Isu Divisi Xbox Dijual Rp2.655 Triliun Merebak, Bos Microsoft Buka Suara
- Dok. Wikimedia Commons
GadgetVIVA - Kabar mengejutkan mengguncang industri hiburan digital setelah muncul laporan bahwa sejumlah perusahaan ekuitas swasta sempat menjajaki peluang akuisisi terhadap divisi game Microsoft, Xbox. Nilai potensi akuisisi yang dijajaki investor luar tersebut diperkirakan mencapai angka fantastis antara $100 miliar hingga $150 miliar, atau setara Rp1.770 triliun hingga Rp2.655 triliun. Penjajakan ini terjadi di tengah gelombang restrukturisasi internal yang melanda ekosistem Xbox secara global.
Meski diskusi tersebut sempat berjalan secara tertutup, komunikasi tidak pernah berlanjut ke tahap negosiasi resmi. Pihak Microsoft tetap memegang pendirian teguh bahwa bisnis Xbox tidak sedang dijual. Kendati demikian, munculnya minat dari konsorsium investor luar menandakan betapa masifnya nilai portofolio kekayaan intelektual serta aset infrastruktur game yang dikuasai raksasa teknologi asal Redmond tersebut.
Nilai Fantastis dan Portofolio Aset Raksasa Xbox
Angka penawaran di kisaran Rp2.655 triliun ($150 miliar) tergolong sangat masif jika dibandingkan dengan transaksi besar lain di industri game. Sebagai perbandingan, akuisisi terhadap Electronic Arts (EA) oleh konsorsium Dana Investasi Publik Arab Saudi, Silver Lake, dan Affinity Partners pada Agustus 2026 menembus nilai $55 miliar atau sekitar Rp973,5 triliun, yang berarti nilai taksiran Xbox mencapai hampir tiga kali lipatnya.
Tinggi perkiraan nilai jual Xbox tidak lepas dari jajaran waralaba gim legendaris dan layanan yang mereka miliki saat ini. Microsoft menguasai deretan nama besar seperti Call of Duty, Minecraft, Diablo, hingga The Elder Scrolls, di samping ekosistem perangkat konsol dan layanan langganan Game Pass. Kompleksitas struktur bisnis serta kepemilikan studio riset yang luas membuat proses pemisahan atau akuisisi Xbox menjadi hal yang sangat rumit untuk direalisasikan.
Respons Manajemen dan Isu Pemisahan Unit Bisnis
Kabar mengenai ketertarikan investor ini mencuat beberapa pekan setelah CEO Xbox, Asha Sharma, secara tegas menepis isu penjualan divisi game milik perusahaan. Dalam wawancara resmi, Sharma menyatakan bahwa Xbox tidak masuk dalam daftar aset yang dijual, meskipun ia membuka peluang bagi kemitraan alternatif untuk mendongkrak efisiensi operasional.
Pernyataan tersebut dikuatkan oleh pandangan internal jajaran eksekutif Microsoft. Chief Commercial Officer Microsoft, Judson Althoff, menegaskan bahwa perusahaan tidak akan menunjuk salah satu pimpinan terbaiknya untuk mengomandoi unit bisnis yang berencana dilepas. Langkah ini memicu spekulasi. Namun, beberapa laporan terpisah mengindikasikan bahwa sejumlah karyawan internal tetap memantau potensi adanya investasi dari pihak luar atau opsi pemisahan unit bisnis (spin-off) di masa mendatang.