Mouse Microsoft Ini Tak Punya Tombol Terlihat, tapi Bisa Memberi Umpan Balik Haptic
- Dok. Microsoft via Notebookcheck
GadgetVIVA - Microsoft membawa pendekatan baru ke aksesori PC lewat Surface Mouse generasi terbaru. Mouse ini tetap terlihat sederhana, tetapi menyimpan tiga fitur yang cukup menarik: koneksi Bluetooth 6.0, tombol aksi yang bisa diatur, dan umpan balik haptic untuk fitur Windows 11 Haptic Signals. Harganya mulai sekitar Rp1,4 jutaan ($79.99) di Amerika Serikat, sementara jadwal resmi untuk Tanah Air belum diumumkan.
Perangkat tersebut diperkenalkan bersamaan dengan jajaran Surface terbaru yang menggunakan chip Snapdragon X2 series. Microsoft juga menyiapkan acara Surface pada 7 Oktober, meski keterangan sumber belum menjelaskan apakah Surface Mouse ini akan kembali dibahas dalam acara tersebut atau hanya menjadi aksesori pendamping untuk produk baru.
Tampil Minimalis, tapi Bukan Mouse Biasa
Sekilas, Surface Mouse baru terlihat seperti mouse nirkabel biasa dengan bodi ramping dan desain sederhana. Microsoft memakai bentuk terpahat atau sculpted design yang dibuat agar nyaman digunakan oleh pengguna tangan kanan maupun kiri. Artinya, posisi tombol dan lekukan bodinya tidak dibuat khusus untuk satu sisi tangan saja.
Desain ambidextrous seperti ini cukup masuk akal untuk aksesori yang dipakai bersama laptop atau komputer keluarga. Pengguna tidak perlu memilih varian khusus berdasarkan tangan dominan. Mouse juga bisa lebih mudah dipinjamkan atau dipakai bergantian tanpa terasa terlalu asing saat berpindah tangan.
Namun, ada satu hal yang langsung mencuri perhatian. Surface Mouse baru tidak menampilkan tombol klik kiri dan kanan secara jelas di bagian atas. Microsoft memilih permukaan atas yang lebih bersih, lengkap dengan roda gulir sederhana. Tombol mouse tetap ada secara fungsional, tetapi garis pemisahnya tidak terlihat seperti pada kebanyakan mouse konvensional.
Tampilan seperti ini membuat Surface Mouse terasa cocok dipasangkan dengan perangkat Surface lain yang biasanya mengutamakan desain minimalis. Di meja kerja, bentuknya tidak akan terlihat terlalu ramai. Catatannya, pengguna yang menyukai tombol dengan bentuk tegas mungkin perlu waktu untuk terbiasa dengan permukaan atas tersebut.
Umpan Balik Haptic Jadi Fitur Utama
Fitur paling berbeda dari Surface Mouse terbaru adalah dukungan haptic feedback. Teknologi ini memungkinkan mouse memberikan sensasi getaran atau respons sentuhan tertentu saat digunakan bersama fitur yang kompatibel di Windows 11.
Microsoft mengaitkannya dengan Windows 11 Haptic Signals. Fitur tersebut dirancang untuk membuat informasi digital terasa melalui respons sentuhan, bukan hanya lewat tampilan visual di layar atau suara dari sistem. Dalam penggunaan sehari-hari, umpan balik semacam ini berpotensi membantu pengguna mengenali aktivitas tertentu tanpa harus selalu melihat layar.
Tetap ada batasan penting. Sumber tidak menyebutkan daftar aplikasi atau perintah spesifik yang akan mendapatkan respons haptic dari mouse ini. Jadi, belum tepat jika fitur tersebut dianggap otomatis aktif untuk semua kegiatan di Windows 11. Dukungan akhirnya akan bergantung pada integrasi Windows 11 Haptic Signals dan pengaturan perangkat lunak yang tersedia.
Bagi pengguna biasa, haptic feedback mungkin terdengar seperti fitur kecil. Namun, respons sentuhan bisa terasa relevan bagi orang yang sering bekerja dengan banyak notifikasi, perintah sistem, atau fitur aksesibilitas. Sensasi singkat dari mouse dapat menjadi penanda tambahan ketika perhatian pengguna sedang terbagi antara layar, dokumen, dan perangkat lain.
Microsoft belum merinci tingkat kekuatan getaran, pilihan pola respons, atau seberapa luas fitur tersebut dapat disesuaikan. Informasi itu penting karena kenyamanan haptic sangat bergantung pada karakter penggunaan. Respons yang terlalu kuat bisa mengganggu, sedangkan getaran yang terlalu halus mungkin sulit terasa.
Tombol Aksi Bisa Disesuaikan dari Aplikasi Surface
Selain haptic feedback, Microsoft menyematkan tombol tambahan di bagian depan roda gulir. Tombol ini dapat dikustomisasi melalui aplikasi Surface, sehingga pengguna bisa menyesuaikan fungsinya dengan kebiasaan kerja.
Sumber belum menjelaskan daftar perintah yang tersedia. Karena itu, belum bisa dipastikan apakah tombol tersebut dapat dipakai untuk membuka aplikasi, menjalankan pintasan Windows, atau melakukan fungsi lain. Yang jelas, Microsoft menempatkannya sebagai tombol aksi, bukan sekadar tombol tambahan dengan fungsi tetap.
