Regulasi Digital Indonesia Bisa Buka Potensi Ekonomi Rp587 Triliun, AI Jadi Kunci Baru
- Meta
GadgetVIVA - Indonesia ternyata memiliki peluang ekonomi digital yang jauh lebih besar jika regulasi mampu mengikuti perkembangan teknologi. Riset terbaru yang diinisiasi Meta dan disusun Deloitte Access Economics memperkirakan reformasi kebijakan digital yang mendukung inovasi dapat menciptakan tambahan nilai ekonomi hingga US$32,7 miliar atau sekitar Rp587,65 triliun pada 2035.
Temuan tersebut menjadi menarik karena Indonesia saat ini merupakan salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Pertumbuhan penggunaan internet, berkembangnya platform digital, hingga semakin luasnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI membuat kebutuhan terhadap aturan yang tepat ikut meningkat.
Laporan bertajuk Innovation-Enabling Regulation for the Digital Economy tersebut menilai enam bidang kebijakan digital. Bidang yang dikaji mencakup data dan privasi, perdagangan digital dan lintas negara, persaingan usaha, tata kelola platform, e-commerce, serta tata kelola AI.
Berdasarkan pemodelan dalam riset itu, reformasi kebijakan digital yang mendukung inovasi berpotensi meningkatkan Produk Domestik Bruto atau PDB Indonesia sebesar 1,1 persen pada 2035. Selain itu, kebijakan tersebut diperkirakan dapat menciptakan hingga 870.000 lapangan kerja setara penuh waktu serta meningkatkan upah riil sebesar 1,2 persen.
Artinya, persoalan regulasi digital tidak hanya berkaitan dengan aturan bagi perusahaan teknologi. Dampaknya bisa meluas ke produktivitas bisnis, kesempatan kerja, pendapatan pekerja, hingga kemampuan pelaku usaha Indonesia untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Tata Kelola Data Jadi Sumber Potensi Terbesar
Dari enam bidang yang dianalisis, tata kelola data menjadi salah satu bagian yang paling menjanjikan bagi ekonomi Indonesia.
Riset tersebut memperkirakan kebijakan tata kelola data yang mendukung inovasi dapat memberikan tambahan PDB hingga US$17,3 miliar atau sekitar Rp310,9 triliun pada 2035. Angka ini menjadi bagian terbesar dari potensi ekonomi yang diidentifikasi dalam laporan.
Mengapa data begitu penting?
Dalam ekonomi digital, data menjadi salah satu fondasi utama bagi perusahaan untuk mengembangkan produk, memahami konsumen, meningkatkan efisiensi, dan memanfaatkan teknologi baru. Karena itu, aturan yang terlalu rumit atau berbeda-beda dapat membuat proses bisnis menjadi lebih mahal dan lambat.
Sebaliknya, tata kelola data yang memberikan kepastian sekaligus tetap menjaga perlindungan konsumen dapat membantu perusahaan memanfaatkan teknologi secara lebih efektif.