McDonalds Fry Mark: Mouse Wireless Unik dari Daur Ulang Mainan Happy Meal

Mouse wireless McDonald's Fry Mark hadir dengan desain bungkus kentang goreng khas dan material daur ulang mainan Happy Meal.
Sumber :
  • Dok. McDonald's / Lenovo

GadgetVIVA - McDonald's bekerja sama dengan pabrikan teknologi Lenovo untuk meluncurkan periferal komputer tidak biasa bernama McDonald's Fry Mark. Perangkat ini merupakan mouse wireless edisi terbatas yang mengusung bentuk bungkus kentang goreng merah khas McDonald's. Uniknya, sebagian besar bahan pembentuk bodi perangkat ini memanfaatkan daur ulang mainan bekas dari paket Happy Meal.

img_title Xiaomi Gaming Mouse 2 Resmi Rilis: Sensor 40K DPI & 8000Hz

Langkah kolaborasi ini menggabungkan ikon kebudayaan populer dengan kepedulian lingkungan. Penggunaan material daur ulang menjadi sorotan utama dalam perancangan produk periferal unik ini, tanpa mengabaikan fungsi dasarnya sebagai alat navigasi komputer.

Desain Ikonik Kentang Goreng dari Material Daur Ulang

img_title Honor Choice MouseBuds Pro: Mouse Unik dengan Earbuds Tersembunyi

Bentuk kemasan kentang goreng warna merah buatan McDonald's merupakan salah satu rancangan visual paling mudah dikenali di dunia. Dalam proyek ini, Lenovo menerjemahkan bentuk geometris kemasan tersebut menjadi bodi mouse yang nyaman digenggam. Warna merah menyala mendominasi bagian luar, lengkap dengan logo lengkung kuning yang sangat familier bagi konsumen global.

Sisi keberlanjutan menjadi fokus utama dari pembuatan perangkat ini. Lebih dari 60 persen plastik pada bodi bungkusan luar dibuat dari mainan plastik Happy Meal bekas yang dilelehkan kembali. Proses pencetakan ulang ini memberikan fungsi baru bagi limbah mainan yang sebelumnya tidak terpakai. Demi menekan jejak karbon, pengiriman perangkat dilakukan memakai kemasan kardus ramah lingkungan tanpa lapisan plastik sekali pakai sama sekali.

img_title Menu McDonald's KPop Demon Hunter Segera Rilis, Ada Saus Ungu!

Fleksibilitas Tri-Mode dan Fitur Pendukung Produktivitas

Di balik tampilannya yang mirip barang koleksi, McDonald's Fry Mark dibekali fitur teknis yang fleksibel untuk kebutuhan komputasi harian. Perangkat ini mendukung konektivitas tiga mode (tri-mode connectivity). Pengguna dapat menghubungkan mouse ke laptop atau PC desktop melalui jaringan Bluetooth, dongle USB 2.4 GHz, maupun sambungan kabel USB langsung.

Penyokong daya perangkat mengandalkan baterai terintegrasi berkapasitas 380 mAh. Pengguna juga dapat menyesuaikan tingkat sensitivitas kursor dalam tiga tingkatan DPI sesuai kenyamanan navigasi. Paket penjualan mencakup kain pelindung serbaguna yang tidak hanya berfungsi sebagai wadah penyimpanan saat bepergian, tetapi juga dapat dibentangkan untuk digunakan sebagai alas mouse pad saat bekerja.

Ketersediaan Terbatas dan Daya Tarik Kolektor

Keterbatasan pasokan bahan daur ulang mainan membuat jumlah produksi perangkat ini sangat terbatas. Pihak manufaktur hanya memproduksi sebanyak 4.000 unit untuk pasar global. Jumlah yang sedikit ini membuat perangkat langsung menjadi buruan para kolektor barang unik dan pencinta pernak-pernik jenama restoran cepat saji tersebut.

Perangkat ini dibanderol dengan harga sekitar Rp266 ribuan ($15) ditambah penukaran 18 poin anggota resmi. Karena jumlahnya yang sangat terbatas, seluruh unit langsung habis terjual dalam waktu singkat setelah meluncur pada akhir Oktober. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai rencana penambahan jumlah produksi untuk wilayah lain.

Menimbang Kepraktisan McDonald's Fry Mark untuk Penggunaan Harian

McDonald's Fry Mark menjadi contoh menarik bagaimana limbah plastik dapat diubah menjadi periferal fungsional. Perpaduan antara estetika mencolok dan fungsionalitas koneksi nirkabel membuat perangkat ini bernilai lebih dari sekadar barang pajangan.

  • Kelebihan Utama: Desain unik berbentuk bungkus kentang goreng, bahan ramah lingkungan dari daur ulang mainan, opsi koneksi lengkap (Bluetooth, 2.4 GHz, kabel), serta dilengkapi kantong kain yang bisa jadi mouse pad.
  • Catatan Pertimbangan: Jumlah unit sangat terbatas hanya 4.000 unit global, serta rincian spesifikasi sensor optik belum dipublikasikan secara mendalam.