OneXPlayer Super X Pro Tampil Perkasa Berbekal AMD Gorgon Halo dan VRAM 160 GB
- Dok. One-Netbook
GadgetVIVA - Evolusi perangkat komputasi portabel berbentuk faktor form 2-in-1 terus melampaui batasan fisik yang dahulu dianggap mustahil. Jika sebelumnya tablet komputasi performa tinggi identik dengan batasan ruang thermal dan alokasi memori yang ketat, kemunculan OneXPlayer Super X Pro mengubah peta persaingan tersebut secara signifikan. One-Netbook secara resmi mengumumkan pembaruan besar pada lini flagship hibrida mereka, menantang dominasi produsen papan atas di segmen ini.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari seri perdana OneXPlayer Super X yang pertama kali diperkenalkan pada penghujung tahun 2025. Saat itu, perangkat tersebut mencuri perhatian karena memadukan layar OLED 120 Hz, baterai raksasa, serta opsi pendingin cairan eksternal. Kini, versi Pro hadir bukan sekadar membawa embel-embel penyegaran minor, melainkan membawa lompatan spesifikasi pada sektor pemrosesan grafis dan alokasi memori bersama yang belum pernah disaksikan sebelumnya pada perangkat portabel kelas hibrida.
Arsitektur AMD Gorgon Halo dan Alokasi VRAM Monster 160 GB
Dapur pacu OneXPlayer Super X Pro mengandalkan prosesor terbaru AMD Ryzen AI Max Pro 495 yang dibangun di atas arsitektur Gorgon Halo. Langkah ini menggantikan penggunaan Ryzen AI Max 395 pada generasi sebelumnya. Unit pemroses grafis terintegrasi (iGPU) juga mendulang peningkatan ke versi Radeon 8065S. Meskipun peningkatan kinerja mentah antar-generasi terasa gradual, daya tarik utama platform Gorgon Halo terletak pada dukungan manajemen memorinya.
Desain pendinginan diperbarui untuk mendukung TDP hingga 120 Watt.
- Dok. One-Netbook
Perangkat hibrida ini mendukung penggunaan RAM terpadu LPDDR5X-8533 hingga kapasitas fantastis 192 GB. Menariknya, arsitektur sistem memori terintegrasi ini memungkinkan pengguna mengalokasikan hingga 160 GB dari total kapasitas RAM tersebut murni sebagai Video RAM (VRAM). Angka ini meningkat drastis dari batas 96 GB pada model pendahulunya.
Kapasitas VRAM sebesar 160 GB memberikan fleksibilitas luar biasa yang melampaui kebutuhan gim standar. Para kreator konten, peneliti kecerdasan buatan, hingga pengembang perangkat lunak kini dapat menjalankan model bahasa besar (Large Language Model / LLM) berukuran raksasa secara lokal langsung di dalam sebuah perangkat hibrida tipis tanpa bergantung pada pemrosesan awan (cloud).