Apple Watch Ultra 4 Resmi Meluncur, Bawa AI dan Baterai 84 Jam
- apple
GadgetVIVA - Apple kembali memperkuat lini smartwatch premiumnya dengan memperkenalkan Apple Watch Ultra 4. Generasi terbaru ini memang tidak membawa perubahan besar dari sisi desain. Namun, di balik tampilan yang masih familiar, Apple menghadirkan sejumlah peningkatan penting pada pemantauan kesehatan, daya tahan baterai, hingga kecerdasan buatan (AI) yang diproses langsung di perangkat.
Secara tampilan, Apple Watch Ultra 4 masih mempertahankan karakter kokoh khas seri Ultra. Layarnya dan bentuk bodinya terlihat hampir sama dengan generasi sebelumnya. Meski demikian, Apple kini memberikan pilihan baru berupa material titanium hitam, selain warna titanium alami yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Dengan demikian, daya tarik utama Watch Ultra 4 bukan terletak pada perubahan fisik, melainkan pada kemampuan internal yang semakin pintar.
Pelacakan Kesehatan Lebih Sering
Salah satu peningkatan terbesar Apple Watch Ultra 4 terdapat pada sistem pemantauan kesehatan. Sama seperti Apple Watch Series 12, perangkat ini menggunakan chip S11 terbaru serta sistem penginderaan kesehatan yang telah diperbarui.
Apple meningkatkan kemampuan sensor optik dan elektrik pada smartwatch tersebut. Sensor ini memungkinkan perangkat memantau detak jantung dengan interval yang lebih rapat, yakni setiap lima detik sepanjang hari.
Selain itu, pemantauan Heart Rate Variability atau HRV juga dibuat jauh lebih sering. Apple menyebut pencatatan HRV pada Ultra 4 dapat dilakukan hingga 24 kali lebih banyak dibandingkan Ultra 3.
Peningkatan tersebut tentu bukan sekadar angka. Semakin banyak data yang dikumpulkan, semakin lengkap pula informasi mengenai kondisi tubuh pengguna. Karena itu, Apple memanfaatkan data tersebut untuk menghadirkan fitur kesehatan baru yang lebih personal.
Ada Skor Kesiapan Harian
Berdasarkan data kesehatan yang dikumpulkan, Apple Watch Ultra 4 kini menawarkan fitur bernama Kesiapan atau Readiness Score. Fitur ini memberikan nilai harian dalam rentang 0 hingga 10.
Skor tersebut dihitung berdasarkan beberapa faktor, termasuk kualitas tidur, beban latihan, serta kondisi vitalitas pengguna sepanjang hari. Dengan informasi itu, pengguna dapat menentukan apakah tubuh sedang siap untuk melakukan latihan berat atau justru membutuhkan waktu untuk beristirahat.