Benarkah Fast Charging Bikin Baterai Mobil Listrik Cepat Rusak? Ini Penjelasannya
- wuling
GadgetVIVA - Mobil listrik kini semakin diminati karena menawarkan biaya operasional yang lebih hemat, ramah lingkungan, dan didukung teknologi yang terus berkembang. Salah satu fitur yang menjadi daya tarik adalah DC Fast Charging, yaitu teknologi pengisian daya cepat yang memungkinkan baterai terisi dalam waktu jauh lebih singkat dibandingkan pengisian menggunakan AC Charging.
Meski demikian, banyak pemilik mobil listrik yang masih bertanya-tanya apakah penggunaan fast charging setiap hari aman bagi kesehatan baterai. Jawabannya adalah aman, tetapi tidak dianjurkan dilakukan terlalu sering apabila ingin menjaga performa baterai dalam jangka panjang.
Pada dasarnya, seluruh produsen mobil listrik telah merancang sistem baterai agar mampu menerima pengisian cepat. Bahkan, baterai modern sudah dibekali Battery Management System (BMS) yang berfungsi mengatur suhu, tegangan, hingga arus listrik selama proses pengisian berlangsung. Namun demikian, penggunaan fast charging secara berlebihan tetap dapat mempercepat proses penuaan baterai dibandingkan pengisian menggunakan AC Charging.
Suhu Baterai Meningkat Lebih Cepat
Salah satu penyebab utama mengapa fast charging sebaiknya tidak digunakan setiap hari adalah karena suhu baterai akan meningkat lebih cepat.
Hal tersebut terjadi karena DC Fast Charging mengalirkan arus listrik dalam jumlah besar ke dalam baterai. Semakin besar daya yang masuk, semakin tinggi pula panas yang dihasilkan selama proses pengisian berlangsung.
Memang, mobil listrik modern telah dilengkapi sistem pendingin baterai yang cukup canggih. Akan tetapi, jika baterai terus-menerus mengalami kenaikan suhu tinggi akibat pengisian cepat, komponen kimia di dalam sel baterai akan mengalami tekanan lebih besar. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mempercepat penurunan kapasitas baterai.
Dengan kata lain, semakin sering baterai bekerja pada temperatur tinggi, semakin cepat pula kualitasnya menurun.
Mempercepat Degradasi Sel Baterai
Selain menghasilkan panas, fast charging juga membuat ion lithium bergerak jauh lebih cepat dibandingkan saat menggunakan AC Charging.
Proses perpindahan ion dari katoda menuju anoda memang merupakan mekanisme normal pada baterai lithium-ion. Namun, ketika perpindahan tersebut berlangsung secara terus-menerus dengan kecepatan tinggi, struktur kimia di dalam baterai akan mengalami keausan lebih cepat.