Mau Upgrade? Ini Perbedaan Redmi Note 17 Pro dan Redmi Note 15 Pro Secara Lengkap
- ilustrasi
GadgetVIVA -
Xiaomi kembali menghadirkan pembaruan pada lini Redmi Note Pro melalui kehadiran Redmi Note 17 Pro. Namun, berbeda dari generasi sebelumnya yang biasanya menawarkan peningkatan di hampir semua sektor, kali ini Redmi mengambil pendekatan yang cukup unik. Perusahaan lebih memprioritaskan daya tahan baterai, ketahanan perangkat, dan pengalaman penggunaan harian dibandingkan peningkatan kamera atau performa kelas atas.
Sekilas, Redmi Note 17 Pro memang terlihat sebagai penerus langsung Redmi Note 15 Pro. Akan tetapi, jika diperhatikan lebih dalam, ada sejumlah perubahan signifikan yang membuat kedua smartphone ini menyasar tipe pengguna yang berbeda.
Lantas, apa saja peningkatan yang dibawa Redmi Note 17 Pro? Di sisi lain, fitur apa yang justru mengalami penurunan? Berikut ulasan lengkapnya.
Baterai 9.000mAh Jadi Daya Tarik Utama
Peningkatan paling mencolok pada Redmi Note 17 Pro terletak pada sektor baterai. Xiaomi kini membekali perangkat ini dengan baterai berkapasitas 9.000mAh, meningkat drastis dibanding Redmi Note 15 Pro yang hanya membawa baterai 7.000mAh.
Kapasitas sebesar ini membuat Redmi Note 17 Pro berpotensi menjadi salah satu smartphone dengan daya tahan terbaik di kelasnya. Dalam penggunaan normal, pengguna diperkirakan bisa menikmati masa pakai hingga dua hari atau bahkan lebih tanpa perlu mencari charger.
Meski kapasitas baterainya jauh lebih besar, Xiaomi juga meningkatkan teknologi pengisian daya dari 45W menjadi 67W. Dengan demikian, waktu pengisian tetap dapat dipangkas sehingga pengguna tidak perlu menunggu terlalu lama hingga baterai penuh.
Penyimpanan Lebih Kencang
Selain baterai, sektor penyimpanan juga memperoleh peningkatan penting. Untuk varian 256GB dan 512GB, Redmi Note 17 Pro kini menggunakan teknologi UFS 3.1.
Sebelumnya, Redmi Note 15 Pro masih mengandalkan UFS 2.2. Perubahan ini membuat proses membuka aplikasi, memindahkan file berukuran besar, hingga multitasking menjadi lebih cepat dan responsif.
Walaupun peningkatan ini mungkin tidak langsung terasa dalam penggunaan ringan, pengguna yang sering bermain game atau mengedit video akan merasakan manfaatnya.
Layar Lebih Tahan Benturan
Xiaomi juga meningkatkan perlindungan layar dengan mengganti kaca pelindung sebelumnya menggunakan Corning Gorilla Glass Victus 2.
Teknologi ini menawarkan ketahanan yang lebih baik terhadap benturan maupun goresan dibanding generasi sebelumnya. Bagi pengguna yang sering membawa smartphone tanpa casing atau pelindung layar tambahan, peningkatan ini tentu menjadi nilai lebih.
HyperOS 3 Hadir Secara Langsung
Dari sisi perangkat lunak, Redmi Note 17 Pro langsung menjalankan HyperOS 3 sebagai sistem operasi bawaan.
Versi terbaru ini membawa berbagai optimalisasi sistem, peningkatan efisiensi daya, serta pengalaman penggunaan yang lebih mulus dibanding HyperOS 2 yang digunakan Redmi Note 15 Pro.
Selain itu, Xiaomi juga meningkatkan touch sampling rate maksimum menjadi 3.200Hz, naik dari sebelumnya 2.560Hz. Hasilnya, respons sentuhan terasa lebih cepat, terutama saat bermain game yang mendukung fitur tersebut.
Ada Sejumlah Pengorbanan
Meski menawarkan banyak peningkatan, Redmi Note 17 Pro ternyata juga mengalami beberapa penurunan yang cukup mencolok.
Salah satu yang paling disorot adalah sektor kamera.
Pada Redmi Note 15 Pro, Xiaomi menggunakan sensor utama Sony LYT-600 berukuran 1/1,95 inci yang terkenal memiliki kemampuan fotografi malam cukup baik.
Sebaliknya, Redmi Note 17 Pro kini memakai sensor Samsung S5KJNS berukuran lebih kecil, yakni 1/2,76 inci. Ukuran sensor yang lebih kecil berpotensi menghasilkan kualitas foto malam yang tidak sebaik pendahulunya.