Konsep ini berguna bagi pengguna yang sering melakukan perintah berulang. Sebuah tombol khusus dapat mengurangi kebutuhan membuka menu atau mengandalkan kombinasi keyboard untuk tugas tertentu, selama opsi pengaturannya memang mendukung kebutuhan tersebut.
Pengguna laptop Surface juga bisa mendapatkan pengalaman yang lebih seragam karena tombol dan pengaturannya berada dalam ekosistem aplikasi Microsoft. Namun, perangkat ini tetap membutuhkan proses penyesuaian. Sebelum membeli, calon pengguna sebaiknya menunggu informasi lebih jelas mengenai fungsi tombol, dukungan aplikasi, dan apakah semua pengaturan dapat berjalan di komputer non-Surface.
Bluetooth 6.0 Membawa Koneksi Nirkabel Terbaru
Surface Mouse baru mendukung Bluetooth 6.0. Ini menjadi salah satu nilai jual teknis yang ditonjolkan Microsoft, terutama karena mouse tersebut ditujukan untuk perangkat Surface terbaru dan komputer Windows modern.
Koneksi Bluetooth membuat meja kerja lebih rapi karena pengguna tidak perlu menyiapkan dongle USB khusus. Bagi pemilik laptop tipis dengan jumlah port terbatas, pendekatan ini cukup praktis. Mouse bisa digunakan tanpa mengambil salah satu port yang mungkin dibutuhkan untuk pengisi daya, penyimpanan eksternal, atau aksesori lain.
Meski begitu, Bluetooth 6.0 tidak otomatis membuat pengalaman memakai mouse jauh lebih cepat dibandingkan semua versi sebelumnya. Manfaat yang terasa tetap bergantung pada perangkat yang dipasangkan, dukungan sistem operasi, kestabilan koneksi, dan rancangan keseluruhan mouse. Microsoft juga belum mengungkap detail seperti daya tahan baterai, jenis baterai, jarak koneksi, atau jumlah perangkat yang dapat disimpan dalam memori.
Informasi tersebut sebaiknya tidak dianggap sepele. Untuk mouse nirkabel, kenyamanan sehari-hari bukan hanya soal versi Bluetooth. Pengguna juga perlu mengetahui seberapa sering baterai harus diganti atau diisi, apakah mouse dapat berpindah antarperangkat dengan mudah, dan bagaimana performanya saat dipakai dalam waktu lama.
Harga dan Jadwal Ketersediaannya
Microsoft membanderol Surface Mouse baru mulai sekitar Rp1,4 jutaan ($79.99) di Amerika Serikat. Harga tersebut merupakan harga awal untuk wilayah AS, sehingga belum bisa dijadikan patokan harga resmi ketika perangkat ini nantinya masuk Tanah Air.
Microsoft menyebut Surface Mouse akan tersedia untuk dipesan mulai 13 Oktober. Sumber tidak menyatakan tahun secara terpisah, tetapi perangkat ini diperkenalkan dalam konteks agenda Snapdragon Summit 2026. Untuk Indonesia, belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal rilis, harga, maupun pilihan warna.
Saat peluncuran, Microsoft menyiapkan dua pilihan warna, yaitu Black dan Platinum. Baru dua warna itu yang ditampilkan. Belum ada informasi mengenai varian warna lain atau kemungkinan perbedaan pilihan warna berdasarkan wilayah.
Sebagai pembanding, Microsoft juga masih menjual Surface Arc dan Surface Mobile Mouse. Harga kedua produk tersebut dalam sumber tercatat sekitar Rp1,2 jutaan ($69.99) di Amazon. Surface Mouse baru diposisikan sedikit lebih mahal, dengan tambahan tombol aksi, Bluetooth 6.0, dan dukungan haptic feedback sebagai pembeda utama.
Apakah Fitur Haptic Cukup Menjadi Alasan Beli?
Surface Mouse baru cocok untuk pengguna yang ingin mouse berdesain bersih, bisa dipakai tangan kanan maupun kiri, serta punya tombol tambahan untuk pintasan tertentu. Dukungan haptic juga membuatnya lebih menarik bagi pengguna Windows 11 yang ingin mencoba fitur Haptic Signals.
Namun, spesifikasi penting masih belum lengkap. Microsoft belum menjelaskan daya tahan baterai, rincian fungsi tombol aksi, tingkat dukungan aplikasi, dan harga resminya di Tanah Air. Kekurangan informasi ini membuat keputusan pembelian sebaiknya tidak hanya berdasarkan angka Bluetooth atau desain yang terlihat modern.
Rekomendasi akhirnya cukup jelas:
- Pertimbangkan Surface Mouse jika Anda sudah memakai perangkat Surface dan ingin aksesori dengan desain seragam serta tombol aksi yang dapat diatur.
- Pilih mouse ini jika dukungan Windows 11 Haptic Signals memang relevan dengan cara kerja atau kebutuhan aksesibilitas Anda.
- Tahan dulu kalau Anda membutuhkan informasi baterai, dukungan multi-perangkat, dan fungsi tombol yang lebih rinci.
- Jangan membayar harga impor sebelum Microsoft mengumumkan harga serta ketersediaan resmi untuk pengguna di Tanah Air.