BioWare Resmi Ditutup EA, Proyek Game Mass Effect Terbaru Ikut Dibatalkan

Serial game Mass Effect buatan BioWare yang kini nasib kelanjutannya dihentikan oleh EA.
Sumber :
  • Dok. BioWare / Electronic Arts

GadgetVIVA - Kabar mengejutkan melanda industri hiburan dan game global. Electronic Arts (EA) secara resmi menutup BioWare, studio pengembang legendaris di balik waralaba ikonik Mass Effect dan Dragon Age. Penutupan studio yang bermarkas di Edmonton, Kanada ini diikuti dengan pembatalan resmi proyek game Mass Effect terbaru yang telah dikembangkan selama beberapa tahun terakhir.

img_title Trailer Mass Effect Universe Bocor di Tengah Isu Pembatalan Proyek oleh EA

Langkah drastis ini merupakan buntut dari restrukturisasi besar-besaran di tubuh EA setelah proses privatisasi perusahaan selesai. Informasi penutupan ini pertama kali diungkap oleh jurnalis industri senior Jason Schreier berdasarkan memo internal manajemen EA yang dikirimkan kepada jajaran staf studio.

Kegagalan Target Dragon Age: The Veilguard Jadi Pemicu Utama

img_title EA Dilanda Tuduhan Berat Usai Akuisisi Rp972 Triliun, Spekulasi Xbox Merekah

Krisis di tubuh BioWare sejatinya telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir akibat dinamika pengembangan game skala besar yang makin kompleks. Puncak permasalahan terjadi ketika rilis terbaru mereka, Dragon Age: The Veilguard, dilaporkan gagal memenuhi target penjualan komersial yang ditetapkan oleh jajaran eksekutif EA.

Kegagalan komersial tersebut langsung memicu perampingan jumlah tenaga kerja secara masif di BioWare. Tim pengembang yang semula berisi ratusan staf dipangkas secara bertahap hingga hanya menyisakan sekitar 100 orang. Pembatalan proyek ini menunjukkan makin tingginya risiko finansial dalam pengembangan game single-player RPG berbiaya tinggi di industri modern saat ini.

img_title Electronic Arts Terjerat Sengketa Utang Rp25 Triliun Pasca Akuisisi Skenario Xbox Mencuat

Nasib Pembatalan Proyek Mass Effect Terbaru

Proyek game Mass Effect generasi baru sejatinya pertama kali diumumkan pada tahun 2020 dan sempat memicu antusiasme tinggi dari para penggemar setia. Namun, proses pengembangannya terus mengalami hambatan internal dan kekurangan sumber daya manusia.

Sebelum keputusan penutupan studio diambil, tercatat hanya ada sekitar 50 pengembang yang tersisa untuk menangani proyek pengerjaan Mass Effect tersebut. Dalam surat internal yang dikirim manajemen EA, dinyatakan bahwa pihak perusahaan tidak akan melanjutkan proses produksi game tersebut. Langkah ini secara efektif mengakhiri perjalanan proyek yang sudah berjalan hampir enam tahun tanpa kepastian tanggal rilis.

Dampak Penutupan Studio Terhadap Kekayaan Intelektual BioWare

Penutupan studio Edmonton ini meninggalkan tanda tanya besar terkait nasib lini hak cipta milik BioWare. Hingga saat ini, pihak EA belum memberikan pernyataan resmi mengenai apakah mereka akan menjual lisensi waralaba Mass Effect dan Dragon Age ke penerbit lain, atau membiarkan seluruh aset kekayaan intelektual tersebut tersimpan rapat tanpa kejelasan produksi di masa mendatang.

Halaman Selanjutnya
img_title