Xiaomi Smart Storage Resmi Dijual, NAS Pertama Xiaomi Bisa Simpan hingga 60TB

Xiaomi Smart Storage
Sumber :
  • xiaomi

GadgetVIVA - Xiaomi resmi memasuki pasar perangkat penyimpanan jaringan dengan mulai menjual NAS (Network Attached Storage) pertamanya di China. Perangkat yang diberi nama Xiaomi Smart Storage ini sebelumnya telah diperkenalkan dalam sebuah peluncuran, dan kini mulai tersedia untuk konsumen.

img_title Rollme Hero K1 Resmi Meluncur, Smartwatch Tangguh dengan GPS Offline dan Baterai Awet hingga 40 Hari

Kehadiran Xiaomi Smart Storage menjadi langkah baru bagi perusahaan yang selama ini lebih dikenal lewat smartphone, perangkat rumah pintar, tablet, hingga berbagai produk elektronik lainnya. Melalui NAS ini, Xiaomi ingin menawarkan solusi penyimpanan pribadi yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan file, tetapi juga terhubung dengan berbagai perangkat dalam ekosistemnya.

Dari sisi kapasitas, Xiaomi menyediakan beberapa pilihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Model paling rendah menawarkan kapasitas 4TB dengan menggunakan dua hard drive WD Red Plus berkapasitas masing-masing 2TB. Versi tersebut dijual dengan harga 2.699 yuan atau sekitar Rp6 jutaan.

img_title Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Siapkan Peluncuran Global, Ini Bocoran Spesifikasi dan Baterainya

Sementara itu, tersedia pula model 8TB yang dibanderol 3.499 yuan atau sekitar Rp8 jutaan. Bagi pengguna yang membutuhkan kapasitas lebih besar, Xiaomi menyediakan varian 16TB dengan harga 5.499 yuan atau sekitar Rp12 jutaan.

Menariknya, kapasitas tersebut bukan batas akhir dari Xiaomi Smart Storage. Jika kebutuhan penyimpanan terus bertambah, pengguna dapat mengganti hard drive bawaan dengan kapasitas yang lebih besar. Sistem ini mendukung dua drive hingga 30TB per drive, sehingga total kapasitas penyimpanan dapat mencapai 60TB.

img_title Oppo Find X10 dan Find X10 Pro Max Global: Baterai Dipangkas, Harga Mahal

Desain Sederhana dengan Koneksi Lengkap

Secara tampilan, Xiaomi Smart Storage hadir dengan desain berbentuk kotak yang sederhana. Bodi berbahan aluminium memberikan kesan modern sekaligus membantu perangkat dalam mengelola panas. Selain itu, Xiaomi membekali NAS ini dengan kipas aktif untuk menjaga suhu hard drive tetap terkendali ketika perangkat bekerja dalam waktu lama.

Untuk mendukung berbagai kebutuhan pengguna, perangkat ini memiliki RAM 4GB serta penyimpanan internal 32GB. Ruang penyimpanan internal tersebut digunakan untuk menjalankan sistem operasi dan menangani berbagai proses lokal.

Kemudian, Xiaomi menyediakan konektivitas yang cukup lengkap. Salah satu fitur pentingnya adalah port Ethernet 2.5GbE yang memungkinkan transfer data melalui jaringan lokal dengan kecepatan tinggi. Ada pula port USB-A 3.0 yang dapat digunakan untuk perangkat tambahan.

Tidak berhenti di situ, Xiaomi juga menghadirkan port HDMI 1.4. Berkat koneksi ini, NAS dapat langsung dihubungkan ke televisi atau monitor. Pengguna bahkan bisa memutar video hingga resolusi 4K pada 30Hz tanpa harus menggunakan perangkat streaming tambahan.

Dengan demikian, Xiaomi Smart Storage tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan file. Perangkat tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai pusat hiburan digital di rumah.

Terintegrasi dengan HyperOS

Salah satu daya tarik utama Xiaomi Smart Storage adalah integrasinya dengan ekosistem perangkat lunak Xiaomi. Pengguna smartphone Xiaomi yang menjalankan HyperOS 3.0 atau versi lebih baru dapat menemukan NAS secara otomatis melalui pengelola file bawaan.

Integrasi tersebut membuat proses mengakses dan memindahkan file menjadi lebih sederhana. Pengguna tidak harus selalu membuka aplikasi NAS secara terpisah hanya untuk mengambil dokumen, foto, atau video yang tersimpan di dalam perangkat.

Selain itu, Xiaomi juga menyediakan fitur pencadangan perangkat. Sistem ini dapat digunakan untuk melakukan backup berbagai data dari perangkat yang kompatibel. Bahkan, data aplikasi tertentu, termasuk riwayat WeChat, dapat ikut dicadangkan.

