Xiaomi Smart Storage Resmi Dijual, NAS Pertama Xiaomi Bisa Simpan hingga 60TB
- xiaomi
Tidak berhenti di situ, Xiaomi juga menghadirkan port HDMI 1.4. Berkat koneksi ini, NAS dapat langsung dihubungkan ke televisi atau monitor. Pengguna bahkan bisa memutar video hingga resolusi 4K pada 30Hz tanpa harus menggunakan perangkat streaming tambahan.
Dengan demikian, Xiaomi Smart Storage tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan file. Perangkat tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai pusat hiburan digital di rumah.
Terintegrasi dengan HyperOS
Salah satu daya tarik utama Xiaomi Smart Storage adalah integrasinya dengan ekosistem perangkat lunak Xiaomi. Pengguna smartphone Xiaomi yang menjalankan HyperOS 3.0 atau versi lebih baru dapat menemukan NAS secara otomatis melalui pengelola file bawaan.
Integrasi tersebut membuat proses mengakses dan memindahkan file menjadi lebih sederhana. Pengguna tidak harus selalu membuka aplikasi NAS secara terpisah hanya untuk mengambil dokumen, foto, atau video yang tersimpan di dalam perangkat.
Selain itu, Xiaomi juga menyediakan fitur pencadangan perangkat. Sistem ini dapat digunakan untuk melakukan backup berbagai data dari perangkat yang kompatibel. Bahkan, data aplikasi tertentu, termasuk riwayat WeChat, dapat ikut dicadangkan.
Bagi pengguna kamera keamanan Xiaomi, Smart Storage juga menawarkan fungsi yang cukup menarik. NAS ini dapat terhubung dengan kamera keamanan Xiaomi yang kompatibel dan menyimpan rekaman secara lokal dari hingga empat kamera sekaligus.
Artinya, pengguna tidak harus sepenuhnya bergantung pada penyimpanan cloud untuk menyimpan rekaman kamera. Data dapat disimpan langsung di rumah sehingga pengguna memiliki kontrol lebih besar terhadap file tersebut.
Bisa Menjadi Pusat Rumah Pintar
Selain penyimpanan file dan pencadangan, Xiaomi Smart Storage juga dirancang sebagai hub lokal untuk ekosistem rumah pintar Mi Home.
Xiaomi mengklaim pemrosesan otomatisasi tertentu dapat dilakukan secara lokal. Dengan cara tersebut, perintah dari satu perangkat ke perangkat lain tidak selalu harus dikirim terlebih dahulu ke server cloud.
Sebagai hasilnya, waktu respons perangkat rumah pintar diharapkan menjadi lebih cepat. Bagi pengguna yang memiliki banyak perangkat IoT di rumah, kemampuan tersebut tentu dapat membuat pengalaman penggunaan menjadi lebih praktis.