Googlebook Bukan Pengganti Chromebook: Laptop Android Ini Dibanderol Mulai Rp15,9 Jutaan

Googlebook hadir sebagai laptop premium berbasis Android, sementara Chromebook tetap menyasar pengguna dengan kebutuhan sederhana dan harga lebih terjangkau.
Sumber :
  • Dok. Google via GizmoChina

GadgetVIVA - Googlebook akhirnya resmi diperkenalkan sebagai lini laptop baru berbasis Android, bukan pengganti Chromebook. Laptop ini tersedia untuk pre-order dengan harga mulai Rp15,9 jutaan, sementara penjualan pertamanya dijadwalkan pada 4 Oktober. Google juga belum mengumumkan jadwal rilis resmi Googlebook di Tanah Air.

img_title HP Star Book Air 14 Resmi Meluncur, Laptop OLED Tipis 1,16 Kg dengan Baterai Diklaim Tahan 42,5 Jam

Perbedaan Googlebook dan Chromebook tidak berhenti pada nama atau desain. Googlebook memakai sistem operasi baru bernama Googlebook OS, membawa integrasi Gemini lebih dalam, serta menyasar pengguna yang membutuhkan pengalaman laptop premium dengan koneksi lebih dekat ke ponsel Android.

Chromebook tetap dipertahankan untuk kebutuhan sederhana dan harga terjangkau. Jadi, anggapan bahwa Googlebook adalah “Chromebook baru” kurang tepat.

img_title Dell XPS 16 Creator Edition Bawa Layar OLED 1.600 Nits dan RAM 128 GB, Sehebat Apa Kinerjanya?

Dua laptop Google, dua gaya pemakaian

Chromebook sejak awal dirancang dengan formula sederhana: buka browser, gunakan layanan berbasis cloud, lalu selesaikan pekerjaan. Pola ini masih menjadi daya tarik utama karena perangkatnya mudah digunakan, relatif ringan untuk kebutuhan sekolah, dan tidak menuntut anggaran besar.

img_title ASUS Resmi Boyong Laptop Kreator ProArt P14 dan P16 Berbasis NVIDIA RTX Spark ke Indonesia

Harga Chromebook entry-level bahkan berada di kisaran Rp3,2 jutaan. Untuk Chromebook Plus dengan kemampuan lebih tinggi, harganya mendekati Rp7,1 jutaan, sedangkan konfigurasi Chromebook Plus yang lebih mahal umumnya masih berada di bawah Rp14,2 jutaan.

Aplikasi Android memang sudah tersedia di Chromebook. Namun, aplikasi tersebut berjalan dalam wadah terpisah dari sistem utama. Dampaknya, beberapa aplikasi masih terasa seperti aplikasi ponsel yang dipaksa tampil di layar laptop, terutama saat digunakan dengan keyboard, mouse, atau jendela berukuran besar.

Googlebook mengambil pendekatan berbeda. Googlebook OS menggabungkan bagian dari Android dan ChromeOS dalam satu sistem, sehingga aplikasi Android tidak lagi sekadar tambahan. Aplikasi Google Play dirancang agar bisa digunakan dengan keyboard, trackpad, mouse, dan jendela yang ukurannya dapat diubah.

Bagi pengguna yang sering berpindah dari ponsel ke laptop, pendekatan ini berpotensi terasa lebih natural. Aplikasi yang biasa dipakai di Android dapat menjadi bagian lebih penting dari aktivitas laptop, bukan hanya pelengkap untuk membuka aplikasi tertentu.

Gemini tidak cuma nongkrong di sidebar

Chromebook Plus sudah memiliki akses ke Gemini. Pengguna bisa membuka sidebar, menulis perintah, menerima jawaban, lalu kembali ke pekerjaan sebelumnya. Fitur ini berguna, tetapi Gemini masih terasa seperti layanan tambahan yang berada di sisi antarmuka.

Halaman Selanjutnya
img_title