Anbernic RG 55G1 Resmi Meluncur, Handheld Gaming Snapdragon Pertama dengan Layar 1080p
- arbenic
GadgetVIVA - Anbernic RG 55G1 resmi meluncur sebagai perangkat handheld gaming Android pertama dari Anbernic yang menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon. Kehadiran perangkat ini menjadi langkah baru bagi perusahaan yang selama ini lebih banyak mengandalkan prosesor dari Unisoc dan Rockchip pada produk-produk sebelumnya.
Menariknya, Anbernic tidak hanya membawa peningkatan dari sisi dapur pacu. RG 55G1 juga hadir dengan desain yang sekilas mengingatkan pada Nintendo Switch Lite, tetapi tetap mempertahankan karakter khas perangkat gaming retro Anbernic.
Dengan layar 5,5 inci, kontrol berbasis Hall Effect, baterai 6.000mAh, serta dukungan Android 14, handheld ini diposisikan untuk pengguna yang menginginkan perangkat ringkas untuk bermain game Android maupun emulator.
Desain Mirip Switch Lite dan Layar 1080p
Dari sisi tampilan, Anbernic RG 55G1 menggunakan desain horizontal yang cukup familiar. Bentuknya mengingatkan pada Nintendo Switch Lite karena seluruh kontrol berada di sisi kiri dan kanan layar.
Bagian depan perangkat membawa panel IPS berukuran 5,5 inci dengan rasio 16:9. Resolusinya mencapai 1920 x 1080 piksel atau Full HD. Selain itu, layar tersebut sudah menggunakan desain full lamination sehingga panel tampak menyatu dengan permukaan depan perangkat.
Karena menggunakan rasio 16:9, layar RG 55G1 juga cukup ideal untuk memainkan berbagai game Android modern. Sementara itu, ukuran 5,5 inci membuat perangkat tetap relatif ringkas untuk dibawa bepergian.
Bobotnya sendiri berada di angka 339 gram. Dengan demikian, perangkat ini masih cukup ringan untuk kategori handheld gaming yang membawa sistem pendingin aktif dan baterai berkapasitas besar.
Kontrol Hall Effect Jadi Salah Satu Andalan
Untuk pengalaman bermain, Anbernic membekali RG 55G1 dengan dua joystick analog berbasis sensor Hall Effect. Teknologi tersebut memanfaatkan sensor magnetik sehingga tidak mengandalkan komponen mekanis yang mudah mengalami keausan seperti joystick konvensional.
Alhasil, risiko terjadinya masalah stick drift dalam penggunaan jangka panjang dapat ditekan.
Menariknya lagi, pemicu bahu atau shoulder trigger pada perangkat ini juga menggunakan teknologi Hall Effect. Dengan begitu, bukan hanya joystick yang mendapatkan peningkatan, tetapi kontrol penting lainnya juga dibuat lebih tahan lama.