Hisense A10 Hadir: Ponsel Android dengan Dua Wajah, E-Ink & LCD!

Hisense A10 Hadir: Ponsel Android dengan Dua Wajah, E-Ink & LCD!
Sumber :
  • GSM Arena

GadgetVIVA - Produsen elektronik asal Tiongkok, Hisense, kembali menggebrak pasar smartphone dengan peluncuran Hisense A10 sebuah perangkat Android yang benar-benar out of the box. Alih-alih mengikuti tren layar OLED atau AMOLED seperti kebanyakan pabrikan, Hisense memilih pendekatan radikal: menggabungkan layar e-ink hemat daya dengan opsi layar LCD responsif yang bisa dilepas-pasang secara magnetis.

img_title Masih Ada Jack 3,5 mm! Motorola Moto G Max Hadir dengan Baterai 7000 mAh

Konsep ini menjadikan Hisense A10 sebagai smartphone hybrid pertama di dunia yang memungkinkan pengguna beralih antara dua mode tampilan sesuai kebutuhan: e-ink untuk membaca dan efisiensi baterai, serta LCD untuk media sosial, video, dan gaming.

Artikel ini mengupas lengkap fitur inovatif, spesifikasi yang diketahui, harga, serta potensi kehadirannya di pasar global termasuk Indonesia.

img_title Motorola Rilis Moto G Max, Baterai 7.000 mAh & Chipset Snapdragon

Desain Revolusioner: Dua Layar dalam Satu Perangkat

Hisense A10 hadir dengan layar utama berbasis teknologi e-ink, mirip Kindle atau Kobo. Keunggulan layar ini:

img_title Samsung Galaxy F70 Pro Resmi Ungkap Harga & Spesifikasi Sebelum Rilis!
  • Hemat daya ekstrem – tidak menguras baterai saat menampilkan teks statis
  • Nyaman untuk mata – bebas silau, cocok dibaca di bawah sinar matahari
  • Tidak menyebabkan kelelahan visual – ideal untuk membaca buku, artikel, atau email

Namun, kelemahan e-ink adalah refresh rate rendah, sehingga tidak cocok untuk konten dinamis seperti video, game, atau scrolling media sosial.
Untuk mengatasi keterbatasan itu, Hisense menyediakan layar LCD tambahan yang bersifat modular. Layar ini:

  • Ditempel secara magnetis di bagian depan (menutupi layar e-ink)
  • Bisa dilepas kapan saja
  • Memberikan pengalaman visual konvensional saat dibutuhkan

Konsep ini mirip "flip cover pintar", tapi justru menambahkan lapisan layar aktif, bukan hanya pelindung.

Spesifikasi Hisense A10: Masih Minim, Tapi Cukup Mumpuni

Meski belum merilis detail lengkap, Hisense telah mengonfirmasi beberapa spesifikasi inti:

  • Sistem Operasi: Android 16 (versi terbaru pada 2026)
  • Jaringan: 5G
  • Chipset: Qualcomm Snapdragon berfabrikasi 4 nanometer (model tidak disebutkan)
  • Layar Utama: E-Ink (ukuran & resolusi belum diumumkan)
  • Aksesori: Layar LCD magnetik opsional (dijual terpisah)

Sayangnya, informasi tentang RAM, penyimpanan internal, kapasitas baterai, kamera, dan fitur konektivitas lainnya masih dirahasiakan. Namun, mengingat harganya yang premium, kemungkinan besar perangkat ini ditujukan untuk pengguna niche seperti akademisi, penulis, atau profesional yang mengutamakan fokus dan produktivitas.

Harga dan Ketersediaan: Mahal, Bahkan untuk Aksesori Tambahan

Di pasar Tiongkok, Hisense A10 dibanderol sebesar 4.000 yuan, setara Rp10,6 juta (kurs Juli 2026). Namun, harga tersebut belum termasuk layar LCD tambahan.

Yang mengejutkan, aksesori LCD-nya sendiri kabarnya dijual seharga 3.000 yuan (sekitar Rp8 juta) hampir 75% dari harga ponsel utamanya. Artinya, jika ingin pengalaman penuh, total investasi mencapai Rp18,6 juta, setara flagship premium seperti iPhone 18 Pro Max atau Samsung Galaxy S27 Ultra.

Catatan: Belum ada informasi apakah Hisense A10 akan diluncurkan di luar Tiongkok, termasuk Indonesia.

Target Pengguna: Siapa yang Butuh Ponsel Seperti Ini?

Hisense A10 jelas bukan untuk pengguna umum. Ia menyasar segmen khusus:

  • Penulis & jurnalis yang butuh alat minim gangguan
  • Akademisi & mahasiswa yang banyak membaca literatur digital
  • Digital detox enthusiast yang ingin mengurangi screen time beracun
  • Profesional produktivitas yang menghindari notifikasi media sosial

Dengan mode e-ink, pengguna bisa fokus membaca tanpa godaan animasi atau notifikasi berkedip. Saat butuh hiburan atau komunikasi cepat, cukup tempel layar LCD dan kembali ke dunia digital konvensional.

Kompetitor & Inovasi: Apakah Ini Masa Depan Smartphone?

Sebelumnya, beberapa merek seperti YotaPhone (Rusia) dan Hisense sendiri pernah mencoba konsep dual-screen (e-ink di belakang). Tapi Hisense A10 adalah yang pertama menggunakan sistem modular magnetik lebih fleksibel dan tidak membebani desain permanen.

Kelemahan utama tetap pada harga tinggi dan kompleksitas penggunaan. Namun, jika konsep ini sukses, bisa jadi awal dari era baru smartphone adaptif yang menyesuaikan tampilan sesuai konteks aktivitas.

Kesimpulan: Eksperimen Berani, Tapi Masih Terlalu Niche

Hisense A10 adalah bukti bahwa inovasi di industri smartphone belum mati. Dengan menggabungkan e-ink dan LCD dalam satu sistem modular, Hisense menawarkan solusi unik untuk masalah modern: overstimulasi digital.

Namun, dengan harga total hampir Rp19 juta dan ketersediaan terbatas di Tiongkok, perangkat ini lebih berstatus sebagai eksperimen teknologi daripada produk massal.

Bagi kebanyakan orang, mungkin cukup dengan mode gelap pembatas layar di ponsel biasa. Tapi bagi mereka yang benar-benar ingin memutus ketergantungan pada layar berkedip, Hisense A10 mungkin adalah jawabannya jika Anda rela membayar mahal untuk ketenangan.