Bagi pengguna yang mendambakan perangkat bongsor untuk kebutuhan kerja berat maupun pengolahan grafis tingkat tinggi, daftar sepuluh besar ini memberikan gambaran jernih mengenai pemetaan performa perangkat di pasaran global saat ini.

Dominasi Chipset 3nm Xring O3 di Posisi Puncak

img_title NEC Lavie Tab T12N Bawa Layar 2.5K dan Baterai 10.200 mAh untuk Produktivitas

Xiaomi Pad 9 Pro Max varian RAM 16GB dan media penyimpanan 1TB sukses bertengger di peringkat pertama. Perangkat ini mencatatkan skor rata-rata fantastis sebesar 5.206.401 poin. Angka tersebut diraih berkat dukungan chipset racikan mandiri berfabrikasi 3nm, Xring O3, yang mengusung konfigurasi sepuluh inti CPU.

Daftar 10 tablet Android tercepat versi AnTuTu periode Oktober 2026

Photo :
  • Dok. AnTuTu

img_title Xiaomi Redmi K100 Bawa Baterai 10.000 mAh dan Snapdragon 8 Elite, Seberapa Kencang?

Menariknya, pencapaian skor tertinggi ini diraih tanpa bantuan kipas pendingin aktif di dalam sasisnya. Selain menyajikan performa puncak, tablet flagship dengan perkiraan harga Rp17,9 jutaan ($1,009) ini dibekali panel layar 13,3 inci yang sangat luas, kamera utama 50MP, serta penopang daya baterai jumbo berkapasitas 12.000mAh. Kombinasi spesifikasi ini menjadikannya mesin produktivitas yang tangguh untuk tugas multikelas harian.

Persaingan Ketat Snapdragon 8 Elite dan Sistem Pendingin Aktif

Posisi kedua dihuni oleh iQOO Pad Ultra konfigurasi 16GB/1TB yang menempel ketat dengan perolehan 4.847.214 poin. Perbedaan performanya sekitar 6,9 persen di bawah posisi puncak. Tablet ini mengandalkan chipset 2nm Qualcomm Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan sudah dilengkapi sistem kipas pendingin internal untuk menjaga kestabilan daya saat beban kerja ekstrem.

Dua posisi berikutnya diisi oleh perangkat yang mengusung Snapdragon 8 Elite Gen 5 standar. Lenovo Legion Y700 Infinite varian 24GB/1TB mengamankan urutan ketiga dengan 4.456.991 poin. Tepat di bawahnya, iQOO Pad Pro varian 16GB/512GB yang juga memiliki kipas pendingin internal menempati urutan keempat lewat perolehan 4.411.103 poin.

Enam Tablet Gaming dan Produktivitas Penghuni Top 10

Peta kekuatan di peringkat lima hingga sepuluh sepenuhnya didominasi oleh perangkat bertenaga Snapdragon 8 Elite Gen 5. Perbedaan skor di segmen ini tergolong tipis, menunjukkan bahwa optimalisasi software dan manajemen suhu masing-masing brand memegang peranan penting dalam memaksimalkan potensi pemroses grafis.

  • Peringkat 5: RedMagic Gaming Tablet 5 Pro (16GB/512GB) - 4.345.847 poin
  • Peringkat 6: Vivo Pad 6 Pro (16GB/512GB) - 4.303.192 poin
  • Peringkat 7: iQOO Pad 6 Pro (16GB/512GB) - 4.258.605 poin
  • Peringkat 8: Lenovo Legion Y700 Gen 5 (12GB/512GB) - 4.251.491 poin
  • Peringkat 9: Honor MagicPad 3 Pro 13.3 (16GB/512GB) - 4.170.534 poin
  • Peringkat 10: OnePlus Pad 3 Pro (16GB/512GB) - 4.115.029 poin

Menimbang Tablet Performa Tinggi untuk Kebutuhan Nyata

Angka pengujian benchmark AnTuTu memberi gambaran nyata mengenai batas atas kemampuan prosesor saat dipacu maksimal. Bagi pengguna yang fokus pada pengeditan video 4K, rendering grafis 3D, atau bermain game berat dengan frame rate tinggi, perangkat di peringkat empat besar menawarkan margin performa yang sangat lega.

Keberhasilan chipset Xring O3 membuktikan bahwa efisiensi arsitektur 3nm mampu mengungguli penggunaan pendingin aktif pada chipset lain. Namun, keputusan memilih tablet ideal tetap kembali pada faktor kenyamanan ukuran layar, ekosistem software, serta daya tahan baterai harian.

  • Pertimbangkan tablet peringkat atas jika Anda membutuhkan daya komputasi mentah tertinggi untuk beban kerja kreatif berat tanpa kendala lag.
  • Tahan diri jika penggunaan harian Anda hanya seputar streaming media dan dokumen, karena tablet di kelas menengah sudah lebih dari cukup.