Googlebook Bukan Pengganti Chromebook: Laptop Android Ini Dibanderol Mulai Rp15,9 Jutaan
- Dok. Google via GizmoChina
GadgetVIVA - Googlebook akhirnya resmi diperkenalkan sebagai lini laptop baru berbasis Android, bukan pengganti Chromebook. Laptop ini tersedia untuk pre-order dengan harga mulai Rp15,9 jutaan, sementara penjualan pertamanya dijadwalkan pada 4 Oktober. Google juga belum mengumumkan jadwal rilis resmi Googlebook di Tanah Air.
Perbedaan Googlebook dan Chromebook tidak berhenti pada nama atau desain. Googlebook memakai sistem operasi baru bernama Googlebook OS, membawa integrasi Gemini lebih dalam, serta menyasar pengguna yang membutuhkan pengalaman laptop premium dengan koneksi lebih dekat ke ponsel Android.
Chromebook tetap dipertahankan untuk kebutuhan sederhana dan harga terjangkau. Jadi, anggapan bahwa Googlebook adalah “Chromebook baru” kurang tepat.
Dua laptop Google, dua gaya pemakaian
Chromebook sejak awal dirancang dengan formula sederhana: buka browser, gunakan layanan berbasis cloud, lalu selesaikan pekerjaan. Pola ini masih menjadi daya tarik utama karena perangkatnya mudah digunakan, relatif ringan untuk kebutuhan sekolah, dan tidak menuntut anggaran besar.
Harga Chromebook entry-level bahkan berada di kisaran Rp3,2 jutaan. Untuk Chromebook Plus dengan kemampuan lebih tinggi, harganya mendekati Rp7,1 jutaan, sedangkan konfigurasi Chromebook Plus yang lebih mahal umumnya masih berada di bawah Rp14,2 jutaan.
Aplikasi Android memang sudah tersedia di Chromebook. Namun, aplikasi tersebut berjalan dalam wadah terpisah dari sistem utama. Dampaknya, beberapa aplikasi masih terasa seperti aplikasi ponsel yang dipaksa tampil di layar laptop, terutama saat digunakan dengan keyboard, mouse, atau jendela berukuran besar.
Googlebook mengambil pendekatan berbeda. Googlebook OS menggabungkan bagian dari Android dan ChromeOS dalam satu sistem, sehingga aplikasi Android tidak lagi sekadar tambahan. Aplikasi Google Play dirancang agar bisa digunakan dengan keyboard, trackpad, mouse, dan jendela yang ukurannya dapat diubah.
Bagi pengguna yang sering berpindah dari ponsel ke laptop, pendekatan ini berpotensi terasa lebih natural. Aplikasi yang biasa dipakai di Android dapat menjadi bagian lebih penting dari aktivitas laptop, bukan hanya pelengkap untuk membuka aplikasi tertentu.
Gemini tidak cuma nongkrong di sidebar
Chromebook Plus sudah memiliki akses ke Gemini. Pengguna bisa membuka sidebar, menulis perintah, menerima jawaban, lalu kembali ke pekerjaan sebelumnya. Fitur ini berguna, tetapi Gemini masih terasa seperti layanan tambahan yang berada di sisi antarmuka.