Bahaya Virus Oropouche! Penyakit Mirip DBD yang Mewabah di Amerika Selatan

Bahaya Virus Oropouche! Penyakit Mirip DBD yang Mewabah di Amerika Selatan
Sumber :
  • Dok. cdc.gov

Gadget – Para ahli kesehatan mengingatkan wisatawan yang berencana bepergian ke Amerika Selatan untuk lebih waspada terhadap virus Oropouche. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk kecil seperti Culicoides paraensis, menyebabkan gejala yang mirip dengan demam berdarah dan Zika.

Garmin Instinct 3 Series Meluncur: Smartwatch Tangguh dengan Layar AMOLED dan Baterai Surya untuk Petualang

Laporan dari Canadian Medical Association Journal mencatat adanya kasus infeksi virus Oropouche pada wisatawan asal Kanada dan Amerika Serikat yang mengunjungi Bolivia, Brasil, Peru, hingga Kuba. Dengan meningkatnya laporan infeksi, virus ini kini menjadi perhatian dunia.

Lalu, apa sebenarnya virus Oropouche? Bagaimana gejalanya? Dan yang paling penting, bagaimana cara melindungi diri dari penyakit ini? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Virus Oropouche?

Nintendo Switch 2 vs Nintendo Switch OLED: Perbandingan Lengkap, Mana yang Lebih Unggul?

Virus Oropouche pertama kali diidentifikasi pada tahun 1955 di Trinidad dan Tobago, tepatnya di daerah Vega de Oropouche. Virus ini termasuk dalam keluarga Peribunyaviridae, genus Orthobunyavirus, dan merupakan virus RNA yang dapat menyebar dengan cepat melalui vektor serangga.

Hingga saat ini, virus Oropouche menjadi arbovirus kedua yang paling umum di Amerika Selatan, setelah demam berdarah. Penyakit ini sering ditemukan di wilayah tropis, terutama di sekitar hutan hujan Amazon.

Perbandingan Xiaomi POCO F6 dan Oppo Reno12 5G: Pilih yang Mana?

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebelum akhir 2023, virus Oropouche telah menyebar ke beberapa negara, seperti:

  • Brasil
  • Bolivia
  • Kolombia
  • Ekuador
  • Haiti
  • Panama
  • Peru
  • Trinidad dan Tobago
  • Guyana
  • Venezuela

Pada 2024, virus ini semakin meluas, dengan kasus lokal yang dilaporkan di Brasil, Bolivia, Kolombia, Kuba, Guyana, Peru, dan Republik Dominika. Bahkan, beberapa wisatawan yang kembali dari negara-negara tersebut ke Amerika Serikat, Kanada, Spanyol, Italia, dan Jerman juga dilaporkan membawa virus ini.

Bagaimana Virus Oropouche Menular?

Virus Oropouche ditularkan melalui gigitan serangga Culicoides paraensis, sejenis nyamuk kecil yang sering ditemukan di daerah tropis. Selain itu, nyamuk lain dari genus Culex juga berpotensi menjadi vektor penyakit ini.

Proses penularannya adalah sebagai berikut:

  • Nyamuk menggigit orang atau hewan yang sudah terinfeksi virus Oropouche.
  • Setelah beberapa hari, virus berkembang biak dalam tubuh nyamuk.
  • Nyamuk yang terinfeksi kemudian menggigit orang lain, menularkan virus ke dalam aliran darah korban.

Selain melalui nyamuk, virus ini juga berpotensi menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh pasien yang terinfeksi, meskipun kasus seperti ini masih jarang ditemukan.

Gejala Virus Oropouche

Setelah seseorang tergigit oleh nyamuk yang membawa virus Oropouche, gejala biasanya muncul dalam waktu 3 hingga 10 hari. Beberapa gejala utama yang sering dialami penderita antara lain:

  1. Demam tinggi
  2. Sakit kepala intens
  3. Nyeri otot (mialgia) dan sendi (artralgia)
  4. Menggigil dan tubuh terasa lemas
  5. Fotofobia (mata sensitif terhadap cahaya)
  6. Mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan
  7. Ruam pada kulit

Sebagian besar kasus dapat sembuh dalam waktu 5–7 hari, namun dalam beberapa kasus, pemulihan bisa memakan waktu lebih lama.

Komplikasi yang Dapat Terjadi

Meski jarang, virus Oropouche dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:

  • Meningitis aseptik – Peradangan pada selaput otak yang bisa menyebabkan sakit kepala hebat dan gangguan neurologis.
  • Kelemahan ekstrem – Penderita merasa lemas berkepanjangan bahkan setelah demam hilang.
  • Kematian – Meskipun jarang, terdapat laporan dua kasus kematian pada 2024 akibat infeksi ini.

Bagaimana Cara Mencegah Virus Oropouche?

Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk virus Oropouche. Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah utama dalam menghindari infeksi.

Langkah-langkah Pencegahan:

  • Gunakan Repelan Nyamuk – Pilih losion atau semprotan yang mengandung DEET atau picaridin.
  • Kenakan Pakaian Tertutup – Gunakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang, terutama saat berada di daerah tropis.
  • Tidur dengan Kelambu atau Mosquito Net – Ini sangat penting jika Anda menginap di area terbuka.
  • Hindari Area Berkembang Biaknya Nyamuk – Jauhi daerah rawa, hutan, dan genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
  • Gunakan AC atau Kipas Angin – Nyamuk tidak suka udara yang terlalu dingin atau berangin.
  • Lakukan Fogging atau Penyemprotan Nyamuk – Terutama di daerah yang memiliki kasus penularan tinggi.

Bagaimana Jika Terinfeksi Virus Oropouche?

Jika Anda mengalami gejala virus Oropouche, segera lakukan langkah berikut:

  • Periksa ke Dokter – Tes darah diperlukan untuk memastikan infeksi Oropouche.
  • Perbanyak Minum Air Putih – Mencegah dehidrasi akibat demam dan muntah.
  • Istirahat yang Cukup – Agar tubuh lebih cepat pulih.
  • Gunakan Obat Pereda Nyeri – Seperti paracetamol untuk mengurangi demam dan sakit kepala (hindari aspirin karena bisa memperburuk kondisi).

Sebagian besar penderita bisa sembuh sendiri tanpa komplikasi. Namun, jika gejala memburuk, segera cari bantuan medis.

Kesimpulan

Virus Oropouche adalah penyakit yang menyebar melalui nyamuk dan semakin banyak dilaporkan di Amerika Selatan dan Karibia. Dengan gejala yang mirip demam berdarah dan Zika, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.

Untuk menghindari risiko tertular, wisatawan yang berencana ke negara-negara endemik wajib menerapkan langkah-langkah pencegahan. Sampai saat ini, belum ada vaksin atau obat spesifik, sehingga kewaspadaan adalah kunci utama.

Tetap waspada dan lindungi diri dari bahaya virus Oropouche!

 

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram @gadgetvivacoid
Facebook Gadget VIVA.co.id
X (Twitter) @gadgetvivacoid
Whatsapp Channel Gadget VIVA
Google News Gadget