Samsung Smart TV Diduga Catat Suara Ruangan dan Mengakses Mikrofon Soundbar
- Dok. Samsung
GadgetVIVA - Peneliti keamanan siber mengungkap keberadaan kode telemetri pada Samsung Smart TV berbasis Tizen OS yang secara aktif mencatat frekuensi suara di dalam rumah. Merekam peristiwa seperti gonggongan anjing hingga tangisan bayi, data tersebut dilaporkan dikirim langsung ke server cloud Samsung. Bahkan pada unit televisi yang tidak dilengkapi mikrofon bawaan, perangkat diduga berupaya memanfaatkan mikrofon dari soundbar atau speaker Bluetooth yang terhubung.
Temuan ini pertama kali dipublikasikan oleh seorang peneliti keamanan siber dengan akun media sosial X bernama log4j. Setelah menganalisis perangkat lunak Tizen OS pada Smart TV Samsung keluaran terbaru, ia menemukan sejumlah baris kode pengumpul data yang bekerja secara tersembunyi di latar belakang sistem.
Temuan Telemetri Tizen OS dan Log Suara Ruangan
Proses analisis balik yang dilakukan log4j menunjukkan bahwa sistem operasi televisi mencatat hitungan kejadian tertentu melalui fungsi berlabel EV201/SOUNDSENSOR_ON. Di dalam log tersebut, terdapat penghitung spesifik untuk peristiwa gonggongan anjing (dog-barking) dan tangisan bayi (baby-crying). Informasi ini tidak hanya disimpan di memori lokal, melainkan dikemas dalam format key-value pairs lalu diunggah ke salah satu server cloud milik Samsung.
Selain pencatatan audio, peneliti juga menemukan variabel sistem yang memantau status sensor cahaya sekitar (ambient light sensor), status modul kamera, serta durasi sesi streaming kamera. Seluruh akumulasi data ini berjalan otomatis tanpa adanya indikasi visual yang jelas di layar televisi saat perekaman berlangsung.
Beda Fitur Vision AI Resmi dan Pengumpulan Data Latar Belakang
Fitur pemantauan suara sendiri sebenarnya bukan hal asing dalam ekosistem televisi pintar modern. Samsung secara resmi mempromosikan fitur Pet Care dan Family Care pada lini Vision AI TV. Fitur ini dirancang menggunakan kecerdasan buatan lokal (on-device AI) untuk mendeteksi suara darurat di rumah, kemudian mengirimkan notifikasi peringatan ke smartphone pengguna melalui aplikasi SmartThings.
Namun, hal yang menjadi sorotan para peneliti adalah pelaporan data angka statistik kejadian tersebut kembali ke server pusat. Samsung memang menginformasikan adanya pemrosesan AI lokal untuk notifikasi SmartThings. Meski demikian, dokumentasi resmi produsen tidak menjelaskan secara terbuka bahwa jumlah frekuensi kejadian suara di dalam rumah ikut dicatat dan dikirimkan sebagai data telemetri berkala.