Krisis Chip AI Belum Berakhir, Google Ungkap Dampaknya ke Harga Cloud dan Strategi Hadapi Lonjakan
- Istimewa
GadgetVIVA - Lonjakan kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI) terus memicu perubahan besar di industri semikonduktor global. Salah satu dampak yang kini semakin terasa adalah krisis chip AI, terutama pada pasokan chip memori yang menjadi komponen penting bagi pusat data (data center) dan layanan komputasi awan.
Kelangkaan yang terjadi sejak akhir tahun lalu tidak hanya membuat stok chip semakin terbatas, tetapi juga mendorong kenaikan harga di berbagai lini industri. Kondisi tersebut turut dirasakan oleh para penyedia layanan cloud berskala besar atau hyperscale data center, termasuk Google Cloud.
Meski demikian, Google menegaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan sejumlah strategi agar pelanggan tetap memperoleh layanan dengan harga yang kompetitif, sekaligus memastikan kebutuhan infrastruktur AI dapat terus terpenuhi.
Krisis Chip AI Dorong Penyesuaian Harga Layanan Cloud
Country Director Google Cloud Indonesia, Karim Siregar, mengakui bahwa meningkatnya permintaan chip secara global memang memberikan tekanan terhadap harga.
Menurutnya, ketika biaya komponen utama mengalami kenaikan signifikan, penyedia layanan cloud juga perlu melakukan penyesuaian agar operasional tetap berjalan secara berkelanjutan.
Namun, ia menegaskan bahwa Google Cloud akan berupaya semaksimal mungkin menjaga harga layanan agar tetap berada pada level yang wajar.
"Kami akan berusaha memastikan harga tetap berada pada level yang tepat. Namun jika terjadi lonjakan harga yang sangat tinggi, tentu penyesuaian harga menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari," ujar Karim saat Google Cloud Media Briefing di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga layanan cloud bukan semata-mata dipengaruhi oleh strategi bisnis perusahaan, melainkan juga oleh dinamika rantai pasok industri semikonduktor global.
Pasokan Chip Sudah Dipesan Hingga Dua Tahun ke Depan
Di tengah tingginya permintaan perangkat AI, Google menyebut telah mengantisipasi kebutuhan komputasi melalui pemesanan kapasitas chip jauh-jauh hari.
Karim menjelaskan bahwa sebagian besar kapasitas penyediaan compute untuk satu hingga dua tahun ke depan bahkan telah penuh atau fully booked.
Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu alasan mengapa fluktuasi harga chip belum memberikan dampak besar terhadap operasional Google Cloud dalam waktu dekat.