Studi Terbaru: Hubungan Frekuensi BAB dengan Kesehatan Ginjal & Hati

Studi Terbaru: Hubungan Frekuensi BAB dengan Kesehatan Ginjal & Hati
Studi Terbaru: Hubungan Frekuensi BAB dengan Kesehatan Ginjal & Hati
Sumber :
  • klikdokter

Dua senyawa ini diketahui dapat membebani ginjal dan meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.

2. Diare: Pengaruh terhadap Hati dan Peradangan

Sebaliknya, jika seseorang terlalu sering BAB atau mengalami diare, tubuh kehilangan terlalu banyak asam empedu. Padahal, asam empedu diperlukan untuk membantu pencernaan lemak. Jika jumlahnya terlalu sedikit, dapat menyebabkan:

  • Peradangan pada usus
  • Gangguan fungsi hati
  • Malabsorpsi nutrisi penting

Apa yang Memengaruhi Pola BAB?
Berdasarkan studi ini, ada beberapa faktor utama yang memengaruhi frekuensi BAB seseorang:

1. Pola Makan: Buah dan Sayur adalah Kunci

Konsumsi buah dan sayuran tinggi serat adalah faktor terbesar dalam menjaga pola BAB yang sehat. Serat membantu meningkatkan pergerakan usus dan mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam sistem pencernaan.