Sony ECM-AX10 Bawa 4 Mikrofon Spatial Audio ke Smartphone, Ini Fiturnya
- Dok. Sony
GadgetVIVA - Sony resmi memperkenalkan dongle mikrofon ringkas Sony ECM-AX10 yang dirancang khusus untuk perangkat smartphone. Perangkat mungil berbobot 24 gram ini mengusung empat kapsul mikrofon terintegrasi yang mampu merekam spatial audio (audio spasial 360 derajat), binaural, hingga perekaman stereo konvensional dengan resolusi tinggi mencapai 48 kHz pada kedalaman 32-bit float.
Kehadiran Sony ECM-AX10 menjadi angin segar bagi para pembuat konten dan videografer mobile yang menginginkan kualitas suara surround yang realistis tanpa perlu membawa alat perekam audio eksternal yang besar. Cukup dipasangkan ke port USB-C smartphone, dongle ini langsung aktif mengambil sumber suara dari berbagai arah secara presisi.
Teknologi Empat Mikrofon dan Dukungan Rekaman 32-Bit Float
Secara teknis, Sony ECM-AX10 mengemas empat mikrofon elektret di dalam kapsul utamanya. Susunan ini memungkinkan mikrofon menangkap gelombang suara dalam format ambisonic (spatial audio) maupun binaural secara alami. Tanggapan frekuensinya mencakup rentang penuh dari 20 Hz hingga 20 kHz, dengan ketahanan tingkat tekanan suara maksimum (maximum SPL) berada di atas 120 dB.
Salah satu fitur kunci yang paling dinanti oleh praktisi audio adalah dukungan format perekaman 32-bit float. Teknologi perekaman ini menawarkan dynamic range yang sangat luas, sehingga sinyal suara tidak akan mengalami distorsi atau pecah (clipping) meskipun terjadi lonjakan volume suara secara mendadak saat proses pengambilan gambar.
Fitur Sensor Gerak dan Integrasi Aplikasi Spatial Audio Video Tool
Tidak sekadar menangkap suara, Sony ECM-AX10 dilengkapi dengan sensor internal berupa giroskop 3-aksis dan akselerometer 3-aksis. Kombinasi sensor gerak ini berfungsi mencatat orientasi posisi mikrofon dan arah smartphone secara terintegrasi saat rekaman berlangsung.
Data spasial tersebut diproses langsung melalui aplikasi pendamping Spatial Audio Video Tool dari Sony. Hasil rekaman video dengan audio spasial ini dapat diselaraskan untuk diunggah ke platform seperti YouTube atau digunakan dalam produksi media interaktif. Format rekaman yang dihasilkan juga kompatibel dengan standar audio immersif modern, seperti format Eclipsa Audio yang dikembangkan oleh Google dan Samsung, serta format khas Sony 360 Reality Audio.