Planet Alien Bisa Dihuni Lebih Lama dari Bumi

Planet
Sumber :
  • NASA/Unsplash

Tetapi ada kemungkinan bahwa sebuah exoplanet mirip bumi yang berukuran besar, lebih besar dari bumi, namun masih di bawah Neptunus, dapat mempertahankan atmosfer primordialnya lebih lama daripada Bumi.

"Atmosfer primordial yang masif seperti itu juga dapat menyebabkan efek rumah kaca - sama seperti atmosfer bumi saat ini," Helled menjelaskan. "Karena itu kami ingin mengetahui apakah atmosfer ini dapat membantu menciptakan kondisi yang diperlukan untuk membuat air."

Untuk melakukan penyelidikan ini, tim beralih ke simulasi, memodelkan planet ekstrasurya dengan massa inti, massa atmosfer, dan jarak orbit yang berbeda dari bintang induknya, yang dibuat tim seolah sebagai mirip Matahari.

Hasilnya, exoplanet dengan atmosfer purba yang tebal memang bisa cukup hangat untuk mempertahankan keberadaan air. Bahkan hingga 10 miliar tahun. Namun untuk menghindari radiasi bintang yang intens, yang dapat melucuti atmosfer purba, exoplanet harus cukup jauh dari bintang – sekitar dua kali jarak Bumi dari Matahari. Untuk Tata Surya, jaraknya sangat jauh dari Matahari sehingga air di permukaan planet kemungkinan besar akan membeku.

Tapi Matahari bukan satu-satunya sumber pemanasan yang bisa dinikmati planet. Beberapa planet, termasuk Bumi, dapat menghasilkan panasnya sendiri. Ini bisa melalui sejumlah jalur, seperti proses panas bumi, dan adanya unsur radioaktif yang menghasilkan panas saat meluruh.

Jadi, sebuah exoplanet besar mirip bumi bisa memiliki sumber air yang potensial jika mereka berada pada jarak yang jauh dari bintang induknya, memiliki atmosfer primordial dan pemanasan internal yang cukup untuk menjaganya tetap hangat.

"Para astronom biasanya mengharapkan sumber air terjadi di daerah sekitar bintang yang menerima jumlah radiasi yang tepat atau tidak terlalu banyak, sehingga airnya tidak menguap, dan tidak terlalu sedikit, sehingga tidak semuanya membeku," ujar astrofisikawan teoretis Christoph Mordasini dari University of Bern.