Bagi pengguna kamera keamanan Xiaomi, Smart Storage juga menawarkan fungsi yang cukup menarik. NAS ini dapat terhubung dengan kamera keamanan Xiaomi yang kompatibel dan menyimpan rekaman secara lokal dari hingga empat kamera sekaligus.

Artinya, pengguna tidak harus sepenuhnya bergantung pada penyimpanan cloud untuk menyimpan rekaman kamera. Data dapat disimpan langsung di rumah sehingga pengguna memiliki kontrol lebih besar terhadap file tersebut.

Bisa Menjadi Pusat Rumah Pintar

Selain penyimpanan file dan pencadangan, Xiaomi Smart Storage juga dirancang sebagai hub lokal untuk ekosistem rumah pintar Mi Home.

Xiaomi mengklaim pemrosesan otomatisasi tertentu dapat dilakukan secara lokal. Dengan cara tersebut, perintah dari satu perangkat ke perangkat lain tidak selalu harus dikirim terlebih dahulu ke server cloud.

Sebagai hasilnya, waktu respons perangkat rumah pintar diharapkan menjadi lebih cepat. Bagi pengguna yang memiliki banyak perangkat IoT di rumah, kemampuan tersebut tentu dapat membuat pengalaman penggunaan menjadi lebih praktis.

Lebih jauh lagi, pendekatan pemrosesan lokal juga dapat memberikan keuntungan dari sisi ketergantungan terhadap koneksi internet. Ketika proses tertentu dapat dilakukan di dalam jaringan rumah, pengguna tidak sepenuhnya bergantung pada layanan cloud untuk menjalankan otomatisasi.

Fitur Manajemen Foto dan Video

Dari sisi perangkat lunak, Xiaomi tampaknya tidak ingin Smart Storage hanya menjadi hard drive yang bisa diakses melalui jaringan. Perusahaan turut menyediakan sejumlah fitur pengelolaan media yang biasanya ditemukan pada produk NAS dari merek khusus seperti Synology.

Untuk foto, terdapat aplikasi yang memanfaatkan pemrosesan lokal untuk mengelompokkan gambar berdasarkan wajah dan lokasi. Sistem tersebut juga mendukung pencarian berbasis teks sehingga pengguna dapat menemukan foto tertentu dengan lebih mudah.

Kemudian, pengelolaan video juga dibuat lebih praktis. Sistem dapat secara otomatis mengambil informasi seperti poster film, judul, dan peringkat berdasarkan nama file video yang tersimpan.

Fitur semacam ini tentu berguna bagi pengguna yang memiliki koleksi foto dan video dalam jumlah besar. Daripada harus mencari file satu per satu melalui folder, pengguna dapat memanfaatkan sistem pengelompokan yang disediakan perangkat.

Bisa Diakses dari Jarak Jauh

Xiaomi Smart Storage juga dapat diakses ketika pengguna sedang berada di luar rumah. Perusahaan menyediakan aplikasi khusus untuk berbagai platform, termasuk iOS, Android, Mac, dan Windows.

Melalui akses jarak jauh tersebut, pengguna dapat mengambil file, mengunduh dokumen, atau bahkan melakukan streaming video yang tersimpan di NAS. Xiaomi menyediakan bandwidth akses jarak jauh gratis hingga 40Mbps.

Selain itu, perangkat mendukung hingga 16 akun pengguna terpisah. Fitur ini membuat Xiaomi Smart Storage lebih cocok digunakan bersama keluarga atau kelompok pengguna kecil.

Setiap pengguna dapat memiliki akses dan data masing-masing. Dengan demikian, file pribadi tetap dapat dipisahkan meskipun seluruh anggota keluarga menggunakan NAS yang sama.

Belum Ada Kepastian untuk Pasar Global

Xiaomi Smart Storage saat ini baru mulai dijual di China. Perangkat tersebut hadir dengan garansi selama tiga tahun, yang memberikan perlindungan tambahan bagi pembeli.

Namun, hingga saat ini Xiaomi belum mengungkapkan informasi mengenai ketersediaan NAS tersebut di pasar internasional. Karena itu, pengguna di luar China masih harus menunggu informasi resmi dari perusahaan.

Secara keseluruhan, Xiaomi Smart Storage menunjukkan bagaimana Xiaomi mulai memperluas ekosistemnya ke sektor penyimpanan jaringan. Dengan kapasitas hingga 60TB, koneksi 2.5GbE, HDMI, pencadangan perangkat, pengelolaan media, akses jarak jauh, serta integrasi dengan HyperOS dan Mi Home, NAS ini menawarkan fungsi yang cukup lengkap.

Jika nantinya Xiaomi Smart Storage dipasarkan secara global dengan harga yang kompetitif, perangkat ini berpotensi menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin membangun pusat penyimpanan pribadi sekaligus menghubungkan berbagai perangkat pintar di rumah.