Fakta Mengerikan! Patrick Kluivert Pernah Dipermalukan Bahrain 4-0, Timnas Indonesia Terancam?
- PSSI
Gadget – Timnas Indonesia akan menghadapi Bahrain dalam matchday ketujuh Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Selasa, 25 Maret 2025, di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga ini menjadi ujian berat bagi Patrick Kluivert, pelatih anyar Garuda, yang memiliki rekam jejak kurang baik saat menghadapi Bahrain.
Rekor Pertemuan: Indonesia Punya Harapan
Melihat sejarah pertemuan kedua tim, Timnas Indonesia sebenarnya memiliki peluang mencuri poin dari Bahrain. Pada laga sebelumnya yang digelar di kandang Bahrain, Garuda nyaris meraih kemenangan sebelum akhirnya gol kontroversial di menit-menit akhir membuyarkan harapan tersebut.
Kini, dengan keuntungan bermain di kandang sendiri dan tambahan amunisi dari pemain naturalisasi, Timnas Indonesia diharapkan bisa memberikan perlawanan sengit. Namun, ada satu catatan yang membuat para pendukung Garuda was-was.
Patrick Kluivert Pernah Dipermalukan Bahrain
Data dari Transfermarkt mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa Patrick Kluivert pernah mengalami kekalahan telak 4-0 saat berhadapan dengan Bahrain. Peristiwa ini terjadi pada tahun 2021 ketika Kluivert masih menangani Timnas Curacao.
Pada pertandingan yang digelar di Bahrain National Stadium itu, Curacao yang diperkuat banyak pemain keturunan dari Liga Belanda gagal mengimbangi permainan Bahrain. Meski secara nilai skuad lebih unggul, Curacao justru tampil melempem dan harus menerima kekalahan telak.
Bahrain, yang mayoritas diisi pemain dari kompetisi domestik, justru mampu mendominasi permainan. Hasil buruk tersebut pun berbuntut pemecatan Kluivert dari kursi pelatih Curacao. Posisinya kemudian digantikan oleh Art Langeler.
Akankah Timnas Indonesia Bernasib Sama?
Dengan rekam jejak buruk Kluivert melawan Bahrain, banyak yang mulai khawatir akan nasib Timnas Indonesia. Apakah Garuda akan mengalami nasib serupa seperti Curacao? Atau justru Kluivert sudah belajar dari kesalahan masa lalu dan mampu membawa Indonesia meraih hasil positif?
Kehadiran para pemain naturalisasi seperti Rafael Struick dan Thom Haye diharapkan bisa memberikan kekuatan tambahan bagi Timnas Indonesia. Namun, Bahrain tentu bukan lawan yang bisa diremehkan, terlebih mereka memiliki pengalaman dan kedisiplinan dalam bertahan.
Tantangan Besar di Laga Kandang
Bermain di kandang sendiri seharusnya menjadi keuntungan bagi Indonesia. Namun, tekanan besar juga datang dari para suporter yang mengharapkan kemenangan. Jika Kluivert gagal membawa Garuda meraih poin, bukan tidak mungkin posisinya sebagai pelatih akan kembali dipertanyakan.
Selain itu, Bahrain dikenal sebagai tim dengan gaya permainan cepat dan kolektif. Jika Timnas Indonesia tidak mampu mengantisipasi serangan mereka, hasil buruk bisa kembali terulang.
Harapan Suporter untuk Timnas Indonesia
Para suporter tentu berharap Kluivert mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk menebus kesalahannya di masa lalu. Dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, Timnas Indonesia masih memiliki peluang besar untuk meraih poin penting di laga ini.
Akankah Garuda mampu menghindari mimpi buruk seperti yang dialami Curacao? Semua akan terjawab dalam laga seru di Stadion Gelora Bung Karno nanti. Jangan sampai ketinggalan!
Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
---|---|
@gadgetvivacoid | |
Gadget VIVA.co.id | |
X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
Google News | Gadget |