Kepiting Berbulu? Spesies Baru, Nih!

Kepiting berbulu
Sumber :
  • Metro.co.uk

Gadgetviva – Sudah terpatri dalam pikiran kita bentuk sebuah kepiting seperti adanya. Namun siapa sangka jika ternyata di belahan dunia lain ada kepiting berbulu. Setidaknya itu yang ditemukan oleh ilmuwan baru-baru ini.

img_title Casio G-Shock GAC-2500 dan GMC-2500 Rilis dengan Tampilan Analog Klasik, Berapa Harganya?

Kepiting berbulu ini dianggap sebagai spesies baru. Hewan kecil berbulu halus ini adalah bagian dari keluarga kepiting spons dan diberi nama Lamarckdromia beagle.

Bisa dibilang ini merupakan kepiting spesies khusus. Rambut yang disematkan merupakan bulu yang digores dari mahluk laut lainnya. Mereka melakukan hal ini sebagai bentuk kamuflase yang membantu kepiting bersembunyi dari pemangsa potensial.

img_title Axiomtek MANO330 Bawa Prosesor Intel Twin Lake dan RAM DDR5 32GB untuk Komputasi Ringkas Industri

Kepiting berbulu

Photo :
  • Metro.co.uk

Pendekatannya untuk menghindari musuh mirip dengan apa yang dilakukan kelomang atau keong. Mereka akan melindungi tubuh dengan cangkang. Namun alih-alih menggunakan cangkang, kepiting beagle ini akan menutui tubuhnya dengan bulu.

img_title Trailer Mass Effect Universe Bocor di Tengah Isu Pembatalan Proyek oleh EA

Dilansir melalui Live Science, Jumat, 8 Juli 2022, spesies baru ini ditemukan di pantai dekat kota Denmark, Australia Barat. Menurut ilmuwan, kepiting ini terlihat seperti menggunakan mantel bulu.

"Kami menyebutnya kelembutan yang ekstrem. Kepiting spons berbulu, seperti kain atau beludru yang menutupi, mirip dengan mantel," ujar Andrew Hosie dari Western Australian Museum.

Hosie menjelaskan, kepiting memiliki kaki belakang yang dirancang khusus untuk menahan daun spons di atas kepala mereka. Pola ini menciptakan semacam perisai di atas kepiting.

Karena mereka butuh bulu untuk menutupi dirinya, Lamarckdromia beagle menyukai perairan dan terumbu yang lebih dangkal daripada menuju ke perairan yang lebih dalam.

Spesies baru kepiting bulu ini telah didokumentasikan dalam jurnal Zootaxa, bersama dengan 31 spesies kepiting spons lainnya.