Tidak hanya itu, kamera ultra-wide 8MP juga dihilangkan. Sebagai gantinya, Xiaomi hanya menyematkan sensor kedalaman 2MP yang fungsinya jauh lebih terbatas.
Kamera Selfie Ikut Dipangkas
Penurunan juga terjadi pada kamera depan.
Resolusi kamera selfie turun cukup jauh dari 20MP menjadi 8MP. Bagi pengguna yang gemar swafoto atau melakukan panggilan video, perubahan ini tentu cukup terasa.
Kemampuan perekaman video juga mengalami pembatasan. Jika Redmi Note 15 Pro mampu merekam video hingga 4K dan 60fps, Redmi Note 17 Pro kini hanya mendukung 1080p pada 30fps.
Artinya, pengguna yang sering membuat konten video kemungkinan akan lebih memilih generasi sebelumnya.
Konektivitas Turun Kelas
Selain kamera, Xiaomi juga melakukan penghematan pada sektor konektivitas.
Redmi Note 17 Pro kini menggunakan Wi-Fi 5 dan Bluetooth 5.1, sedangkan Redmi Note 15 Pro sudah lebih modern dengan dukungan Wi-Fi 6 dan Bluetooth 5.4.
Walaupun bagi sebagian pengguna perbedaannya tidak terlalu signifikan, standar konektivitas terbaru tetap menawarkan kecepatan transfer data dan efisiensi yang lebih baik.
Bodi Lebih Tebal dan Berat
Konsekuensi dari penggunaan baterai berkapasitas besar adalah ukuran bodi yang ikut membesar.
Ketebalan Redmi Note 17 Pro meningkat dari 7,78 mm menjadi 8,46 mm. Sementara bobotnya kini mencapai 226 gram.
Perubahan ini membuat perangkat terasa lebih berat ketika digunakan dalam waktu lama, terutama saat bermain game atau menonton video.
Performa Chipset Tidak Lagi Lebih Tinggi
Hal menarik lainnya adalah pergantian chipset.
Redmi Note 15 Pro sebelumnya menggunakan MediaTek Dimensity 7400-Ultra, sedangkan Redmi Note 17 Pro beralih ke Qualcomm Snapdragon 6s Gen 4.
Meski menggunakan chipset Qualcomm terbaru, kecepatan clock maksimalnya hanya mencapai 2,4GHz, lebih rendah dibanding Dimensity 7400-Ultra yang mampu menyentuh 2,6GHz.
Selain itu, kapasitas RAM maksimum kini dibatasi hingga 12GB, sementara generasi sebelumnya tersedia hingga 16GB.
Fitur Andalan Tetap Dipertahankan
Di balik berbagai perubahan tersebut, Xiaomi tetap mempertahankan sejumlah fitur unggulan yang sudah menjadi ciri khas seri Redmi Note Pro.
Kedua smartphone sama-sama menggunakan layar AMOLED datar 6,83 inci dengan resolusi 1,5K (2772 × 1280 piksel), refresh rate 120Hz, serta teknologi PWM Dimming 3.840Hz yang membuat layar lebih nyaman digunakan dalam kondisi minim cahaya.
Sertifikasi ketahanan juga tidak berubah. Redmi Note 17 Pro tetap mengantongi standar IP66, IP68, IP69, hingga IP69K, sehingga mampu memberikan perlindungan terhadap debu dan air dalam berbagai kondisi.
Selain itu, fitur reverse wired charging 22,5W masih tersedia untuk mengisi daya perangkat lain.
Xiaomi juga tetap mempertahankan speaker stereo, NFC, pemancar inframerah (IR Blaster), serta sensor sidik jari optik yang tertanam di dalam layar.
Kesimpulan
Redmi Note 17 Pro bukan sekadar penerus Redmi Note 15 Pro, melainkan smartphone dengan filosofi yang berbeda. Xiaomi lebih fokus menghadirkan perangkat yang memiliki baterai sangat besar, daya tahan tinggi, serta pengalaman penggunaan harian yang lebih awet.
Namun, strategi tersebut dibayar dengan sejumlah kompromi, mulai dari penurunan kualitas kamera, kemampuan perekaman video, konektivitas nirkabel, hingga performa chipset dan bobot perangkat yang lebih berat.
Bagi pengguna yang mengutamakan baterai tahan lama, ketahanan perangkat, serta penggunaan intensif sepanjang hari, Redmi Note 17 Pro menjadi pilihan yang sangat menarik.
Sebaliknya, jika Anda lebih sering mengambil foto, membuat konten video, menginginkan smartphone yang ringan, serta membutuhkan konektivitas lebih modern, Redmi Note 15 Pro masih menjadi pilihan yang lebih seimbang.