LinkedIn Diduga Bocorkan Data Pribadi 405 Juta Pengguna

LinkedIn Diduga Bocorkan Data Pribadi 405 Juta Pengguna
Sumber :
  • Istimewa

Selain menyasar data pribadi, LinkedIn dilaporkan memantau keberadaan perangkat lunak kompetitor. Pemindaian tersebut mencakup lebih dari 200 produk pesaing seperti Salesforce, HubSpot, hingga ZoomInfo. Praktik ini diduga kuat melanggar General Data Protection Regulation (GDPR) Uni Eropa yang sangat ketat.

img_title Ray-Ban Meta Smart Glasses Diduga Rekam Tanpa Izin, Begini Faktanya

Bantahan Resmi dari Pihak LinkedIn

LinkedIn memberikan respons cepat dan membantah keras seluruh tuduhan dari Fairlinked e.V tersebut. Perusahaan menegaskan bahwa klaim tersebut sama sekali tidak akurat dan menyesatkan publik. Mereka menyatakan bahwa tindakan teknis tersebut murni bertujuan untuk melindungi integritas data pengguna.

img_title Apple MacBook Pro 16 vs Microsoft Surface Laptop Ultra: Pilih Mana untuk Laptop Prosumer?

Pihak manajemen menjelaskan bahwa beberapa ekstensi sering kali menyisipkan sumber daya yang mengganggu stabilitas situs. Deteksi dilakukan hanya untuk mengidentifikasi potensi pelanggaran ketentuan layanan. LinkedIn juga mengeklaim tidak pernah menggunakan data tersebut untuk menyimpulkan informasi sensitif milik anggotanya.

Dampak Pelanggaran Privasi bagi Pengguna Masa Depan

img_title EA Terjerat Masalah Utang Rp25 Triliun Usai Akuisisi Raksasa, Komunitas Gamer Spekulasi Bakal Dibeli Xbox

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi pengguna mengenai pentingnya melindungi data pribadi LinkedIn. Jika tuduhan ini terbukti benar, LinkedIn dapat menghadapi denda besar berdasarkan aturan GDPR. Namun, perusahaan juga mencatat bahwa pengadilan di Jerman sebelumnya pernah menolak gugatan hukum serupa.

Ke depan, transparansi algoritma dan kebijakan privasi akan menjadi tuntutan utama pengguna profesional. Keamanan data bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban mutlak bagi platform sebesar LinkedIn. Publik kini menunggu langkah investigasi lebih lanjut dari regulator perlindungan data internasional.