Microsoft Surface Siapkan Laptop Arm Murah Berbasis AMD Sound Wave, Siap Hadapi MacBook Neo?

Render konsep laptop Microsoft Surface yang disinyalir mengusung cip Arm AMD Sound Wave.
Sumber :
  • Dok. Microsoft

GadgetVIVA - Kehadiran Apple MacBook Neo yang dibanderol sekitar Rp10,6 jutaan ($599) rupanya memberi guncangan nyata bagi skema kompetisi laptop ultraportabel. Laporan industri terbaru menyebutkan bahwa Microsoft tengah merombak ulang strategi lini Microsoft Surface demi menghadirkan perangkat 12 inci versi terjangkau. Langkah ini diambil untuk membendung laju Apple sekaligus merespons lonjakan harga komponen yang makin membebani manufaktur.

img_title Apple MacBook Pro 16 vs Microsoft Surface Laptop Ultra: Pilih Mana untuk Laptop Prosumer?

Laporan rantai pasok tersebut turut mengungkit kembalinya AMD ke dalam ekosistem Microsoft Surface. Menariknya, kolaborasi ini disinyalir membawa kembali rumor seputar cip berbasis Arm buatan AMD dengan kode nama AMD Sound Wave. Prosesor ini digadang-gadang bakal menjadi senjata utama Microsoft dalam menghadirkan laptop Arm berdaya hemat dengan efisiensi tinggi.

Persaingan Laptop Ringkas dan Tekanan Apple MacBook Neo

img_title EA Terjerat Masalah Utang Rp25 Triliun Usai Akuisisi Raksasa, Komunitas Gamer Spekulasi Bakal Dibeli Xbox

Pasar laptop ultraportabel saat ini berada di bawah tekanan harga yang cukup tajam. Ketika Apple merilis Apple MacBook Neo di harga Rp10,6 jutaan ($599), para produsen laptop Windows dipaksa mencari cara agar tetap relevan di segmen pasar kelas menengah. Microsoft sendiri baru saja menyegarkan lini Surface Pro 12 dan Surface Laptop 13 yang ditenagai oleh prosesor Qualcomm Snapdragon X2 Plus. Namun, kedua perangkat flagship tersebut dijual mulai dari Rp20,3 jutaan ($1,149) hingga Rp21,2 jutaan ($1,199).

Selisih harga yang sangat jauh tersebut meninggalkan celah kosong di segmen entry-level. Bagi pengguna yang mendambakan laptop murah dengan desain premium dan daya tahan baterai tinggi, opsi dari ekosistem Windows terasa sangat terbatas. Karena itulah, Microsoft berencana memotong beberapa spesifikasi teknis pada lini Surface 12 inci mendatang. Pemangkasan ini mencakup efisiensi rancangan sasis, konfigurasi memori, hingga penyesuaian pada pemilihan unit pemroses utama.

img_title Microsoft Surface Laptop Ultra Bawa USB-C Magnetik, Bisa Nempel Sendiri Saat Kabel Didekatkan

Bocoran Spesifikasi Cip Arm AMD Sound Wave

Desas-desus mengenai cip AMD Sound Wave sebenarnya telah berhembus sejak lama. Prosesor ini disebut-sebut sebagai debut perdana AMD dalam merancang sistem pada cip (SoC) berbasis arsitektur Arm yang dikhususkan untuk perangkat laptop. Informasi dari pembocokan hardware menyebutkan bahwa arsitektur ini awalnya memang dirancang secara spesifik untuk jajaran perangkat Microsoft Surface generasi mendatang.

Dari data teknis yang beredar, AMD Sound Wave membawa konfigurasi 6 inti CPU Arm yang terbagi menjadi 2 inti performa dan 4 inti efisiensi. Sektor pengolah grafis terintegrasi (iGPU) disokong arsitektur RDNA 3.5 dengan 4 Compute Units. Selain itu, cip ini dibekali memori MALL cache sebesar 16 MB, dukungan RAM LPDDR5X-9600, serta unit NPU generasi keempat untuk memproses instruksi kecerdasan buatan secara lokal.

Dibuat menggunakan proses fabrikasi 3 nanometer dari TSMC, cip ini ditargetkan memiliki rentang daya (TDP) tergolong sangat irit, yakni hanya 5 hingga 10 Watt. Profil daya seminimal ini membuat AMD Sound Wave sangat ideal untuk laptop tanpa kipas (fanless) bertubuh tipis yang tetap mampu mempertahankan ketahanan baterai sepanjang hari.

Fleksibilitas Arsitektur Arm dan Pilihan Chipset Microsoft

Kendati potensi hadirnya AMD Sound Wave sangat menarik, Microsoft belum memberikan konfirmasi resmi mengenai mitra komponen yang akan dipilih. Laporan rantai pasokan dari DigiTimes belum menyebutkan secara eksplisit apakah varian Surface murah ini bakal menggunakan platform AMD atau mempertahankan dominasi Qualcomm Snapdragon X2 Plus dengan varian yang lebih terjangkau.

Namun, jika rumor ini terealisasi, kehadiran AMD di ranah Laptop Arm akan mengubah peta persaingan secara signifikan. Selama ini, Qualcomm menjadi pemain tunggal yang menyokong inisiatif Windows on Arm untuk perangkat kelas konsumen. Masuknya opsi dari AMD tidak hanya memberi variasi pilihan bagi produsen, tetapi juga berpotensi menekan biaya produksi sehingga harga akhir ke tangan konsumen bisa ditekan lebih rendah.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen industri dalam mengadopsi arsitektur Arm untuk komputer jinjing harian. Efisiensi daya yang ditawarkan arsitektur ini terbukti menjadi kunci utama dalam menciptakan perangkat yang tidak cepat panas dan memiliki daya tahan baterai yang mengungguli prosesor x86 konvensional.

Menimbang Posisi Surface Terjangkau untuk Konsumen

Rencana Microsoft untuk merilis perangkat Surface 12 inci berbasis Arm membuka peluang baru bagi konsumen yang menginginkan laptop terjangkau dengan kemampuan mobilitas tinggi. Meskipun tanggal rilis resminya di Tanah Air belum diumumkan, pergerakan ini menunjukkan bahwa persaingan laptop ultraportabel akan makin ketat di masa mendatang.

Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan pilihan:

  • Sangat cocok untuk pengguna yang mencari perangkat Windows dengan bodi ringkas, bobot ringan, dan ketahanan baterai maksimal untuk produktivitas harian.
  • Pertimbangkan untuk menunggu kepastian spesifikasi jika Anda membutuhkan daya komputasi grafis berat atau dependensi tinggi pada perangkat lunak x86 lama.