Tips untuk Pebisnis Membangun AI Masa Depan

Ilustrasi keamanan perangkat
Sumber :
  • Istimewa

Gadget – Kyndryl (NYSE:KD), penyedia layanan infrastruktur TI terbesar di dunia, baru-baru ini meluncurkan laporan, “5 Wawasan (Insights) untuk Membantu Organisasi Membangun AI Terukur”, bekerja sama dengan firma riset teknologi dan konsultasi, Ecosystm. Laporan tersebut berasal dari masukan lima ratus pemimpin C-Level di seluruh ASEAN, yang bertujuan untuk mengatasi tantangan data dan AI yang dihadapi oleh organisasi di ASEAN, dan memberikan rekomendasi bagi mereka untuk membangun strategi terukur yang memberikan dampak nyata pada bisnis.

Berikut Daftar 15 Pekerjaan Terancam Punah, Apakah Efek AI

Setiap organisasi yang sukses saat ini telah menerapkan transformasi digital dengan menghadirkan data dan AI sebagai intinya. Namun, ASEAN melihat beberapa tantangan umum yang telah mengganggu efektivitas implementasi solusi data dan AI. Hasil studi menemukan bahwa 48% partisipan riset kerap kali menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan solusi AI dengan sistem yang ada, 38% saat mengumpulkan data dari berbagai sumber internal, dan 34% kesulitan dengan kualitas data.

Berdasarkan hasil studi, laporan penelitian menawarkan beberapa wawasan penting untuk memandu organisasi saat mereka membangun AI yang terukur, seperti berikut:

Oppo Ikut Serta Meluncurkan Fitur AI pada Ponsel Produksinya

Akses Data Jadi Rintangan Utama

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa tingkat kematangan adopsi data dan AI di seluruh ASEAN bervariasi, dan hanya 7% partisipan riset yang fokus untuk membangun fondasi data dan AI yang tepat. Wawasan sebenarnya hanya dapat diperoleh dari kumpulan data yang konsisten dan lengkap yang tidak memiliki celah data. Membangun kumpulan data tersebut memerlukan kondisi utama seperti fokus pada data yang bersih dan tepercaya, strategi interoperabilitas data, dan pembuatan data sintetik untuk menjembatani kesenjangan data.

Mesin Pencari ChatGPT Jadi Mimpi Buruk Google

Organisasi Butuh Kreativitas Data

Organisasi yang mengutamakan data memperoleh nilai lebih dari investasi data dan AI mereka di seluruh organisasi, dan organisasi di ASEAN mengakui hal itu. Selama dua tahun ke depan dari 2023 hingga 2024, 77% peserta akan meningkatkan penggunaan solusi AI dan data untuk pengalaman pelanggan lebih baik, 75% untuk sumber daya manusia, dan 72% untuk pemasaran. Pengembalian investasi akan diukur secara finansial oleh pihak internal seperti peningkatan margin keuntungan, optimalisasi biaya, pengurangan biaya operasional, dan sebagainya – di semua lini bisnis, termasuk TI. Ini akan membantu mengidentifikasi dan memprioritaskan sejumlah peluang bisnis untuk data.

Halaman Selanjutnya
img_title