Metroid Dread PC Port Non-Resmi Hadirkan 240 FPS dan Dukungan Widescreen

Game Metroid Dread mendapatkan port PC non-resmi berbasis rekompilasi AI dengan fitur 240 FPS dan dukungan ultrawide.
Sumber :
  • Dok. Nintendo

GadgetVIVA - Komunitas pengembang independen kembali membuktikan potensi proyek rekompilasi kode sumber pada game konsol modern. Metroid Dread, salah satu judul eksklusif paling populer di Nintendo Switch, kini secara mengejutkan mendapatkan port PC non-resmi yang dikembangkan memanfaatkan bantuan kecerdasan buatan (AI-assisted recompilation). Proyek buatan pengembang independen dengan nama akun GitHub yozander2009-stack ini memungkinkan game aksi platformer buatan MercurySteam tersebut berjalan secara native di sistem operasi Windows tanpa perlu bergantung pada emulator konvensional.

img_title Zelda Ocarina of Time Remake Alami Penundaan Pre-Order, Stok Ritel Kewalahan

Kehadiran port PC ini memberikan peningkatan kualitas teknis yang cukup drastis dibandingkan versi konsol aslinya. Pengguna PC kini dapat menikmati petualangan Samus Aran dengan frame rate tinggi hingga 240 FPS, tampilan layar ultrawide, serta opsi skema kontrol menggunakan mouse dan keyboard. Meskipun berstatus tidak resmi dan memerlukan berkas game asli versi 2.1.0 milik pengguna sendiri, proyek ini langsung memikat perhatian besar dari komunitas gamer PC.

Peningkatan Visual dan Fitur Teknis di PC

img_title Trailer Baru Zelda Ocarina of Time Remake Pamer Tampilan Dungeon di Switch 2, Lompat Manual Buat Gameplay Makin Taktis

Berbeda dari emulator Nintendo Switch yang mensimulasikan instruksi perangkat keras secara real-time, proyek rekompilasi statis ini menerjemahkan kode biner game Switch secara langsung menjadi instruksi yang dipahami oleh prosesor dan kartu grafis PC. Hasilnya adalah efisiensi kerja sistem yang tinggi. Port PC non-resmi Metroid Dread ini menyediakan pengaturan batas frame rate fleksibel mulai dari 60 FPS hingga 240 FPS. Angka tersebut jauh melampaui batasan bawaan konsol Switch yang terkunci di 60 FPS.

Dukungan aspek rasio layar juga diperluas untuk mengakomodasi tata letak monitor PC modern. Pemain yang menggunakan monitor berformat 16:10 maupun ultrawide 21:9 kini bisa menikmati area pandang yang lebih luas tanpa bilah hitam di tepi layar. Port ini mendukung sistem rendering API OpenGL dan Vulkan, dengan OpenGL sebagai rekomendasi utama saat ini untuk kestabilan visual. Fitur anisotropic filtering juga disematkan guna mempertajam tekstur permukaan lingkungan, sementara adegan sinematik (cutscene) serta layar pemuat kini terkunci stabil pada 60 FPS.

img_title Bonus Pre Order Zelda Ocarina of Time Remake Diumumkan, Gamer Switch 2 Kecewa Cuma Dapat Wallpaper

Pengembang juga terus menyuntikkan berbagai pembaruan fitur kenyamanan. Port ini telah dilengkapi fitur pembaruan otomatis (auto-updater), pemutar ketajaman gambar (sharpening), penampil angka FPS bawaan (native FPS counter), hingga pengaturan grafis otomatis berbasis spesifikasi perangkat keras. Fitur kontrol juga mendapat perbaikan signifikan lewat penambahan opsi bidikan mouse bebas (free mouse aiming), dukungan luas untuk berbagai jenis controller, serta kemampuan untuk melompati adegan sinematik saat bermain.

Halaman Selanjutnya
img_title